Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Unismuh Makassar dan PCIM Jerman Perkuat Kolaborasi, Buka Akses Karier Global bagi Generasi Muda

×

Unismuh Makassar dan PCIM Jerman Perkuat Kolaborasi, Buka Akses Karier Global bagi Generasi Muda

Share this article

KHITTAH.CO,MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperkuat jejaring internasional melalui kolaborasi dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman dalam program Muhammadiyah Advisory for German Migration Access (MAGMA). Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas akses informasi pendidikan, pelatihan vokasi, dan peluang karier bagi generasi muda Indonesia di Jerman serta negara-negara Eropa.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui kegiatan Migration Pathways Tutorials yang digelar di Teater I-GIFt, Menara Iqra, Kampus Unismuh Makassar, Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan GIZ Indonesia, pemangku kepentingan migrasi, serta peserta dari kalangan mahasiswa, alumni, pelajar SMA/SMK, dan organisasi otonom Muhammadiyah.

MAGMA merupakan program yang dikembangkan bersama jaringan Muhammadiyah di Jerman dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dengan pembiayaan dari Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) serta dukungan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

Program ini dilaksanakan melalui jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di enam wilayah Indonesia. Unismuh Makassar dipercaya menjadi tuan rumah untuk wilayah Sulawesi, sekaligus menjadi penghubung informasi mengenai peluang pendidikan dan migrasi tenaga kerja terampil ke Eropa.

Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof Andi Sukri Syamsuri, mengatakan bahwa kesempatan menempuh pendidikan maupun bekerja di luar negeri harus dibarengi pemahaman yang memadai mengenai prosedur resmi, persyaratan kompetensi, dan perlindungan calon pekerja migran.

“Masa depan anak kita itu kan tidak boleh dibangun dari jalur yang tidak aman,” ujarnya saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan.

Menurut Prof Andis, sapaan Andi Sukri Syamsuri, migrasi internasional tidak cukup dipahami sebagai kesempatan memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik. Lebih jauh, migrasi menyangkut keselamatan, perlindungan hak, serta harkat dan martabat manusia.

Baca Juga: FISIP Unismuh Makassar Jadi Rujukan Studi Banding Pengelolaan Laboratorium

Ia mengaitkan pentingnya migrasi aman dengan falsafah masyarakat Sulawesi Selatan, yakni sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi. Nilai-nilai tersebut mengajarkan pentingnya saling memanusiakan, mengingatkan, dan menghormati sesama.

Dalam konteks migrasi internasional, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui penyediaan informasi yang benar agar generasi muda tidak terjebak tawaran pekerjaan ilegal maupun proses pemberangkatan yang berisiko.

Prof Andis juga mengingatkan bahwa pasar kerja internasional semakin membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi khusus. Karena itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri sebelum memutuskan melanjutkan pendidikan atau bekerja di luar negeri.

“Jadi siap bahasa, siap keterampilan, dan siap mental,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan MAGMA tidak berhenti sebagai forum sosialisasi, tetapi menjadi titik awal bagi mahasiswa dan alumni untuk merencanakan masa depan secara lebih terarah.

Peserta, menurut dia, perlu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memahami persyaratan bahasa Jerman, sistem pendidikan, peluang beasiswa, budaya kerja, hingga cara menghindari agen penempatan tenaga kerja ilegal.

“Karena masa depan global itu bukan hanya mereka yang paling pintar, tapi mereka yang paling siap dan tentu yang paling terinformasi,” katanya.

Sementara itu, perwakilan GIZ Indonesia, Tito Eka Safjanuar, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi dengan Unismuh Makassar dan jaringan Muhammadiyah dalam memperluas literasi migrasi aman.

Ia menjelaskan bahwa program MAGMA bertujuan memberikan akses informasi yang akurat mengenai jalur pendidikan, pengembangan keterampilan, dan kesempatan bekerja secara legal di Jerman maupun negara-negara Eropa.

Menurutnya, migrasi internasional bukan sekadar perpindahan penduduk antarnegara, melainkan juga proses pengembangan kapasitas, pertukaran budaya, dan penguatan hubungan internasional.

Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pengenalan mengenai jalur migrasi resmi, pendidikan vokasi Ausbildung, peluang studi lanjut, serta persiapan memasuki pasar kerja Eropa.

Selain itu, kegiatan menghadirkan pembahasan mengenai hak dan kewajiban pekerja, keterampilan profesional, kesiapan lintas budaya, serta pengalaman diaspora Indonesia yang menempuh pendidikan maupun mengembangkan karier di Jerman.

Keterlibatan Unismuh Makassar dalam program MAGMA sekaligus memperlihatkan perluasan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan menghadapi mobilitas global. Kampus tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik, tetapi juga membantu mereka memahami peluang internasional beserta tantangan dan persyaratannya.

Kolaborasi dengan PCIM Jerman dan GIZ Indonesia diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kesiapan mahasiswa, alumni, dan generasi muda Sulawesi Selatan dalam mengakses peluang global secara aman, legal, dan berbasis kompetensi.

Kontributor: Muammar/Qotadah

Editor: Hadisaputra

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply