Scroll untuk baca artikel
Berita

Mahasiswa Pendidikan Biologi Unismuh Rancang Filtrasi Sederhana untuk Krisis Air Bersih

×

Mahasiswa Pendidikan Biologi Unismuh Rancang Filtrasi Sederhana untuk Krisis Air Bersih

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Workshop Akademik bertema “Alat Filtrasi Sederhana Menjadi Solusi Krisis Air Bersih di Daerah Perkotaan”. Kegiatan berlangsung di Mini Hall FKIP Unismuh Makassar, Kamis, 7 Mei 2026.

Workshop ini diikuti mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2022, 2023, 2024, dan 2025. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran akademik sekaligus praktik untuk memperkuat kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan, khususnya krisis air bersih di kawasan perkotaan.

Wakil Dekan I FKIP Unismuh Makassar, Dr Andi Husniati, M.Pd., mengatakan, kegiatan ini bertujuan memperkuat keterampilan akademik mahasiswa serta menumbuhkan kesadaran bahwa lulusan Pendidikan Biologi harus mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Ia mengapresiasi Program Studi Pendidikan Biologi, panitia pelaksana, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurut dia, workshop seperti ini penting karena memberi pengalaman belajar yang tidak berhenti pada teori, tetapi bergerak ke arah praktik dan solusi.

“Pembuatan alat filtrasi sederhana menjadi salah satu contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Andi Husniati.

Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unismuh Makassar, Rahmatia Thahir, S.Pd., M.Pd., mengatakan, workshop ini dirancang untuk memperkuat kesadaran mahasiswa terhadap persoalan pencemaran air sekaligus mendorong lahirnya solusi sederhana yang dapat diterapkan di masyarakat.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa krisis air bersih bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga persoalan sosial, ekologis, dan kesehatan masyarakat,” kata Rahmatia.

Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada berbagai sumber pencemaran air, mulai dari limbah domestik, industri, pertanian, hingga pertambangan. Mahasiswa juga mempelajari indikator kualitas air, seperti warna, bau, suhu, kekeruhan, pH, oksigen terlarut, serta keberadaan mikroorganisme pencemar.

Rahmatia menjelaskan, pendekatan pembelajaran berbasis proyek menjadi bagian penting dalam workshop. Mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diarahkan untuk merancang alat filtrasi sederhana sebagai penerapan ilmu biologi, teknologi, rekayasa, seni komunikasi, dan matematika dalam kerangka STEAM.

Kegiatan ini juga dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama pendidikan berkualitas, air bersih dan sanitasi layak, kota berkelanjutan, konsumsi bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, perlindungan ekosistem perairan dan daratan, serta kemitraan.

Melalui workshop ini, Prodi Pendidikan Biologi FKIP Unismuh Makassar berharap mahasiswa mampu menjadi agen edukasi lingkungan. Mereka diharapkan tidak hanya memahami persoalan pencemaran air secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan sederhana, murah, dan aplikatif bagi masyarakat.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply