Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

OlympicAD VIII Jadi Ajang Pengembangan Bakat Tilawah Pelajar Nasional

×

OlympicAD VIII Jadi Ajang Pengembangan Bakat Tilawah Pelajar Nasional

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR– Sebanyak 42 siswa SMA dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Indonesia mengikuti ajang Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII melalui beragam cabang lomba, mulai dari Tilawatil Qur’an, dakwah digital, puisi, musikalisasi puisi, Ismun Araby, mata pelajaran, hingga otomotif. Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung di Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis–Sabtu, 12–14 Februari 2026, dengan menitikberatkan pada persiapan intensif dan penguatan mental peserta.

Alifiyah Zaharani Gani, pendamping lomba dari SMA Muhammadiyah 9 Makassar, mengatakan pihak sekolah mengirim dua siswa sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan bakat keagamaan pelajar. Ia menjelaskan, pendamping memiliki peran penting untuk memastikan peserta siap tampil sekaligus membantu jika terjadi kendala selama lomba berlangsung.

“Sebagai pendamping, tugas saya mendampingi peserta sejak persiapan hingga pelaksanaan lomba, termasuk menemani mereka saat tampil dan membantu jika ada kendala,” kata Alifiyah.

Menurut Alifiyah, keterlibatan siswa dalam ajang kompetisi nasional seperti OlympicAD memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri peserta. Ia menilai pengalaman tampil di hadapan publik turut melatih mental dan kemampuan berbicara siswa.

Ia menambahkan, tantangan yang kerap muncul dalam proses pendampingan adalah persoalan komunikasi. Keterlambatan informasi dari guru pembimbing, kata dia, sempat menyebabkan salah satu peserta tampil pada urutan terakhir.

“Paling sering itu miskomunikasi, karena informasi dari guru terlambat, jadi peserta baru mengambil maqro dan akhirnya tampil terakhir,” ujarnya.

Baca Juga: Lewat Ajang Lomba Kuliner Restaurant Service, Peserta OlympicAD VIII Makassar Dilatih Melayani Tamu

Salah satu peserta lomba tilawah, Ahmad Riyadih, mengaku termotivasi mengikuti kompetisi tersebut untuk memperdalam pemahaman terhadap irama dan nada Al Quran. Ia menyebut OlympicAD menjadi sarana belajar sekaligus mengasah kemampuan membaca Al Quran secara tartil dan bernada.

“Motivasi saya ikut lomba ini supaya belajar memahami nada dan lagu-lagu Al Quran,” kata Ahmad Riyadih.

Ahmad menuturkan, proses latihan menjadi tantangan utama selama persiapan lomba. Ia mengatasinya dengan memperbanyak latihan secara rutin dan disiplin.

“Yang paling menantang itu latihan, jadi solusinya memang harus lebih banyak latihan,” ujarnya.

Selain itu, Ahmad mengungkapkan dirinya memperoleh pengetahuan baru mengenai berbagai irama tilawah, seperti Rost, Nahawand, dan Bayyati. Ia juga merasakan pengalaman berharga melalui interaksi dengan peserta lain yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Di akhir kegiatan, Alifiyah berharap para peserta binaannya dapat menampilkan performa terbaik. Ia menekankan bahwa pengalaman mengikuti OlympicAD akan menjadi bekal berharga bagi siswa, baik dalam meraih prestasi maupun pengembangan diri ke depan.

“Semoga mereka bisa tampil maksimal dan meraih juara, karena semua pengalaman lomba pasti berkesan dan bermanfaat untuk masa depan mereka,” kata Alifiyah.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply