
Khittah.co, Makassar — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan rukyatul hilal nasional untuk penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa (17/2/2026) di Observatorium Unismuh Makassar yang berada di lantai 18 Menara Iqra.
Penunjukan tersebut menegaskan peran Unismuh Makassar sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu falak di kawasan Indonesia Timur. Sebelumnya, pada April 2024, Unismuh juga menjadi lokasi rukyat penentuan 1 Syawal 1445 Hijriah yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan nasional.
Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Abd. Rakhim Nanda, mengatakan kepercayaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap kapasitas akademik dan infrastruktur teknologi yang dimiliki kampus. Menurut dia, observatorium di Menara Iqra tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas fisik, tetapi juga mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam mengembangkan ilmu falak yang berbasis metodologi ilmiah dan transparan.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyediakan landasan ilmiah bagi kehidupan beragama. Karena itu, Unismuh berkomitmen menjadi ruang yang kredibel bagi proses penentuan awal bulan Hijriah, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan otoritas keagamaan,” ujar Abd. Rakhim.
Muhammadiyah sendiri telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan sistem Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) yang menjadi pedoman resmi organisasi. Meski demikian, Unismuh Makassar tetap memandang pelaksanaan rukyat sebagai bagian dari tanggung jawab keilmuan dan pelayanan publik, sekaligus bentuk partisipasi dalam proses verifikasi nasional.
Kegiatan rukyatul hilal ini direncanakan dihadiri perwakilan berbagai lembaga, antara lain Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, Pengadilan Agama Makassar, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, perguruan tinggi, serta jurnalis media lokal dan nasional.
Pengelola Observatorium Unismuh Makassar, Hisbullah Salam, menyampaikan bahwa seluruh peralatan utama telah dipersiapkan dan melalui proses kalibrasi. Observasi akan menggunakan teleskop refraktor yang dilengkapi kamera pencitraan digital serta perangkat lunak pemetaan langit untuk mendukung akurasi pengamatan.
Observatorium Unismuh Makassar merupakan salah satu fasilitas astronomi modern di Indonesia Timur. Selain mendukung kegiatan rukyat, observatorium ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan dan literasi publik mengenai ilmu hisab dan rukyat.
Rangkaian kegiatan rukyatul hilal akan diawali dengan pemaparan data hisab dan prakiraan cuaca oleh tim ahli dan BMKG, dilanjutkan dengan observasi hilal menjelang matahari terbenam. Hasil pengamatan tersebut selanjutnya akan dibahas dalam sidang itsbat untuk penetapan awal Ramadhan secara nasional.





















