KHITTAH.CO, BULUKUMBA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) dan Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Bulukumba menggelar pelatihan bertajuk “Processing Buah Lokal untuk Menjadi Produk UMKM yang Berkesinambungan dan Berkualitas serta Pemasaran Digital UMKM”. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis-Jumat, 22-23 Oktober 2026, di Lecture Theater Kampus II Universitas Muhammadiyah Bulukumba.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pengolahan buah lokal menjadi produk bernilai tambah, peningkatan kualitas produk, serta penguatan strategi pemasaran digital. Kegiatan tersebut juga menjadi wujud sinergi antara lembaga riset, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Ketua Panitia, Syamsul Alam, S.Pd., M.M., dalam laporannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan motivasi sekaligus edukasi, khususnya kepada pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produk yang dihasilkan. Peserta kegiatan berasal dari pelaku UMKM yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi Kabupaten Bulukumba serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bulukumba yang turut aktif sebagai pegiat UMKM.
Menurutnya, pengembangan usaha berbasis potensi lokal tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi produk, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Dr. Nur Ina Syam, S.S., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UM Bulukumba sebagai tempat pelaksanaan kegiatan.
Ia menilai pelatihan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam mengoptimalkan potensi hasil bumi Kabupaten Bulukumba.
Menurutnya, berbagai komoditas buah lokal memiliki peluang besar untuk diolah menjadi produk berkualitas yang memiliki nilai tambah dan dapat dipasarkan secara lebih luas. Karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu memberikan hasil nyata bagi para pelaku UMKM, baik dari sisi keterampilan pengolahan maupun kemampuan memasarkan produk.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelaku UMKM dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat untuk mengembangkan usahanya, sehingga produk lokal Bulukumba semakin berkualitas dan memiliki daya saing,” demikian harapannya.
Perwakilan BRIN, Arif Rahmat, M.T., yang memiliki keahlian dalam analisis pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), juga menekankan pentingnya keberlanjutan program. Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan awal, tetapi dilanjutkan dengan evaluasi untuk mengukur manfaat dan dampaknya bagi pelaku UMKM.
Ia menegaskan bahwa penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pengolahan produk, efisiensi usaha, serta kemampuan UMKM menghadapi persaingan pasar.
Evaluasi secara berkelanjutan diharapkan menjadi dasar untuk menyempurnakan program dan memperluas manfaatnya pada masa mendatang. Dengan demikian, hasil pelatihan tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan nyata dalam pengembangan usaha.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Bulukumba, Andi Esfar Tenrisukki, S.Sos., M.Si., berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bulukumba, BRIN, dan Universitas Muhammadiyah Bulukumba dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi masyarakat.
Ia juga menyampaikan harapan agar Kabupaten Bulukumba dapat berkembang menjadi salah satu lumbung pangan dan buah dalam beberapa tahun ke depan. Untuk mewujudkan hal tersebut, potensi sumber daya lokal perlu dikelola secara optimal, termasuk melalui pengolahan hasil pertanian menjadi produk UMKM yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Menurutnya, penguatan kapasitas pelaku UMKM menjadi salah satu langkah strategis untuk menghubungkan potensi hasil bumi dengan peluang pasar. Dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, pendampingan, serta pemasaran digital diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran produk lokal Bulukumba.
Dalam pelatihan ini, pemateri dari BRIN memberikan materi terkait pengolahan buah lokal dan penguatan pemasaran digital UMKM. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan inovasi produk, menjaga kualitas, serta memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan hasil usahanya.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi BRIN, Universitas Muhammadiyah Bulukumba, dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi pelaku UMKM, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha berbasis potensi lokal. Pada akhirnya, pengembangan produk buah lokal yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bulukumba.
(Syayyidina Ali)






















