Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Purna Tugas, Ketua PW IPM Sulsel Tinggalkan Jejak Lewat Muktamar XXIV

×

Purna Tugas, Ketua PW IPM Sulsel Tinggalkan Jejak Lewat Muktamar XXIV

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Zul Jalali Wal Ikram resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Sulawesi Selatan setelah estafet kepemimpinan beralih kepada Fahrul Dason untuk periode 2026–2028. Pergantian tersebut ditandai dengan pelantikan pengurus PW IPM Sulsel di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Sabtu (17/10/2026), sekaligus menjadi momentum regenerasi dan keberlanjutan gerakan pelajar Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.

Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah tokoh pemerintahan, pimpinan Muhammadiyah, dan unsur organisasi kepemudaan. Hadir di antaranya Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ambo Asse, M.Ag., serta Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sulawesi Selatan, Dr. Mahmuda.

Turut hadir Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Selatan, Ukrima Rijal, S.T., M.M.; Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto Passennagi; serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Dr. Ishak Kenre, S.KM., M.Kes., yang mewakili Bupati Sidrap.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Umum dan Bendahara Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM), Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Gowa, Taufik Surullah, S.IP., serta jajaran pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah tingkat wilayah Sulawesi Selatan.

Muktamar XXIV Jadi Salah Satu Jejak Kepemimpinan

Selama memimpin PW IPM Sulsel, Zul Jalali Wal Ikram bersama jajaran pengurus menjalankan sejumlah agenda organisasi. Salah satu momentum penting dalam periode kepemimpinannya adalah penyelenggaraan Muktamar XXIV IPM di Kota Makassar pada 5–8 Februari 2026, ketika Sulawesi Selatan dipercaya menjadi tuan rumah agenda nasional tersebut.

Penyelenggaraan muktamar menjadi bagian dari kontribusi PW IPM Sulsel dalam mendukung konsolidasi gerakan pelajar Muhammadiyah di tingkat nasional.

Perjalanan kepengurusan Zul kemudian memasuki tahap akhir melalui Musyawarah Wilayah XXV IPM Sulawesi Selatan di Kabupaten Pinrang pada 9–12 Juli 2026. Forum tersebut menjadi ruang evaluasi dan pertanggungjawaban organisasi sekaligus proses regenerasi kepemimpinan untuk menentukan arah gerakan IPM Sulsel pada periode berikutnya.

Pergantian kepemimpinan ini menandai berlanjutnya tanggung jawab organisasi kepada generasi berikutnya, terutama dalam memperkuat kaderisasi, mengembangkan intelektualitas pelajar, dan menjaga keberlanjutan dakwah di lingkungan pelajar.

Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian

Mengakhiri masa jabatan, Zul menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, kader IPM se-Sulawesi Selatan, pimpinan Muhammadiyah, serta pihak-pihak yang telah mendukung perjalanan organisasi selama kepemimpinannya.

Ia menegaskan bahwa capaian organisasi tidak dapat dilepaskan dari kerja kolektif, kebersamaan, dan kontribusi para kader yang terlibat dalam berbagai agenda IPM.

“Jabatan memiliki batas waktu, tetapi pengabdian tidak semestinya mengenal kata selesai. Hari ini, estafet kepemimpinan telah berpindah. Ada harapan yang harus diteruskan, ada cita-cita yang harus diperjuangkan, dan ada tanggung jawab yang kini berada di pundak generasi berikutnya,” demikian refleksi Zul atas berakhirnya masa kepemimpinannya.

Ia berharap Fahrul Dason bersama jajaran pengurus PW IPM Sulsel periode 2026–2028 dapat melanjutkan capaian yang telah dirintis, memperkuat proses kaderisasi, serta menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pelajar dan tantangan zaman.

Bagi Zul, berakhirnya masa jabatan bukan berarti berakhirnya pengabdian. Pengalaman, persaudaraan, dan nilai perjuangan yang diperoleh selama memimpin organisasi akan tetap menjadi bagian dari perjalanan berikutnya.

“Terima kasih atas kisah dan kasih yang telah membersamai perjalanan ini. Kami pernah berjuang dalam barisan yang sama, merawat harapan yang sama, dan melewati jalan yang tidak selalu mudah. Jika hari ini kami harus berpamitan dari jabatan, biarlah persaudaraan tetap tinggal. Sebab, kepemimpinan boleh berganti, tetapi perjuangan harus terus menemukan penerusnya,” tutupnya.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply