Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Novel ‘Di Balik Kereta’, Buah Karya Dua Pemuda Jawa Timur

×

Novel ‘Di Balik Kereta’, Buah Karya Dua Pemuda Jawa Timur

Share this article
Novel
Buku Novel di Balik Kereta. (dok. pribadi)

KHITTAH.CO, SURABAYA – Dua penulis muda berbakat bernama Fathan Faris Saputro dan Rina Maulidia, resmi merilis novel terbaru mereka yang berjudul Di Balik Kereta. Novel itu memuat cerita tentang cinta, pengorbanan dan perjalanan hidup Mahika dan Arya.

Dua pemuda itu menemukan cinta ditengah ketidaksempurnaan hidup. Alur ceritanya tak hanya fokus pada romansa, tetapi juga pertumbuhan kepribadian dan keteguhan dalam menghadapi berbagai rintangan.

Tentang Penulis

Fathan Faris Saputro sendiri adalah alumni S2 Universitas Muhammadiyah Surabaya sekaligus anggota Bidang Pustaka dan Literasi Kwarda HW Lamongan. Fathan bercerita bahwa cinta, dalam novel yang ia tulis, adalah perjalanan yang melibatkan hati dan pikiran.

 

“Melalui buku ini, kami ingin membawa pembaca menyelami kisah Mahika dan Arya, menunjukkan bahwa cinta sejati melibatkan pertumbuhan bersama serta keberanian menghadapi tantangan hidup,” ujar dia, Jumat, 21 Februari 2025.

Sementara itu, Rina Maulidia adalah alumni Universitas Negeri Malang. Kata dia, novel itu adalah serapan dari kisah perjalanan emosional yang mendalam. Ia memasukkan bab itu sebagai sarana ajakan bagi para pembaca meng-upgrade paradigma tentang cinta.

“Kami berharap pembaca dapat merasakan bahwa cinta sejati memiliki kekuatan untuk mengubah ketakutan menjadi keberanian dan keraguan menjadi harapan. Buku ini mengajak pembaca menjelajahi kedalaman hati manusia dengan segala keindahan dan kejujurannya,” tutur dia.

Soal kolaborasi dengan Fathan Faris Saputro, Rina mengaku sangat senang bekerjasama lantaran memiliki visi yang sama tentang dunia kepenulisan dan buku.

“Berkolaborasi dengan Faris adalah pengalaman yang luar biasa. Kami saling melengkapi dalam menyusun cerita ini, bertukar ide, dan menemukan cara terbaik untuk menghadirkan emosi dalam setiap halaman. Saya sangat menikmati proses ini,” tandas dia.

Di Balik Kereta merupakan ide untuk cinta yang tulus dan keberanian menghadapi dunia bersama, meskipun penuh dengan ketidakpastian. Fathan mengharapkan novel itu menyentuh hati pembaca, menginspirasi, serta mengingatkan bahwa cinta sejati adalah tentang bertahan dan tumbuh bersama.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner ITKESMU SIDRAP

Leave a Reply