KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pada 3–4 Oktober 2026 di kawasan Permandian Je’ne Tallasa Sileo, Kabupaten Gowa. Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk menyatukan langkah pimpinan, majelis dan lembaga, organisasi otonom (Ortom), serta amal usaha Muhammadiyah (AUM) dalam menuntaskan program sekaligus memperkuat dakwah dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Rakor yang berlangsung selama dua hari itu juga menjadi ruang evaluasi dan penyamaan visi menjelang berakhirnya masa kepemimpinan PDM Makassar saat ini. Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari penguatan pelayanan organisasi hingga progres program majelis, lembaga, dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM).
Sekretaris Panitia Rakor, Fahmi Jalaluddin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari konsolidasi organisasi untuk menyatukan visi seluruh unsur Muhammadiyah di Kota Makassar.
“Momentum ini merupakan bagian dari konsolidasi lembaga, terlebih masa kepemimpinan saat ini tinggal sekitar satu tahun lagi. Karena itu, diperlukan penyamaan visi dan penguatan sinergi dalam menjalankan amanah organisasi,” ujar Fahmi.
Ketua PDM Kota Makassar, Dr. H. Darwis Muhdina, mengatakan amanah kepemimpinan di persyarikatan harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata. Karena itu, Rakor menjadi momentum untuk menyatukan gerak seluruh unsur Muhammadiyah dalam menyelesaikan agenda organisasi.
Menurut Darwis, salah satu agenda yang perlu terus diperkuat adalah gerakan dakwah di Kota Makassar agar semakin masif dan berkemajuan.
“Banyak program yang perlu diselesaikan, utamanya kita mendorong bagaimana dakwah di Kota Makassar perlu dimassifkan dan bisa lebih berkemajuan,” katanya.
Ia menegaskan, Muhammadiyah harus terus hadir memberikan kebermanfaatan dan kemaslahatan bagi umat dan bangsa.
“Insyaallah kita susun semua agenda strategis ini, lalu kita bergerak bersama,” ungkapnya.
PWM Sulsel Tekankan Kerja Kolaboratif
Rakor secara resmi dibuka Wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Arifuddin Ahmad, M.Ag.
Dalam sambutannya, Arifuddin mendorong seluruh unsur Muhammadiyah di Kota Makassar memanfaatkan Rakor sebagai ruang memperkuat ukhuwah sekaligus membangun kerja kolaboratif antarlembaga dan Ortom.
Ia menilai Muhammadiyah memiliki potensi besar yang tersebar di berbagai unsur organisasi. Potensi tersebut perlu diorganisasi dan dikelola secara bersama agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Suasana Rakor ini diharapkan sejuk dan penuh semangat silaturahmi. Kita harus mampu mengorganisasi seluruh potensi yang ada di organisasi otonom dan amal usaha Muhammadiyah melalui kerja yang kolaboratif,” ujar Arifuddin.
Dalam kesempatan tersebut, Arifuddin mengutip sabda Rasulullah SAW tentang pentingnya saling menguatkan sesama orang beriman.
“Sesungguhnya seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain,” ungkapnya.
Menurut Arifuddin, pesan tersebut relevan dengan kebutuhan Muhammadiyah untuk membangun kebersamaan, memperkuat sinergi, serta mengelola organisasi secara kolaboratif dan transformatif.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi kebermanfaatan, sekaligus mendorong pengelolaan organisasi yang lebih transformatif demi kemajuan Muhammadiyah dan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Bahas Program Majelis hingga PCM
Selain Rakor, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Sosialisasi Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya yang merupakan hasil kerja sama PDM Kota Makassar dan BAZNAS Kota Makassar.
Sosialisasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman dan tata kelola dana sosial keagamaan agar dapat dikelola secara profesional, akuntabel, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Sejumlah unsur Muhammadiyah turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya anggota PDM Kota Makassar, ketua dan sekretaris majelis serta lembaga, ketua dan sekretaris Ortom tingkat daerah, serta anggota Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Makassar.
Dalam Rakor tersebut, peserta membahas sejumlah agenda strategis. Materi pertama membahas Gerakan Satu Pintu Pelayanan Majelis dan Lembaga PDM, PDA, serta Ortom dengan menghadirkan koordinator MDMC, LAZISMU, Majelis Tabligh, dan LPCRPM.
Materi berikutnya membahas progres program majelis, lembaga, dan PCM. Agenda juga diisi dengan renungan persaudaraan, salat lail dan Subuh berjamaah, senam pagi Muhammadiyah, tadabbur alam, serta dinamika kelompok dan outbound sederhana.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan simpulan hasil Rakor dan penutupan. Forum tersebut diharapkan menghasilkan langkah bersama yang dapat memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi Muhammadiyah bagi masyarakat Kota Makassar.






















