Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Kemah Bakti Hizbul Wathan Maros Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Muhammadiyah

×

Kemah Bakti Hizbul Wathan Maros Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Muhammadiyah

Share this article

KHITTAH.CO, MAROS — Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kwartir Daerah (Kwarda) Kabupaten Maros menggelar Kemah Bakti, Pelantikan Pengurus Kwarda HW Maros Periode 2026–2030, dan Pengajian Terpadu Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Aisyiyah, serta organisasi otonom (Ortom) di halaman dan Masjid MTs Muhammadiyah Laiya, Kecamatan Cenrana, Sabtu–Ahad, 25–26 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kaderisasi, konsolidasi organisasi, sekaligus meneguhkan komitmen pengembangan amal usaha Muhammadiyah melalui sinergi lintas pimpinan, kader, dan lembaga pendidikan Muhammadiyah.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Kwartir Wilayah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (Kwarwil HW) Sulawesi Selatan Syahrir Rajab, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Maros Amin Duddin, Lc., jajaran PDM Maros, pimpinan Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah se-Kabupaten Maros, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cenrana Karim, pimpinan cabang Muhammadiyah Camba dan Mandai, Ketua Pimpinan Daerah Tapak Suci Maros, Ketua PC IMM Maros, kader IPM, serta para siswa dari enam sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Maros.

Sebanyak 57 peserta mengikuti Kemah Bakti yang terdiri atas 38 putra dan 19 putri. Mereka berasal dari SMA Muhammadiyah Camba, SMP Muhammadiyah Camba, MTs Muhammadiyah Laiya, SMP Muhammadiyah Maros, SMA Muhammadiyah Maros, dan SD Muhammadiyah Maros.

Ketua PCM Cenrana, Karim, selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi atas dipilihnya MTs Muhammadiyah Laiya sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, pelaksanaan agenda tingkat daerah tersebut menjadi perhatian positif bagi pengembangan amal usaha Muhammadiyah di wilayah Cenrana.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta dan tamu undangan. Semoga keberadaan Masjid MTs Muhammadiyah Laiya beserta fasilitas sekolah ini mendapat perhatian bersama sehingga terus berkembang sebagai pusat pendidikan dan dakwah Muhammadiyah,” ujar Karim.

Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Maros, M. Nasir, mengaku bersyukur atas tingginya antusiasme peserta yang melampaui perkiraan panitia. Menurutnya, dukungan dari seluruh elemen Muhammadiyah menjadi energi baru untuk menghidupkan kembali gerakan kepanduan di Kabupaten Maros.

“Pada awal persiapan kami sempat khawatir terhadap jumlah peserta yang akan hadir. Namun, Allah memperlihatkan hasil yang jauh di luar ekspektasi. Kehadiran para siswa, ayahanda, ibunda, dan seluruh pimpinan menjadi energi besar bagi kami. Kami memohon dukungan agar Hizbul Wathan Maros semakin aktif, produktif, dan memberi manfaat yang lebih luas,” kata M. Nasir.

Ketua Kwarwil HW Sulawesi Selatan, Syahrir Rajab, menilai penyelenggaraan Kemah Bakti yang dipadukan dengan pelantikan pengurus dan pengajian terpadu menjadi model kaderisasi yang efektif karena mampu menyatukan pembinaan kepanduan, penguatan organisasi, dan pengembangan amal usaha Muhammadiyah dalam satu rangkaian kegiatan.

Menurutnya, pemilihan MTs Muhammadiyah Laiya sebagai lokasi kegiatan juga membawa pesan penting agar seluruh warga Muhammadiyah semakin peduli terhadap pengembangan amal usaha, khususnya menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat dan kader.

“Kami berharap Masjid MTs Muhammadiyah Laiya menjadi perhatian bersama sehingga kembali difungsikan secara optimal. Selain itu, Kwarda Hizbul Wathan Maros diharapkan semakin aktif sehingga mampu mengirimkan kader pada setiap kegiatan Hizbul Wathan tingkat wilayah hingga nasional,” ujar Syahrir Rajab.

Pengajian Terpadu disampaikan Ketua PDM Maros, Amin Duddin, Lc., yang mengangkat tema integritas kader melalui motto Hizbul Wathan. Ia menegaskan bahwa gerakan kepanduan Muhammadiyah dibangun di atas nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah dengan menjadikan keselarasan antara ucapan dan tindakan sebagai karakter utama setiap kader.

Dalam pemaparannya, Amin Duddin mengutip Surah Ash-Saff ayat 2–3 yang mengingatkan agar seorang mukmin tidak mengatakan sesuatu yang tidak dilakukannya. Ia juga mengutip sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam” (HR Bukhari dan Muslim), serta mengaitkannya dengan QS At-Taubah ayat 105 dan QS Al-Insyirah ayat 7 yang mendorong setiap muslim untuk terus bekerja, berkarya, dan melanjutkan amal saleh.

Menurut Amin Duddin, seluruh nilai tersebut bermuara pada pembentukan kader Hizbul Wathan yang memiliki integritas, menjauhi retorika tanpa tindakan, serta senantiasa menghadirkan manfaat nyata bagi persyarikatan, umat, dan bangsa.

Rangkaian kegiatan selama dua hari itu tidak hanya menandai pelantikan Pengurus Kwarda Hizbul Wathan Maros Periode 2026–2030, tetapi juga memperkuat sinergi antara Muhammadiyah, Aisyiyah, organisasi otonom, dan amal usaha Muhammadiyah dalam membangun kader yang berkarakter, berintegritas, serta siap mengabdi kepada persyarikatan, umat, dan bangsa. Atmosfer kebersamaan yang terbangun di MTs Muhammadiyah Laiya menjadi penanda bahwa Hizbul Wathan Maros terus meneguhkan perannya sebagai salah satu instrumen strategis kaderisasi Muhammadiyah di Kabupaten Maros.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UIAD

Leave a Reply