Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Kuliah Internasional di Ateneo de Davao, Dosen Unismuh Soroti Pendidikan Berbasis Ma’had dan Etika AI

×

Kuliah Internasional di Ateneo de Davao, Dosen Unismuh Soroti Pendidikan Berbasis Ma’had dan Etika AI

Share this article

KHITTAH.CO, DAVAO, FILIPINA — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bersama Ateneo de Davao University (AdDU) menggelar International Learning Session on Innovations in Islamic Education, Selasa, 8 September 2026.

Berlangsung di Pakighinabi Room, Ricci Hall, AdDU, Davao City, Filipina, forum akademik lintas negara itu mempertemukan gagasan tentang model pendidikan berbasis Ma’had dengan isu mutakhir etika penggunaan kecerdasan buatan generatif atau Generative Artificial Intelligence (GenAI) dalam pendidikan.

Kegiatan diorganisasi oleh Ateneo Internationalization for Mindanao (AIM) Office, bekerja sama dengan Departemen Studi Islam dan Al Qalam Institute AdDU. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman sekaligus eksplorasi inovasi pendidikan Islam di tengah perubahan lingkungan belajar perguruan tinggi.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan dan tanggapan kepada narasumber, terutama menyangkut penerapan pendidikan berbasis Ma’had serta tantangan penggunaan kecerdasan buatan dalam kegiatan akademik.

Integrasikan Akademik dan Pembentukan Karakter

Akademisi Unismuh Makassar Dr Muhammad Ali Bakri, M.Pd., tampil sebagai salah satu narasumber dengan mempresentasikan Ma’had-Based Learning Model atau Model Pembelajaran Berbasis Ma’had.

Wakil Direktur Ma’had Al-Birr Unismuh itu menjelaskan bahwa model tersebut mengintegrasikan pembelajaran akademik, praktik keagamaan, penguasaan bahasa, serta pembentukan karakter mahasiswa dalam satu lingkungan pendidikan.

Menurutnya, proses pendidikan tidak hanya berlangsung ketika mahasiswa berada di ruang kelas. Lingkungan Ma’had menjadi bagian dari proses pembelajaran sehari-hari sehingga penguatan ilmu dan karakter berjalan secara bersamaan.

“Ini yang kami sebut dengan pembelajaran berbasis Ma’had: ilmu pengetahuan dan karakter yang baik dibangun bersama, setiap hari,” ujar Ali Bakri.

Ia menjelaskan, pembelajaran di Ma’had Al-Birr menggunakan kurikulum berstandar internasional dengan bahasa Arab sebagai salah satu bahasa utama pembelajaran.

Mahasiswa tidak hanya belajar bahasa Arab di kelas, tetapi juga dilatih menggunakannya secara konsisten dalam aktivitas keseharian. Proses tersebut didukung fasilitas seperti laboratorium bahasa, perpustakaan digital, masjid, serta lingkungan pembelajaran yang terintegrasi.

Model itu, menurut Ali Bakri, diarahkan agar mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter, kebiasaan belajar, dan kehidupan keagamaan yang kuat.

AI Jangan Menggantikan Agensi Manusia

Perspektif lain disampaikan akademisi Unismuh Rosmalina Kemala, S.Kom., M.Pd., yang mengangkat penggunaan Generative Artificial Intelligence (GenAI) dalam pendidikan.

Ia menekankan bahwa kecerdasan buatan perlu ditempatkan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti proses berpikir mahasiswa.

Penggunaan AI di lingkungan perguruan tinggi, karena itu, perlu berjalan bersama dengan penguatan literasi AI, integritas akademik, agensi manusia, dan kemampuan mengambil keputusan secara etis.

Pembahasan tersebut menjadi relevan di tengah semakin mudahnya mahasiswa menggunakan berbagai aplikasi berbasis AI untuk menulis, mencari informasi, mengembangkan gagasan, hingga menyelesaikan tugas akademik.

Dalam perspektif pendidikan Islam, teknologi tetap membutuhkan kendali manusia. Kecanggihan perangkat tidak dengan sendirinya menentukan baik atau buruknya proses pembelajaran; nilai, tanggung jawab, dan etika penggunanya tetap menjadi faktor utama.

Ruang Dialog Antarperadaban

Pertemuan antara pendekatan pendidikan Ma’had dan teknologi modern memantik diskusi dengan peserta AdDU.

Ali Bakri menilai respons tersebut menunjukkan pentingnya forum akademik lintas negara sebagai ruang untuk saling memahami pengalaman pendidikan yang berbeda.

“Bagi kami, ini adalah contoh nyata dari apa yang dapat dicapai oleh sebuah dialog,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Dekan School of Arts and Sciences AdDU, Dr Nelly Z. Limbadan, saat membuka kegiatan. Ia mengapresiasi materi yang disampaikan karena dinilai memperkaya wawasan peserta.

Sementara itu, Assistant Director Al Qalam Institute AdDU, Kenny Lloyd L. Angon, pada penutupan kegiatan menilai presentasi para narasumber inspiratif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

Sebagai bentuk apresiasi, pimpinan AdDU menyerahkan Certificate of Appreciation kepada para narasumber. Sertifikat tersebut ditandatangani Presiden Ateneo de Davao University, Fr. Karel S. San Juan, SJ.

Ali Bakri menutup presentasinya dengan menyampaikan harapan agar kemitraan kedua perguruan tinggi terus berkembang.

“Kami memohon kepada Allah untuk memberkahi kemitraan ini, dan menjadikan kita semua pelayan ilmu dan iman yang lebih baik,” ungkapnya.

Perkuat Internasionalisasi Unismuh

International Learning Session tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan. Unismuh Makassar dan AdDU juga membuka peluang untuk mengembangkan kolaborasi akademik yang lebih luas.

Tindak lanjut yang direncanakan mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan forum akademik bersama, serta peluang beasiswa bagi pelajar Filipina.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring pendidikan tinggi di Asia Tenggara sekaligus membuka ruang bagi lahirnya inovasi baru dalam pendidikan Islam yang mampu berdialog dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Quality Education, melalui pengembangan model pendidikan yang mengintegrasikan kompetensi akademik, karakter, literasi digital, dan etika penggunaan AI.

Pembahasan inovasi teknologi pendidikan berkaitan pula dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, terutama pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab dalam pembelajaran. Sementara kolaborasi Unismuh Makassar dan Ateneo de Davao University memperkuat SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui kemitraan internasional dalam pendidikan dan pertukaran pengetahuan.

Melalui forum tersebut, Unismuh Makassar memperluas internasionalisasi tidak hanya melalui kerja sama kelembagaan, tetapi juga dengan membawa pengalaman pendidikan Islam yang memadukan tradisi Ma’had, pembentukan karakter, serta respons etis terhadap perkembangan kecerdasan buatan.

Kontributor: Bukhairul Iman
Editor: Hadisaputra

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply