Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Unismuh Makassar Seragamkan Pesan PMB untuk Goes to Campus Tahap 2

×

Unismuh Makassar Seragamkan Pesan PMB untuk Goes to Campus Tahap 2

Share this article

KHITTAH.CO, Makassar — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyamakan persepsi tim promosi untuk memastikan keseragaman informasi dalam sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Unismuh Goes to Campus Tahap 2 yang difokuskan di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, dengan sasaran 50 sekolah.

Penyamaan persepsi diselenggarakan Lembaga Penerimaan Mahasiswa Baru (LPMB) Unismuh Makassar dengan melibatkan pimpinan universitas, dosen, serta tim promosi lintas fakultas. Kegiatan berlangsung di Ruang Teater I-GIFT Unismuh Makassar, Jumat, 30 Januari 2026.

Ketua LPMB Unismuh Makassar Dr Muhammad Akhir menekankan perlunya pelurusan informasi, terutama terkait jalur dan mekanisme beasiswa. Menurut dia, masih ada anggapan di masyarakat bahwa beasiswa dapat didaftarkan sejak awal proses seleksi mahasiswa baru.

“Tidak ada jalur pendaftaran beasiswa di awal. Calon mahasiswa harus mendaftar terlebih dahulu, melakukan registrasi, memiliki nomor induk mahasiswa, barulah kemudian diberi kesempatan mendaftar beasiswa,” ujarnya.

Ia menegaskan, skema beasiswa di Unismuh Makassar melalui seleksi dan tidak bersifat otomatis. Pemahaman bahwa beasiswa langsung diperoleh setelah dinyatakan diterima sebagai mahasiswa, kata dia, perlu diluruskan agar calon mahasiswa memahami tahapan yang benar.

Unismuh Makassar, lanjut Muhammad Akhir, menyiapkan anggaran beasiswa internal senilai Rp 3,8 miliar. Namun, fasilitas tersebut hanya dapat diakses oleh mahasiswa yang telah resmi terdaftar serta memenuhi persyaratan akademik maupun nonakademik.

Selain beasiswa internal, Unismuh Makassar juga memfasilitasi program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari pemerintah. Ia menyebut seleksi KIP Kuliah sepenuhnya menjadi kewenangan kementerian, sedangkan kampus berperan pada aspek fasilitasi administrasi.

“Sampaikan kepada siswa bahwa Unismuh diberi kepercayaan menerima KIP Kuliah, tetapi yang menentukan lolos atau tidaknya adalah kementerian berdasarkan data dan dokumen yang dikirimkan,” kata Muhammad Akhir.

Dalam aspek teknis sosialisasi, ia meminta tim promosi aktif mendampingi siswa, terutama saat pembuatan akun pendaftaran. LPMB juga menyiapkan formulir manual bagi siswa yang tidak membawa gawai saat kegiatan berlangsung.

“Jika siswa tidak membawa handphone, kami menyiapkan formulir manual. Tim PMB yang akan memasukkan data ke sistem berdasarkan persetujuan siswa,” ujarnya.

Pesan Pimpinan Unismuh

Sementara itu, Wakil Rektor I Unismuh Makassar Prof Andi Sukri Syamsuri mengapresiasi kesiapan tim yang turun langsung ke sekolah. Ia menyebut sambutan sekolah terhadap program sosialisasi tergolong baik dan menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Menurut Prof Andis – sapaan Andi Sukri Syamsuri, penerimaan sekolah tidak datang tiba-tiba, melainkan hasil dari strategi komunikasi dan jejaring institusional yang dirawat secara konsisten.

Prof Andis juga menyinggung pentingnya silaturahmi yang berkelanjutan dengan kepala sekolah. Hubungan tersebut membuat sekolah merasa dilibatkan dan dihargai, sehingga keterbukaan terhadap kunjungan tim promosi menjadi lebih kuat.

Ia menyarankan kerja promosi tetap berbasis data. Salah satunya dengan memetakan sekolah-sekolah prioritas, berdasarkan jumlah siswa yang masuk ke Unismuh pada tahun sebelumnya.

Prof Andis juga menekankan pentingnya memberi perhatian pada sekolah-sekolah Muhammadiyah. Ia menyebut respons sekolah Muhammadiyah dalam beberapa waktu terakhir semakin baik, terlebih setelah Unismuh mulai menghadirkan siswa ke kampus dalam dua tahun terakhir sehingga interaksi sekolah–kampus menjadi lebih “bersambut”.

Wakil Rektor II Unismuh Makassar Dr Ihyani Malik menilai kerja tim PMB yang “kencang” perlu dijaga agar berdampak signifikan pada capaian penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Ia menyebut target Unismuh tahun ini dinaikkan karena adanya penambahan program studi baru.

“Kalau kemarin targetnya 5.000 yang tercapai 4.000 lebih, tahun ini mesti bertambah karena ada penambahan 11 program studi baru. Kita targetkan sampai 6.000,” kata Ihyani Malik.

Ia juga meminta tim promosi aktif “menjual” program-program studi baru yang dinilai diminati calon mahasiswa, tanpa mengabaikan program studi lainnya. “Jangan lupa sampaikan juga ada prodi-prodi baru kita, ada kedokteran gigi, ada profesi dokter, ada apoteker,” ujarnya.

Dalam arahannya, Ihyani Malik menekankan pentingnya layanan dan tindak lanjut komunikasi setelah kunjungan sekolah, termasuk merawat kanal komunikasi digital agar calon mahasiswa tetap terhubung dan merasa diperhatikan.

Melalui penyamaan persepsi ini, Unismuh Makassar menargetkan pelaksanaan Unismuh Goes to Campus Tahap 2 berjalan lebih terarah, efektif, dan transparan. Program ini diharapkan memperkuat kepercayaan calon mahasiswa sekaligus memperluas akses informasi pendidikan tinggi bagi lulusan sekolah menengah di Makassar dan Gowa.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply