Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Jelang Sumpah Pemuda 2026, PMG dan DPP IKA Unismuh Makassar Bakal Gelar Sarasehan Budaya, Bahas Ancaman Brainrot di Era AI

×

Jelang Sumpah Pemuda 2026, PMG dan DPP IKA Unismuh Makassar Bakal Gelar Sarasehan Budaya, Bahas Ancaman Brainrot di Era AI

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Panrita Mandiri Global (PMG) bersama DPP Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Makassar (IKA Unismuh Makassar) menyiapkan Sarasehan Budaya bertema “Sumpah Pemuda 5.0: Selamatkan Pemuda dari Brainrot di Era Tsunami AI” pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di lantai II I-GIFT Unismuh Makassar. Kegiatan ini mengajak generasi muda memperkuat nalar kritis, karakter, dan identitas budaya di tengah derasnya arus informasi digital serta perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Sarasehan tersebut dirancang sebagai ruang dialog bagi pemuda, mahasiswa, akademisi, budayawan, dan masyarakat umum untuk membahas dampak konsumsi konten digital berlebihan serta penggunaan AI terhadap pola pikir dan kreativitas generasi muda. Panitia menargetkan sekitar 100 peserta mengikuti kegiatan yang akan dikemas melalui pemaparan narasumber, diskusi panel, dialog interaktif, dan sesi tanya jawab.

Ketua PMG, Herli, S.Sos., M.AP., menekankan pentingnya ruang dialog yang mempertemukan berbagai kalangan untuk membahas penggunaan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.

“Tantangan pemuda hari ini bukan hanya bagaimana menguasai teknologi, tetapi juga bagaimana menjaga kemampuan berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi dan kemudahan yang ditawarkan kecerdasan buatan,” ujar Herli.

Brainrot dan Tantangan Berpikir Kritis di Era AI

Fenomena brainrot menjadi salah satu isu utama yang diangkat dalam sarasehan ini. Istilah tersebut merujuk pada kondisi ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi konten digital dangkal atau berulang sehingga berpotensi mengganggu kebiasaan berpikir mendalam dan berkonsentrasi.

Di tengah kemudahan memperoleh informasi dan jawaban secara instan melalui teknologi AI, generasi muda perlu membangun kebiasaan membaca secara mendalam, memeriksa kebenaran informasi, berdiskusi, serta mengembangkan gagasan secara mandiri.

Penguasaan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan menilai informasi secara kritis dan bertanggung jawab. AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran, kreativitas, dan produktivitas, tetapi penggunaannya tetap membutuhkan pertimbangan etis serta kemampuan manusia untuk memverifikasi hasilnya.

Melalui tema Sumpah Pemuda 5.0, penyelenggara ingin mengajak generasi muda melihat perkembangan teknologi secara kritis, sekaligus menjaga kemandirian berpikir, memperkuat karakter, dan membangun kesadaran kebangsaan.

Kearifan Lokal sebagai Fondasi Menghadapi Perubahan

Kolaborasi PMG dan DPP IKA Unismuh Makassar juga menempatkan kebudayaan sebagai bagian penting dalam merespons perubahan teknologi. Kearifan lokal Sulawesi Selatan memiliki potensi untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda melalui pendekatan kreatif, termasuk dokumentasi, publikasi, dan promosi berbasis digital.

Ketua Bidang Kearifan Lokal, Seni, Budaya, dan Pariwisata DPP IKA Unismuh Makassar, Dr. Siti Suwada Rimang, S.Pd., M.Hum., menjadi salah satu figur yang berperan dalam penguatan perspektif kebudayaan pada kegiatan tersebut.

“Kearifan lokal bukan sesuatu yang harus ditinggalkan ketika teknologi berkembang. Sebaliknya, kebudayaan dapat menjadi sumber nilai dan identitas yang perlu dirawat serta diperkenalkan melalui pendekatan kreatif, termasuk teknologi digital,” ujarnya.

Ketua DPP IKA Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, A.Md., S.Pd., M.Hum., turut berada dalam kolaborasi yang diharapkan dapat memperkuat kontribusi alumni terhadap pengembangan kapasitas dan karakter generasi muda.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PMG sekaligus Ketua Komite Seni dan Budaya DPP IKA Unismuh Makassar, Dr. Maria Ulviani, S.Pd., M.Pd., menjadi bagian dari sinergi pendidikan, literasi kritis, dan kebudayaan yang diusung dalam sarasehan ini.

Perspektif pendidikan bahasa, sastra, dan budaya relevan untuk mendorong generasi muda memahami informasi, memeriksa sumber, mengembangkan kreativitas, serta mempertanggungjawabkan gagasan dan karya di tengah perkembangan teknologi.

Melalui momentum Sumpah Pemuda, PMG dan DPP IKA Unismuh Makassar berharap kegiatan ini dapat memperkuat kesadaran generasi muda bahwa kecakapan digital tidak cukup diukur dari kemampuan menggunakan teknologi.

Generasi muda juga perlu menjaga kemerdekaan berpikir, merawat kebudayaan, memperkuat persatuan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Teknologi boleh berkembang semakin canggih, tetapi nalar kritis, karakter, dan kebudayaan tetap menjadi fondasi penting bagi masa depan pemuda Indonesia.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply