KHITTAH.CO, Bulukumba — Ikatan Mahasiswa Program Studi Ilmu Aktuaria Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) menggelar Seminar Kewirausahaan bertema “From Campus to Business: Saatnya Mahasiswa Berani Berwirausaha”, bertempat di Lecture Theater Kampus 2 UMB, Rabu, 6 Mei 2026.
Kegiatan ini bertujuan membangun pola pikir kewirausahaan mahasiswa sekaligus mendorong mereka berani memulai usaha sejak masih berada di bangku kuliah.
Seminar tersebut diikuti puluhan mahasiswa yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai strategi membangun usaha, pengembangan ide bisnis, hingga tantangan dunia usaha di era digital.
Sekretaris Program Studi Ilmu Aktuaria, Sulma, S.Si., M.Si., membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai modal utama mahasiswa dalam menghadapi masa depan.
“Senjata seorang mahasiswa adalah ilmu. Karena itu, seminar seperti ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan membuka pola pikir mahasiswa, khususnya dalam bidang kewirausahaan,” ujarnya.
Kegiatan dipandu oleh Nadia Magvira sebagai pembawa acara, sementara sesi materi dan diskusi dimoderatori Ina Annisa. Suasana seminar berlangsung interaktif dengan keterlibatan aktif peserta dalam sesi tanya jawab.
Pemateri utama, Harianto, S.E., M.M., membawakan materi mengenai pentingnya keberanian memulai usaha sejak dini. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa perlu membangun mental kreatif dan inovatif agar mampu menciptakan peluang usaha sendiri.
“Mahasiswa harus mulai berani keluar dari zona nyaman. Jangan hanya berpikir menjadi pencari kerja, tetapi jadilah pencipta lapangan kerja,” katanya di hadapan peserta seminar.
Selain itu, narasumber lainnya, Dr. Andi Tenriola, S.Kep., Ners., M.Kes., turut memberikan materi mengenai strategi membangun usaha di tengah persaingan digital. Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai peluang untuk mengembangkan bisnis yang adaptif dan berkelanjutan.
Diskusi antara pemateri dan peserta menjadi salah satu sesi yang paling menarik. Sejumlah mahasiswa menyampaikan ide bisnis yang mereka miliki serta meminta masukan terkait langkah awal membangun usaha.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyerahkan sertifikat kepada para pemateri atas kontribusi dan ilmu yang telah dibagikan selama kegiatan berlangsung. Seminar kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
Ketua panitia, Sarasrina, berharap seminar tersebut dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan di lingkungan kampus.
“Semoga seminar ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong mahasiswa untuk benar-benar memulai usaha dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin termotivasi untuk berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi melalui dunia kewirausahaan.
(Harianto)




















