Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

MPI PP Muhammadiyah Gelar ASM Batch 2, Dorong Penulisan Sejarah Lokal

×

MPI PP Muhammadiyah Gelar ASM Batch 2, Dorong Penulisan Sejarah Lokal

Share this article

KHITTAH.CO, SURABAYA — Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Akademi Sejarah Muhammadiyah (ASM) 2026 Batch 2 di Dafam Pacific Caesar Surabaya, Jumat-Selasa, 7-11 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya MPI menggairahkan kembali penulisan sejarah Muhammadiyah di tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga ranting dengan pendekatan dan metodologi yang tepat.

Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah, Widyastuti, S.S., M.Hum., mengatakan ASM Batch 2 dirancang untuk mendorong peserta menjadi penggerak penulisan sejarah di lingkungan Muhammadiyah masing-masing. Peserta tidak hanya diharapkan memahami metodologi sejarah, tetapi juga mampu menularkan pengetahuan tersebut kepada warga Muhammadiyah di wilayahnya.

“ASM batch kedua ini menghasilkan provokator-provokator positif untuk penulisan sejarah di wilayahnya dan di wilayah sekitarnya,” kata Widyastuti dalam pembukaan ASM 2026 Batch 2 di Surabaya.

Menurut Widyastuti, tradisi penulisan sejarah sebenarnya telah menjadi bagian dari perjalanan Muhammadiyah sejak awal. Berbagai publikasi dan dokumen yang diterbitkan pada masa awal Muhammadiyah menjadi bukti bahwa aktivitas kepustakaan dan pendokumentasian sejarah telah melekat dalam kehidupan persyarikatan.

Namun, tradisi tersebut sempat mengalami masa jeda. Karena itu, MPI berupaya menghidupkan kembali budaya penulisan sejarah melalui berbagai program, termasuk dokumentasi, pengarsipan, dan penguatan kapasitas penulis sejarah Muhammadiyah.

“Pustaka itu menjadi satu hal yang menjadi DNA-nya Muhammadiyah sejak awal berdirinya,” ujar Widyastuti.

Ia menjelaskan, MPI pada periode 2023-2027 menjalankan sejumlah program yang berkaitan dengan sejarah dan kepustakaan. Salah satunya adalah penguatan dokumentasi melalui Rusyum Muhammadiyah serta penyusunan buku sejarah Muhammadiyah Indonesia sebagai ikhtiar menghadirkan referensi resmi mengenai perjalanan persyarikatan.

Penyusunan sejarah Muhammadiyah Indonesia tersebut melibatkan lebih dari 22 sejarawan Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia. Buku tersebut diharapkan menjadi salah satu karya penting dalam mendokumentasikan perjalanan Muhammadiyah secara lebih komprehensif.

Selain itu, MPI juga mendorong lahirnya sumber daya manusia yang mampu menulis sejarah lokal. Langkah ini dinilai penting karena luasnya wilayah dan banyaknya daerah, cabang, serta ranting Muhammadiyah tidak memungkinkan seluruh sejarah lokal ditulis oleh segelintir sejarawan.

“Tidak mungkin satu orang diminta untuk menulis seluruh daerah di seluruh Indonesia. Jadi harus banyak memunculkan sejarah-sejarah kultural,” kata Widyastuti.

ASM 2026 Batch 2 memiliki karakter berbeda dibandingkan batch pertama. Jika ASM Batch 1 melibatkan mahasiswa dari lima perguruan tinggi Muhammadiyah yang memiliki Program Studi Pendidikan Sejarah, ASM Batch 2 melibatkan perwakilan MPI dari berbagai wilayah yang dibagi berdasarkan zona, yakni timur, tengah, dan barat Indonesia.

Pada ASM Batch 1, MPI telah mendapatkan sekitar 20 judul skripsi bertema Muhammadiyah yang selanjutnya akan didampingi hingga menjadi karya ilmiah mahasiswa. Program tersebut direncanakan terus dikembangkan dan pada 2027 ASM diarahkan lebih fokus kepada mahasiswa.

Widyastuti mengatakan, keterlibatan mahasiswa penting untuk membangun sumber daya manusia yang nantinya dapat menjadi penulis sejarah Muhammadiyah di wilayah masing-masing.

MPI juga mendorong lima perguruan tinggi Muhammadiyah yang memiliki Program Studi Pendidikan Sejarah untuk membentuk asosiasi sebagai wadah koordinasi dan penguatan pendidikan sejarah di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Lima perguruan tinggi yang disebut memiliki Program Studi Pendidikan Sejarah tersebut yakni Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Metro, Universitas Hindu Muhammadiyah Kupang, dan Universitas Muhammadiyah Mataram.

Sekretaris MPI PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Anam Sutopo, S.Pd., M.Hum., mengatakan penulisan sejarah memiliki fungsi penting bagi Muhammadiyah, bukan hanya sebagai dokumentasi masa lalu, tetapi juga sebagai sarana memperkuat identitas dan memberikan pembelajaran bagi generasi berikutnya.

Menurut Anam, sejarah Muhammadiyah dapat menjadi sumber edukasi mengenai perjuangan para pendahulu, pionir, dan tokoh yang membangun persyarikatan dari masa ke masa.

“Penulisan sejarah itu menjadi fungsi untuk semakin menunjukkan identitas kita, mengikat masyarakat untuk menjadi diri kita di persyarikatan Muhammadiyah,” ujar Anam.

Ia menambahkan, penulisan sejarah juga memiliki fungsi ilmiah, terutama dari sisi metodologi dan pengembangan kajian sejarah. Selain itu, sejarah mempunyai fungsi rekreatif dan inspiratif karena kisah perjuangan masa lalu dapat memberikan motivasi bagi generasi Muhammadiyah saat ini.

Anam menilai penulisan sejarah lokal semakin penting karena banyak peristiwa, tokoh, dan gerakan Muhammadiyah di daerah yang berpotensi hilang apabila tidak segera didokumentasikan.

“Penulisan sejarah Muhammadiyah ini akan memberikan makna khusus perjalanan panjang persyarikatan yang kita cintai bersama,” katanya.

Ia mengingatkan pentingnya penulisan sejarah dilakukan selagi narasumber yang mengalami atau mengetahui langsung peristiwa sejarah masih dapat ditemui. Dokumentasi melalui buku dan berbagai bentuk arsip dinilai akan membantu menjaga pengetahuan tersebut agar dapat diakses generasi Muhammadiyah pada masa mendatang.

ASM 2026 Batch 2 juga memberikan perhatian khusus terhadap pengalaman Jawa Timur dalam mengembangkan penulisan sejarah Muhammadiyah. Widyastuti menyebut Jawa Timur memiliki kemampuan mengorkestrasi sejarawan akademis dan sejarawan kultural untuk menghasilkan karya sejarah.

Menurut dia, pengalaman tersebut perlu dibagikan kepada wilayah lain agar dapat direplikasi sesuai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing daerah.

Dalam kegiatan tersebut, MPI juga melibatkan guru sejarah dari sekolah Muhammadiyah, mahasiswa, serta perwakilan MPI dari sejumlah wilayah. Pelibatan berbagai unsur tersebut diharapkan memperluas ekosistem penulisan sejarah Muhammadiyah dari lingkungan akademik hingga akar rumput persyarikatan.

Melalui ASM 2026 Batch 2, MPI PP Muhammadiyah berharap semakin banyak warga Muhammadiyah yang memiliki kemampuan menulis sejarah dengan metodologi yang tepat. Dengan demikian, sejarah Muhammadiyah di tingkat lokal dapat terdokumentasi secara lebih luas dan menjadi bagian dari puzzle besar sejarah Muhammadiyah Indonesia.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner ITKESMU SIDRAP

Leave a Reply