Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Muhammad Syarif Wakili Unismuh dalam Kajian Hilirisasi Teknologi Beton Ramah Lingkungan

×

Muhammad Syarif Wakili Unismuh dalam Kajian Hilirisasi Teknologi Beton Ramah Lingkungan

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Dr. Ir. Muhammad Syarif, S.T., M.T., M.M., M.H., IPM., MPU., ASEAN Eng., dipercaya menjadi anggota Tim Pakar/Pengkaji dalam Program Hibah Hilirisasi Riset Prioritas Skema Dorongan Teknologi Tahun 2026. Program yang diselenggarakan melalui Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan (DHK), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tersebut berfokus pada pengkajian inovasi teknologi konstruksi berbasis material ramah lingkungan.

Muhammad Syarif berperan sebagai pakar bidang legal dan regulasi dalam tim gabungan lintas perguruan tinggi yang mengkaji inovasi Beton Instan Berbasis Limbah Batubara sebagai Material Konstruksi Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan. Produk yang dikenal dengan nama BISA itu dikembangkan oleh tim peneliti Universitas Bandar Lampung (UBL).

Tim pakar gabungan tersebut bertolak ke Bandar Lampung pada Jumat 23 Oktober 2026 untuk melaksanakan rangkaian kegiatan pra-studi kelayakan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 27 Oktober 2026 sebagai bagian dari proses awal penilaian terhadap potensi pengembangan dan pemanfaatan produk BISA.

Keterlibatan Muhammad Syarif dalam program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi akademik lintas perguruan tinggi. Keahlian para anggota tim diperlukan untuk menilai inovasi teknologi dari berbagai aspek, mulai dari teknis, regulasi, proses produksi, hingga peluang pasar dan kelayakan bisnis.

“Hilirisasi riset membutuhkan kolaborasi berbagai bidang keahlian agar inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat dikaji lebih lanjut untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan industri,” demikian usulan pernyataan Muhammad Syarif saat dikonfirmasi pada Hari Jumat 23 Oktober 2026.

Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi

Tim Pakar/Pengkaji diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Erniati, S.T., M.T., dari Fakultas Teknik Universitas Fajar (UNIFA), yang sekaligus bertindak sebagai pakar bidang teknik.

Selain itu, tim melibatkan Prof. Dr. Ir. Andi Aladin, S.T., M.T., dari Universitas Muslim Indonesia (UMI), sebagai pakar teknis dan proses produksi. Sementara itu, Dr. Maharajabdinul, S.E., M.M., dari UNIFA bertugas mengkaji aspek pasar dan model bisnis.

Aspek keuangan dan risiko dikaji oleh Dr. Tery, S.Ak., M.Ak., yang juga berasal dari UNIFA. Pelaksanaan kegiatan ini turut didukung oleh Dr. Ir. Nur Zaman, SP., M.Si., sebagai asisten tim pakar, serta Ir. Muh. Yasir, S.T., M.T., sebagai tenaga administrasi.

Pembagian tugas tersebut menunjukkan bahwa pengembangan inovasi teknologi membutuhkan pendekatan multidisipliner. Produk konstruksi berbasis limbah tidak hanya perlu dikaji dari sisi kemampuan teknis, tetapi juga harus mempertimbangkan kepatuhan terhadap regulasi, peluang pasar, kelayakan usaha, dan potensi penerapannya di industri.

Menurut rancangan pernyataan yang dapat dikonfirmasi kepada Muhammad Syarif, pengkajian dari aspek legal dan regulasi diperlukan untuk mengidentifikasi ketentuan yang harus dipenuhi dalam pengembangan dan pemanfaatan produk.

“Aspek legal dan regulasi menjadi bagian penting dalam pengkajian karena inovasi teknologi harus memiliki landasan yang memadai untuk dikembangkan dan dimanfaatkan. Karena itu, kajian perlu dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek teknis maupun nonteknis,” ungkapnya.

Pengkajian Kelayakan Berlangsung Empat Bulan

Program kajian pra-studi kelayakan ini direncanakan berlangsung selama empat bulan melalui sejumlah tahapan. Prosesnya mencakup persiapan dan pemetaan kondisi awal, verifikasi teknis, analisis kelayakan, hingga penyusunan rekomendasi dan peta jalan hilirisasi.

Tahapan tersebut bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan produk BISA untuk dikembangkan lebih lanjut. Hasil kajian diharapkan menjadi dasar dalam menentukan strategi pengembangan teknologi, memperkuat peluang pemanfaatan hasil riset, serta mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu dipenuhi sebelum inovasi diterapkan secara lebih luas.

Pemanfaatan limbah batubara sebagai bahan baku material konstruksi menjadi salah satu aspek yang perlu dikaji secara komprehensif. Selain mempertimbangkan kinerja teknis produk, pengkajian juga perlu memperhatikan aspek lingkungan, keamanan penggunaan, kesesuaian dengan standar yang berlaku, serta kelayakan ekonomi.

Dalam konteks tersebut, keterlibatan pakar legal dan regulasi diperlukan untuk mengidentifikasi ketentuan yang relevan bagi pengembangan dan pemanfaatan produk. Kajian lintas bidang diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang mempertimbangkan berbagai aspek sebelum produk dikembangkan menuju tahap hilirisasi.

Bagi Unismuh Makassar, keterlibatan Muhammad Syarif dalam program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung pengembangan dan pemanfaatan hasil penelitian. Kolaborasi ini sekaligus membuka ruang pertukaran keahlian dan pengalaman ant perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan pengembangan teknologi konstruksi.

Keikutsertaan tersebut sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan publikasi ilmiah, tetapi juga aktif menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Melalui keterlibatan dalam pengkajian inovasi beton berbasis limbah batubara ini, Unismuh Makassar diharapkan terus memperkuat perannya dalam kolaborasi riset, pengembangan teknologi konstruksi, dan pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UNIMEN

Leave a Reply