Scroll untuk baca artikel
Berita

UNIMEN Kembangkan Gula Aren Enrekang Menuju Pasar Nasional Melalui Digitalisasi

×

UNIMEN Kembangkan Gula Aren Enrekang Menuju Pasar Nasional Melalui Digitalisasi

Share this article

KHITTAH.CO, Enrekang — Tim riset Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) menggelar serangkaian pelatihan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas gula aren di Desa Tapong, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Jumat, 13 Juni 2026.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi program PKM yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Mengusung tema “Peningkatan Produktivitas dan Mutu Gula Aren Melalui Penerapan Teknologi Evaporator Vakum, Inovasi Kemasan Ramah Lingkungan, dan Pemasaran Digital di Desa Tapong Enrekang”, program ini dirancang untuk memperkuat daya saing usaha gula aren berbasis potensi lokal.

Ketua Tim PKM UNIMEN, Nursyawal Nacing, S.TP., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas produk gula aren sekaligus mendorong pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.

Menurut dia, para pengrajin gula aren selama ini masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari proses produksi yang belum optimal, standar mutu yang belum seragam, kemasan yang masih sederhana, hingga keterbatasan dalam memasarkan produk.

“Melalui program ini kami ingin menghadirkan solusi yang komprehensif, mulai dari aspek produksi, pengelolaan usaha, hingga strategi pemasaran,” ujar Nursyawal.

Program PKM tersebut menghadirkan tiga kegiatan utama. Pertama, pelatihan penerapan teknologi evaporator vakum serta pendampingan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengolahan dan pengendalian mutu yang dipandu langsung oleh Nursyawal.

Dalam pelatihan itu, peserta diperkenalkan dengan teknologi evaporator vakum yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi pengolahan nira aren menjadi gula aren dengan kualitas yang lebih baik. Para peserta juga mendapatkan pendampingan dalam penyusunan SOP agar produk yang dihasilkan memiliki standar mutu yang lebih konsisten dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Kegiatan kedua berupa pelatihan pencatatan keuangan, perencanaan usaha, dan pemasaran digital yang dibawakan oleh Imam Akbar, S.Kom., M.Kom.

Pada sesi tersebut, para pelaku usaha dibekali pengetahuan tentang pentingnya pencatatan keuangan yang sistematis, penyusunan rencana bisnis yang berkelanjutan, serta strategi pemasaran digital melalui berbagai platform media sosial dan marketplace.

“Dengan pelatihan ini kami berharap masyarakat mampu mengelola usaha secara lebih profesional dan memperluas jangkauan pemasaran hingga ke pasar yang lebih luas,” kata Imam Akbar.

Sementara itu, kegiatan ketiga difokuskan pada pelatihan inovasi kemasan dan pendampingan branding yang dipandu oleh Wilda Widiawati, S.E.Sy., M.M.

Wilda menjelaskan, inovasi kemasan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan nilai tambah produk. Karena itu, peserta diberikan pemahaman mengenai desain kemasan yang menarik, ramah lingkungan, dan sesuai dengan tren kebutuhan konsumen saat ini.

Selain itu, masyarakat juga mendapat pendampingan tentang pentingnya membangun identitas merek agar gula aren Desa Tapong semakin dikenal dan memiliki daya saing yang kuat di pasar.

Melalui program ini, sinergi antara penerapan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan aspek pemasaran diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para pengrajin gula aren.

Program PKM UNIMEN tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mendorong transformasi usaha menuju tata kelola yang lebih modern, berkelanjutan, dan berorientasi pasar.

Antusiasme masyarakat Desa Tapong terlihat dari tingginya partisipasi dalam setiap sesi pelatihan. Mereka berharap pendampingan dari Tim PKM UNIMEN dapat terus berlanjut sehingga memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan usaha gula aren di daerah tersebut.

Dengan dukungan DPPM Kemdiktisaintek, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang efektif dalam meningkatkan produktivitas, mutu produk, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Ke depan, Desa Tapong diharapkan mampu berkembang sebagai salah satu sentra produksi gula aren unggulan di Kabupaten Enrekang yang tidak hanya menghasilkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional melalui pemanfaatan teknologi, inovasi kemasan modern, dan strategi pemasaran digital yang adaptif.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UIAD

Leave a Reply