Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

SMP MBS Rappang Gelar Deklarasi Anti Bullying

×

SMP MBS Rappang Gelar Deklarasi Anti Bullying

Share this article

KHITTAH.CO, SIDRAP – SMP Muhammadiyah Boarding School Rappang menggelar deklarasi anti-bullying di halaman sekolah pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kegiatan ini dirangkaikan dengan lomba membuat poster anti-bullying sebagai upaya menumbuhkan kesadaran murid tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Deklarasi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama seluruh warga sekolah untuk menolak segala bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial. Melalui kegiatan ini, murid diajak untuk saling menghargai, menumbuhkan empati, serta membangun hubungan pertemanan yang positif.

Kepala SMP Muhammadiyah Boarding School Rappang, Ridwan, S.Pd., menegaskan bahwa pencegahan perundungan merupakan bagian penting dalam membangun karakter murid dan menciptakan lingkungan pendidikan yang positif.

“Sekolah bukan hanya tempat untuk menuntut ilmu, tetapi juga tempat untuk membentuk karakter, menumbuhkan empati, dan belajar menghargai perbedaan. Setiap murid berhak merasa aman, diterima, dan dihargai. Kami berharap melalui deklarasi ini, seluruh murid memiliki kesadaran untuk menolak segala bentuk perundungan dan bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman bagi semua,” ungkap Ridwan.

Pengawas Pembina, Indirah, S.Si., Gr., turut memberikan perhatian terhadap pentingnya upaya pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan. Menurutnya, pendidikan karakter perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam keseharian murid, bukan hanya melalui penyampaian materi di dalam kelas.

“Pencegahan bullying membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh warga sekolah. Murid perlu memahami bahwa setiap perkataan dan tindakan dapat memberikan dampak bagi orang lain. Karena itu, penting bagi kita untuk menanamkan sikap saling menghargai, membangun empati, dan berani menolak perundungan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap murid untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensinya,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut, pada Jumat, 16 Oktober 2026, seluruh karya poster anti-bullying ditempelkan di majalah dinding (mading) sekolah. Pada hari yang sama, diumumkan pula poster terbaik dari masing-masing kelas sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan partisipasi murid dalam menyuarakan pesan antiperundungan.

Penempelan poster di mading tidak sekadar menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas murid, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media literasi visual bagi seluruh warga sekolah. Pesan-pesan yang dituangkan dalam poster diharapkan dapat menjadi pengingat bagi murid untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, dan berani menolak segala bentuk perundungan.

Adapun murid yang terpilih sebagai pembuat poster terbaik dari masing-masing kelas adalah:
Kelas VII A: Fatimah Azzahra
Kelas VII B: Astina
Kelas VIII A: Dzakiyah Ramadani
Kelas VIII B: Miftahul Jannah
Kelas IX A: Khaila Najwa
Kelas IX B: Nur Alika

Melalui deklarasi anti-bullying, lomba poster, dan pemanfaatan mading sebagai media literasi, SMP Muhammadiyah Boarding School Rappang berharap pesan antiperundungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap murid berhak merasa aman, diterima, dan dihargai. Mewujudkan sekolah bebas perundungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah demi terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah, inklusif, dan berkarakter.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply