Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

LPP PWA Sulsel Bumikan Risalah Perempuan Berkemajuan

×

LPP PWA Sulsel Bumikan Risalah Perempuan Berkemajuan

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR— Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPP) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sulawesi Selatan terus memperkuat internalisasi Risalah Perempuan Berkemajuan di kalangan kader dan aktivis perempuan Muhammadiyah.

Upaya itu dilakukan melalui Madrasah Perempuan Berkemajuan (MPB) bertema “Bumikan Karakter dan Komitmen Risalah Perempuan Berkemajuan” yang digelar secara luring di Gedung Serbaguna ‘Aisyiyah, Makassar, Sabtu, 26 September 2026.

Sebanyak 54 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari LPP Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah se-Sulawesi Selatan, lembaga dan majelis di lingkungan PWA Sulsel, Nasyiatul ‘Aisyiyah, hingga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Madrasah ini dirancang tidak sekadar sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi sebagai proses penguatan kesadaran, karakter, dan kapasitas kader agar nilai-nilai Perempuan Berkemajuan hadir dalam kehidupan organisasi, keluarga, masyarakat, hingga ruang publik.

Ketua panitia, Dr Eng Hazriani, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sebelum acara dibuka secara resmi oleh Ketua PWA Sulawesi Selatan, Dr Mahmudah. Hadir pula Ketua LPP PWA Sulsel, Prof Sulfasyah.

Rangkaian pembelajaran diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta sebelum memasuki sejumlah materi utama.

Sekretaris Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Khusnul Hidayah, membawakan materi “Manhaj Muhammadiyah” sekaligus “Teknik Fasilitasi”. Materi itu menjadi pijakan penting agar peserta tidak hanya memahami substansi gerakan Muhammadiyah, tetapi juga mampu mentransformasikannya dalam proses kaderisasi dan pendampingan di tingkat daerah.

Ketua PWA Sulawesi Selatan, Dr Mahmudah, selanjutnya membawakan materi “Risalah Perempuan Berkemajuan”. Materi tersebut mengulas nilai, karakter, dan komitmen yang menjadi kerangka gerakan perempuan ‘Aisyiyah dalam menghadapi perubahan sosial.

Sementara itu, Prof Sulfasyah menyampaikan materi “SDGs dan Program ‘Aisyiyah”. Dalam dua sesi, peserta diajak melihat keterhubungan antara agenda pembangunan berkelanjutan dan praksis gerakan ‘Aisyiyah, khususnya dalam isu pendidikan, keluarga, kesehatan, pemberdayaan, lingkungan, dan keadilan sosial.

Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sore dengan rangkaian senam, registrasi, pembukaan, pre-test, sesi materi, post-test, tutorial pemanfaatan materi, hingga penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Namun, proses pembelajaran Madrasah Perempuan Berkemajuan tidak berhenti pada pertemuan luring.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan secara daring pada 3–4 Oktober 2026 dengan menghadirkan sejumlah akademisi dan aktivis perempuan Muhammadiyah.

Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, peserta mengikuti materi “Dakwah Advokasi” bersama Prof Alimatul Qibtiyah. Materi berikutnya, “‘Aisyiyah dalam Kontestasi Gerakan Perempuan Islam”, disampaikan Prof Hj Muliaty Amin.

Peserta juga mendapatkan materi “‘Aisyiyah: Konsep Keluarga Sakinah” yang disampaikan Prof Dr Misykat Malik Ibrahim, serta “GEDSI dalam Islam” bersama Prof Dr Dra Munirah.

Rangkaian pembelajaran berlanjut pada Ahad, 4 Oktober 2026, melalui Gerakan Perempuan Mengaji (GPM) dengan materi “Fiqh Al-Ma’un dalam Gerakan ‘Aisyiyah” yang disampaikan Prof Syamsiatun dari LPP Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah.

Dari Risalah Menjadi Gerakan

Risalah Perempuan Berkemajuan menjadi salah satu dokumen penting dalam menegaskan orientasi gerakan perempuan ‘Aisyiyah.

Di dalamnya terdapat tujuh karakter Perempuan Berkemajuan, yaitu iman dan takwa, taat beribadah, berakhlak karimah, berpikir tajdid, bersikap wasatiyah, memiliki amaliah salihah, dan bersikap inklusif.

Risalah itu juga memuat sepuluh komitmen, mulai dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pelestarian lingkungan, penguatan keluarga sakinah, pemberdayaan masyarakat, filantropi berkemajuan, menjadi aktor perdamaian, partisipasi publik, kemandirian ekonomi, peran kebangsaan, hingga kemanusiaan universal.

Kerangka tersebut menempatkan perempuan bukan semata sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai subjek perubahan sosial.

Perempuan Berkemajuan diharapkan memiliki basis iman yang kokoh, kapasitas ilmu yang kuat, kemandirian, keberanian berpartisipasi di ruang publik, sekaligus kepekaan terhadap berbagai persoalan kemanusiaan.

Karena itu, Madrasah Perempuan Berkemajuan diarahkan agar risalah tidak berhenti sebagai dokumen normatif. Nilai-nilainya harus diterjemahkan menjadi sikap, program, dan tindakan nyata.

Bagi LPP PWA Sulawesi Selatan, agenda ini menjadi bagian dari ikhtiar memperluas pemahaman sekaligus memperkuat implementasi Risalah Perempuan Berkemajuan di lingkungan ‘Aisyiyah.

Sebelumnya, LPP PWA Sulsel telah mengikuti Training of Trainer Madrasah Perempuan Berkemajuan yang diselenggarakan LPP Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah pada Juli 2025.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan Madrasah Perempuan Berkemajuan di tingkat wilayah dan daerah.

Melalui rangkaian pembelajaran luring dan daring, para peserta diharapkan tidak hanya memahami gagasan Perempuan Berkemajuan, tetapi mampu membawanya masuk ke dalam kehidupan organisasi, keluarga, masyarakat, serta berbagai ruang dakwah dan pengabdian.

Pada titik itu, Risalah Perempuan Berkemajuan tidak lagi hanya dibaca dan didiskusikan, tetapi benar-benar dibumikan sebagai orientasi gerakan perempuan ‘Aisyiyah.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply