KHITTAH.CO, MAKASSAR — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ambo Asse, M.Ag, menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjuangan akademik, melainkan awal untuk terus belajar, mengabdi, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Pesan itu disampaikan saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda XXII Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidrap Tahun Akademik 2025/2026 di Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu, 9 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Ambo Asse meminta para lulusan agar tidak berhenti menuntut ilmu setelah resmi menyandang gelar sarjana maupun profesi. Menurutnya, ilmu pengetahuan harus menjadi jalan pengabdian sekaligus bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
“Wisuda ini bukan akhir dari perjuangan. Baru mau memulai lagi. Jangan berhenti belajar,” ujar Ambo Asse di hadapan ratusan wisudawan dan orang tua.
Pada wisuda tersebut, ITKES Muhammadiyah Sidrap mewisuda sebanyak 444 lulusan dari program sarjana, sarjana terapan, dan profesi. Rinciannya terdiri atas Program Studi Ilmu Keperawatan 41 orang, Profesi Ners 59 orang, Farmasi 3 orang, Terapi Gigi 43 orang, Administrasi Kesehatan 4 orang, Kebidanan 42 orang, serta Pendidikan Profesi Bidan sebanyak 252 orang.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Prof. Dr. Andi Lukman, pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah Sidrap, organisasi profesi kesehatan, mitra perbankan, dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga wisudawan.
Ambo Asse mengatakan, ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yakni “Iqra”, menjadi pesan penting agar manusia terus membaca, belajar, dan memahami ilmu pengetahuan. Menurutnya, pendidikan harus melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kesadaran spiritual.
Ia menilai keberhasilan ITKES Muhammadiyah Sidrap terlihat dari perkembangan jumlah mahasiswa, kualitas lulusan, hingga capaian akademik kampus yang terus meningkat. PWM Sulsel, kata dia, mengapresiasi upaya sivitas akademika dalam membangun institusi pendidikan kesehatan Muhammadiyah di daerah.
“ITKES Muhammadiyah Sidrap ini luar biasa dalam memajukan perguruan tinggi dan meningkatkan kualitas alumninya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ambo Asse juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah di Sulawesi Selatan saat ini memiliki 14 perguruan tinggi, terdiri atas 10 universitas, tiga institut, dan satu politeknik. Menurutnya, keberadaan amal usaha pendidikan tersebut menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan kemajuan bangsa.
Selain itu, ia turut menyinggung penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal oleh Muhammadiyah sebagai upaya mendorong persatuan umat Islam dunia dalam pelaksanaan ibadah secara disiplin dan terorganisasi.
Menutup sambutannya, Ambo Asse berharap ITKES Muhammadiyah Sidrap terus berkembang dan mampu meraih akreditasi unggul di masa mendatang. Saat ini, kata dia, baru dua perguruan tinggi Muhammadiyah di Sulawesi Selatan yang telah meraih akreditasi unggul, yakni Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai. (Asywid)




















