KHITTAH.CO, JAKARTA — Mewakili Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Wakil Rektor I Prof Andi Sukri Syamsuri menghadiri Seminar dan Lokakarya (Semiloka) bertema “Menata Ulang Pendidikan Guru di Indonesia” di Hotel Naraya UTC Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Prof Andi Sukri Syamsuri yang akrab disapa Prof Andis hadir bersama para pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai daerah di Indonesia untuk membahas arah dan penguatan pendidikan guru di Tanah Air.
Kegiatan yang mempertemukan para pimpinan perguruan tinggi tersebut digelar di Hotel Naraya UTC Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta. Unismuh Makassar tercantum sebagai salah satu perguruan tinggi yang diundang dalam forum tersebut.
Baca juga: Dari AI hingga Pamali, PUTM Unismuh Latih Calon Ulama Membaca Persoalan Zaman
Prof Andi Sukri Syamsuri yang akrab disapa Prof Andis mengatakan, forum tersebut menjadi ruang pertemuan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta untuk membicarakan masa depan pendidikan guru di Indonesia.
“Para pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta berkumpul di Universitas Negeri Jakarta menghadiri seminar dan lokakarya dengan tema ‘Menata Ulang Pendidikan Guru di Indonesia’,” ujar Prof Andis.
Semiloka tersebut diselenggarakan Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) bekerja sama dengan para Rektor Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan (LPTK), Forum Komunikasi Dekan FKIP Negeri (Forkom FKIP), serta Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (Fordetak).
Semiloka tersebut, kata Prof Andis, dilandasi pandangan bahwa lahirnya generasi unggul membutuhkan pendidikan yang berkualitas, sementara pendidikan berkualitas sangat ditentukan oleh keberadaan guru yang unggul dan LPTK yang mampu menyiapkan guru secara baik.
Agenda semiloka diawali dengan pembukaan, kemudian keynote speech Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengenai guru dan pendidikan guru dalam mewujudkan visi Indonesia 2045. Forum dilanjutkan dengan sesi pleno yang membahas kebijakan tata kelola guru, pendidikan guru untuk menyiapkan generasi unggul, serta kebijakan pendidikan guru di lingkungan Kementerian Agama.
Pada sesi berikutnya, peserta dijadwalkan mengikuti refleksi permasalahan pendidikan guru di Indonesia bersama Prof Muchlas Samani serta pembahasan benchmarking pendidikan guru di era transformasi digital dari Republik Rakyat Tiongkok.
Semiloka juga membagi peserta ke dalam tiga sidang komisi. Komisi A membahas pokok-pokok pikiran untuk regulasi pendidikan guru dalam RUU Sisdiknas. Komisi B mengkaji kurikulum dan sistem pembelajaran pendidikan guru, termasuk pendidikan akademik dan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sementara Komisi C mendiskusikan tata kelola pendidikan dan pembinaan guru di Indonesia.
Seluruh hasil pembahasan komisi selanjutnya dibawa ke pleno untuk dirumuskan menjadi rekomendasi semiloka. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berakhir dengan pembacaan rumusan rekomendasi dan penutupan pada sore hari. (Editor: Hadisaputra)






















