KHITTAH.CO, MAKASSAR — Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Makassar bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Bakso Gratis yang digelar setiap Jumat di masjid-masjid Muhammadiyah di Kota Makassar. Program ini tidak hanya menjadi sarana berbagi kepada jamaah dan masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaku UMKM lokal.
Dalam pelaksanaannya, LAZISMU melibatkan langsung pedagang bakso sebagai penyedia konsumsi. Dengan skema tersebut, jamaah memperoleh hidangan gratis, sementara pelaku UMKM tetap mendapatkan penghasilan.
Penanggung Jawab Program Bakso Gratis LAZISMU Makassar, Muhammad Imaduddin, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengintegrasikan nilai dakwah, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.
“Program Bakso Gratis merupakan upaya LAZISMU Makassar dalam memberdayakan UMKM sekaligus menghadirkan keberkahan di hari Jumat. Jamaah bisa menikmati hidangan, sementara pelaku UMKM tetap memperoleh manfaat ekonomi,” ujar Imaduddin usai pelaksanaan kegiatan di Masjid Ta’mirul Muslimin, Jalan Gunung Lompobattang, Makassar, Jumat, 23 Januari 2026.
Menurutnya, masjid memiliki peran strategis bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat dan penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Sementara itu, Sekretaris LPCR-PM Kota Makassar, Rudi J, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara LAZISMU dan LPCR-PM dalam program tersebut.
“Ini adalah contoh penguatan ekonomi umat berbasis masjid. Kami berharap program seperti ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di masjid-masjid Muhammadiyah lainnya,” kata Rudi.
Program Bakso Gratis LAZISMU Makassar mendapat sambutan positif dari jamaah dan masyarakat sekitar. Selain membantu memenuhi kebutuhan konsumsi di hari Jumat, kegiatan ini juga menjadi contoh sinergi antara filantropi Islam dan pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan.





















