Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Dari IPM Ummul Mukminin ke Jepang, Jihadah Fikrina Lolos Pre-ETIC Kanazawa University

×

Dari IPM Ummul Mukminin ke Jepang, Jihadah Fikrina Lolos Pre-ETIC Kanazawa University

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Jihadah Fikrina, mantan Ketua Umum Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Pesantren Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan periode 2022–2023, memperoleh kesempatan memperdalam ilmu lingkungan di Jepang. Ia lolos mengikuti Preparatory Environmental and Energy Technologies International Course (Pre-ETIC) di Kanazawa University dengan dukungan beasiswa Japan Student Services Organization (JASSO).

Bagi mahasiswa semester lima Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Hasanuddin itu, kesempatan belajar di Jepang merupakan langkah awal untuk mengembangkan kemampuan akademik dan penelitian. Ia menyebut pendidikan di pesantren dan pengalaman berorganisasi sebagai bagian penting dari proses yang mengantarkannya pada capaian tersebut.

“Saya bersyukur memperoleh kesempatan untuk belajar dan melakukan penelitian di Jepang. Ini masih langkah awal, dan saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung proses belajar saya,” ujar Jihadah.

Untuk mengikuti program tersebut, Jihadah harus melewati serangkaian seleksi. Persyaratannya meliputi capaian akademik dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), kemampuan bahasa Inggris melalui TOEFL, pengajuan rencana penelitian kepada calon profesor pembimbing, serta wawancara.

Setelah dinyatakan lolos, ia diterima untuk menjalani kegiatan akademik dan riset di bawah supervisi Professor Hiroe Hara-Yamamura dari School of Geosciences and Civil Engineering, Kanazawa University.

Jihadah mengikuti Pre-ETIC melalui skema satu tahun dengan kewajiban menyelesaikan sedikitnya 24 kredit. Program ini memadukan pembelajaran teknologi lingkungan dan energi, penelitian laboratorium, pembelajaran bahasa Jepang, serta pengenalan budaya dan masyarakat Jepang.

Kegiatan akademiknya mencakup Specialized Seminar, Specialized Research, Specialized Experiment, dan Basic Environmental Engineering. Pre-ETIC juga menjadi persiapan akademik bagi peserta yang ingin melanjutkan ke Environmental and Energy Technologies International Course (ETIC), dengan tetap mengikuti seleksi dan ujian masuk.

Dalam risetnya, Jihadah akan berfokus pada penilaian toksisitas Per- and Polyfluoroalkyl Substances (PFAS) menggunakan kultur sel manusia. Kelompok senyawa kimia tersebut menjadi perhatian dalam kajian lingkungan karena sulit terurai dan dapat bertahan dalam waktu panjang, serta berpotensi berdampak pada kesehatan manusia dan ekosistem.

Di tengah persiapan menjalani program itu, Jihadah mengenang peran para guru, ustaz, ustazah, dan pembina di Pesantren Ummul Mukminin. Menurutnya, mereka turut membangun dasar keilmuan, mengembangkan kemampuan bahasa, dan menumbuhkan minatnya terhadap ilmu pengetahuan.

“Pendidikan di pesantren memberi saya bekal keagamaan sekaligus membentuk kedisiplinan, kemandirian, dan keberanian untuk terus belajar. Bekal itu membantu saya menjalani pendidikan di perguruan tinggi,” tuturnya.

Pengalaman memimpin IPM di lingkungan pesantren juga memberi ruang bagi Jihadah untuk belajar mengambil tanggung jawab. Proses perkaderan dan berbagai kegiatan organisasi membantunya mengembangkan kemampuan berkomunikasi serta keberanian untuk terlibat dalam lingkungan akademik dan sosial.

“Di IPM, saya belajar bertanggung jawab, berkomunikasi, dan mengambil peran. Pengalaman itu menjadi bagian penting dalam proses pengembangan diri saya,” katanya.

Jihadah turut menyampaikan terima kasih kepada keluarga, dosen Universitas Hasanuddin, sahabat, serta seluruh pihak yang memberikan doa dan pendampingan. Ia memandang kesempatan mengikuti program internasional tersebut sebagai hasil dari proses pendidikan dan dukungan yang diterimanya sejak masa sekolah.

“Capaian ini tidak terlepas dari dukungan keluarga, guru, dosen, dan sahabat. Saya berterima kasih atas doa, pendampingan, serta kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply