KHITTAH.CO, MAKASSAR — Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar mendorong percepatan legalisasi aset sekolah sekaligus peningkatan mutu akademik sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Komitmen itu menjadi fokus utama Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Dikdasmen dan PNF PDM Kota Makassar bersama pengurus Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), kepala sekolah, serta kepala madrasah Muhammadiyah se-Kota Makassar di Pusat Dakwah Islamiyah Muhammadiyah (Pusdim), Jalan Gunung Lompobattang 201, Makassar, Kamis, 13 Agustus 2026.
Rakorda tersebut dibuka Ketua PDM Kota Makassar Dr. H. Darwis Muhdina, M.Ag. Agenda utama forum meliputi penyelesaian perizinan bangunan, legalitas aset pendidikan, sertifikasi tanah, peningkatan nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA), serta penguatan komitmen warga Muhammadiyah terhadap sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
Baca juga: Dari AI hingga Pamali, PUTM Unismuh Latih Calon Ulama Membaca Persoalan Zaman
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Makassar Dr. Aminuddin Tarawe mengatakan penyelesaian legalitas aset menjadi salah satu prioritas yang harus dituntaskan pada 2026.
Menurut dia, sejumlah aspek yang perlu segera diselesaikan antara lain Perizinan Bangunan Gedung (PBG/IMB), Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), serta sertifikasi tanah wakaf maupun Akta Jual Beli (AJB).
“Persoalan perizinan dan sertifikasi tanah sekolah ini harus kita selesaikan bersama. Jika ini rampung pada tahun 2026, hal ini akan menjadi legacy yang sangat baik bagi kepengurusan kita untuk menyongsong tahun-tahun mendatang,” kata Aminuddin.
Untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut, Dikdasmen dan PNF PDM Makassar membangun koordinasi dengan tiga organisasi perangkat daerah Pemerintah Kota Makassar, yakni Dinas Pendidikan, Dinas Penataan Ruang, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Selain aspek legalitas, peningkatan mutu akademik menjadi perhatian dalam Rakorda. Salah satu indikator yang dibahas adalah capaian TKA siswa sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Kota Makassar.
Aminuddin menyebut sejumlah siswa telah menunjukkan capaian positif. Salah satunya siswa SMP Muhammadiyah 1 Makassar yang meraih nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
“Ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan capaian akademik siswa Muhammadiyah, khususnya pada mata pelajaran yang membutuhkan penguatan seperti Matematika dan Sains,” ujarnya.
Baca juga: PWA Sulsel Kunjungi Empat Daerah, Dorong ‘Aisyiyah Perkuat Dampak dan Tata Kelola
Untuk memperkuat strategi peningkatan capaian tersebut, Rakorda menghadirkan pakar pendidikan Dr. .A.M. Iqbal Parewangi, M.Si. Ia memberikan pembekalan terkait strategi peningkatan TKA yang diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
Menurut Aminuddin, penguatan mutu akademik tidak hanya diarahkan pada peningkatan nilai TKA, tetapi juga pada peningkatan kualitas lulusan secara keseluruhan.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI atas dukungan terhadap sejumlah sekolah Muhammadiyah dalam dua tahun terakhir.
Dukungan tersebut antara lain berupa program revitalisasi gedung dan sarana prasarana di sejumlah sekolah Muhammadiyah dari jenjang SD, SMP, SMA hingga SMK.
Perkembangan tersebut turut diikuti tren positif penerimaan murid baru di sejumlah sekolah Muhammadiyah. Aminuddin menyebut SMP Muhammadiyah 1 Makassar dan SD Muhammadiyah Unismuh sebagai beberapa sekolah yang mengalami peningkatan minat pendaftaran.
Dalam amanatnya, Ketua PDM Kota Makassar Dr. H. Darwis Muhdina menekankan bahwa penguatan sekolah Muhammadiyah tidak hanya membutuhkan pembenahan tata kelola dan mutu akademik, tetapi juga keikhlasan serta komitmen warga Muhammadiyah.
“Mengelola Muhammadiyah ini membutuhkan ketulusan dan pengorbanan. Tugas kita adalah memimpin, membina, dan menyatukan pergerakan agar sekolah-sekolah kita terus berkembang dan berkemajuan,” kata Darwis.
Darwis juga mengajak keluarga besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk membangun kepercayaan terhadap lembaga pendidikan Muhammadiyah dengan menjadikan sekolah Muhammadiyah sebagai pilihan utama bagi pendidikan anak dan cucu.
“Keluarga besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus melahirkan komitmen kuat: anak dan cucu kita harus disekolahkan di sekolah Muhammadiyah. Kita perbaiki niat dan mutu sekolah kita bersama-sama. Ketika pimpinan dan kader percaya pada sekolahnya sendiri, masyarakat pun akan melihat sekolah Muhammadiyah sebagai pilihan utama,” ujarnya.
Ia mengapresiasi kebangkitan sejumlah sekolah Muhammadiyah yang mulai kembali diminati masyarakat. Darwis juga menyinggung peluang pengembangan SMK Muhammadiyah melalui dukungan fasilitas pertukangan dan keahlian teknis.
Darwis berharap Rakorda tidak berhenti pada forum koordinasi, tetapi menghasilkan langkah konkret yang dapat mempercepat penyelesaian persoalan legalitas sekaligus mendorong peningkatan mutu sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
“Kita berharap rakorda ini dapat melahirkan rumusan strategi yang konkret demi mewujudkan sekolah Muhammadiyah yang unggul, berlegalitas sah, dan berkemajuan di Kota Makassar,” tuturnya.
Rakorda kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua PDM Kota Makassar sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola, mutu pendidikan, dan keberlanjutan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan di Kota Makassar. (Kontributor/Editor: Ulil, Asywid)






















