Scroll untuk baca artikel
Berita

PIMNas DPD IMM Sulbar Resmi Dibuka, Cetak Instruktur Berkarakter Profetik dan Transformatif

×

PIMNas DPD IMM Sulbar Resmi Dibuka, Cetak Instruktur Berkarakter Profetik dan Transformatif

Share this article

KHITTAH.CO, MAJENE — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Barat resmi membuka Pelatihan Instruktur Madya Nasional (PIMNas) pada Senin (6/7/2026) di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Barat, Kabupaten Majene. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari ini diikuti oleh 20 kader terpilih dari berbagai daerah dengan tujuan mencetak instruktur berkarakter profetik, berintegritas, dan memiliki kapasitas kepemimpinan transformatif dalam memperkuat sistem pengkaderan IMM di tingkat nasional.

Pembukaan kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Muhammad Fadli H., yang menegaskan bahwa PIMNas merupakan ikhtiar strategis DPD IMM Sulawesi Barat untuk melahirkan instruktur yang tidak hanya menguasai sistem pengkaderan, tetapi juga mampu menjadi pendidik, pembina, dan teladan bagi kader-kader IMM di berbagai daerah.

Menurut Fadli, seorang instruktur memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk kualitas kader dan harus meneladani metode pembinaan yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam membangun generasi awal Islam. Melalui proses pendidikan yang berkelanjutan, Rasulullah berhasil melahirkan figur-figur besar seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib yang kemudian menjadi pelopor perubahan dan pembangunan peradaban.

“Kami berkomitmen membentuk instruktur yang profetik, yakni instruktur yang menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam mendidik dan membina kader. Instruktur harus mampu menjadi pendidik, pembina, sekaligus teladan bagi seluruh kader IMM di daerahnya masing-masing,” ujar Fadli.

Ia berharap pelaksanaan PIMNas dapat melahirkan instruktur yang memiliki kapasitas intelektual, spiritual, dan kepemimpinan yang kuat sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi Persyarikatan Muhammadiyah, bangsa, dan umat Islam.

Fadli juga mengungkapkan tingginya antusiasme kader untuk mengikuti PIMNas. Dari total 45 pendaftar yang mengikuti proses seleksi, hanya 20 peserta yang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pelatihan.

“Peserta yang dinyatakan lulus merupakan kader-kader terbaik yang telah melewati proses seleksi. Jumlah bukanlah ukuran utama dalam menghadirkan perubahan. Dalam sejarah Islam, Allah mengutus 25 nabi dan rasul yang membawa perubahan besar bagi peradaban manusia. Analogi ini menjadi pengingat bahwa kelompok kecil yang memiliki kualitas, integritas, dan komitmen dapat menghadirkan dampak yang sangat besar,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap para peserta mampu menjadi instruktur yang melahirkan generasi muda Muhammadiyah yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki semangat dakwah dan pengabdian kepada umat.

“Kami berharap para peserta yang mengikuti pelatihan ini menjadi pelopor pengkaderan transformatif, mencetak kader-kader unggul yang mampu menjawab tantangan zaman serta memberikan perubahan positif bagi Persyarikatan Muhammadiyah, bangsa, dan umat Islam,” katanya.

Acara pembukaan PIMNas turut diisi dengan sambutan Muh. Darwis Damir, S.E., M.M. yang mewakili Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, amanat Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, sambutan Dewan Pimpinan Pusat IMM, serta sambutan Pemerintah Kabupaten Majene yang diwakili oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Majene, Drs. H. Mustamin.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Barat, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Barat, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulawesi Barat, Lazismu Sulawesi Barat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majene, Pimpinan Daerah Aisyiyah Majene, Rektor ITBM Polman, perwakilan PC IMM Majene, Polewali Mandar, Mamuju, dan Mamuju Tengah, serta unsur Forum Cipayung dan organisasi kepemudaan lainnya.

Turut hadir Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, S.I.K., M.H., serta Direktur Intelkam Polda Sulawesi Barat, Kombes Pol. Ibrahim Aji, S.I.K., M.M., sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kaderisasi dan pembinaan generasi muda.

Adapun peserta PIMNas berasal dari berbagai daerah, di antaranya Kabupaten Sinjai, Bulukumba, Maros, Polewali Mandar, Majene, serta Kota Makassar dan Kota Palopo. Keberagaman asal peserta tersebut mencerminkan semangat kolaborasi kader IMM lintas daerah dalam memperkuat sistem pengkaderan nasional.

Melalui Pelatihan Instruktur Madya Nasional ini, DPD IMM Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan instruktur-instruktur berkualitas yang mampu menjadi pelopor perubahan, memperkuat tradisi intelektual, serta membangun peradaban Islam yang berkemajuan melalui proses pengkaderan yang berkelanjutan.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply