Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Workshop Kurikulum ‘Aisyiyah Sulsel: Ajarkan Peserta Didik Jaga Alam Berlandaskan Nilai Spiritual

×

Workshop Kurikulum ‘Aisyiyah Sulsel: Ajarkan Peserta Didik Jaga Alam Berlandaskan Nilai Spiritual

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR – Majelis PAUD, Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah (PW) ‘Aisyiyah Sulsel bekerjasama Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA) dan Ikatan Guru Aisyiyah  Seluruh Indonesia (IGASI) Sulsel menggelar kegiatan Workshop Kurikulum PAUD ‘Aisyiyah dan Kurikulum Muhammadiyah.

Kegiatan dengan tajuk “Workshop Mengitegrasikan Ekoteologi dalam Kurikulum PAUD ‘Aisyiyah dan Kurikulum Muhammadiyah: Strategi dan Implementasi untuk Pendidik” ini dilaksanakan di Balroom Lantai I Makassar Govermant Centre, Jl. Slamet Riadi, Makassar, Rabu, 11 Februari 2026.

Ketua Majelis PAUD, Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah (PW) ‘Aisyiyah Sulsel, Prof. Dr. Hj. Lu’mu Taris, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan workshop pendidikan ini merupakan program tahunan yang intens digelar.

“Alhamdulilah peserta yang hadir 160 peserta se-sulsel, dari perwakilan satuan pendidikan mulai jenjang TK/Paud, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA,” ungkapnya.

Lanjut, Guru Besar Universitas Negeri Makassar ini menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai upaya peningkatan dan penguatan kemampuan dan komitmen guru PAUD/TK, sekolah, dan madrasah ‘Aisyiyah tentang pentingnya Mengitegrasikan Ekoteologi dalam kurikulum.

Ia menyebut bahwa workshop ini sangat penting untuk mendorong dan juga langkah strategis untuk menanamkan kesadaran lingkungan yang berlandaskan nilai-nilai spiritual sejak usia dini.

“Dengan mengintegrasikan ekoteologi yang memandang pelestarian alam sebagai bagian dari ibadah dan amanah sebagai khalifah fil ardh, anak didik di PAUD Aisyiyah tidak hanya diajarkan untuk menyayangi tanaman atau membuang sampah pada tempatnya secara mekanis, tetapi juga memahami bahwa menjaga kelestarian bumi adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Melalui integrasi kurikulum ini, pendidikan karakter religius dan etika lingkungan dapat berjalan beriringan guna membentuk generasi yang memiliki kecerdasan ekologis sekaligus spiritual yang kuat,” tuturnya.

Selain itu, workshop ini diperlukan untuk menyeleraskan visi Muhammadiyah dalam menghadapi krisis iklim global melalui jalur formal pendidikan.

“Para pendidik perlu dibekali dengan metodologi yang tepat agar konsep teologi lingkungan yang abstrak dapat diterjemahkan ke dalam kegiatan belajar mengajar yang konkret, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini,” tambahnya.

Dengan demikian, ia berharp adanya panduan kurikulum yang terintegrasi, PAUD Aisyiyah dapat menjadi pelopor dalam mencetak kader yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Sekaligus memperkuat identitas gerakan Aisyiyah yang inklusif dan progresif dalam merespons isu-isu kemanusiaan dan alam semesta,” harapnya.

Terpisah, disampaikan Ketua PW ‘Aisyiyah Sulsel Dr. Mahmudah, M.Hum menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak telah mensukseskan kegiatan yang sangat bermanfaat ini, terkhusus bagi Tim Majelis PAUD Dasmen yang luar biasa.

“Ini menjadi langkah strategis menanamkan nilai-nilai Islam berkemajuan sehingga menjadi bekal untuk mencetak generasi emas 2045 mendatang” ungkapnya.

Dengan demikian, ia berharap usai workshop ekoteologi ini para peserta mampu mengaktulisasikan dalam dunia nyata dimasing-masing sekolah/madrasah sehingga integrasi mampu dipahami para peserta didik.

“Bukan hanya kuasai teori, tapi kita berharap aplikasi langsung, agar peserta didik kita paham secara menyeluruh,” harapnya.

Diketahui, workshop ini menyajikan beberapa materi diantaranya Konsep Growth Mindset dalam Ekoteologi dan konrit implementasinya dalam pembelajaran oleh  Dr. Dien Nurmarina Malik Fadjar, M.A dan materi  Implementasi Ekoteologi berbasis AIK dalam Kurikulum PAUD ‘Aisyiyah & Muhammadiyah oleh Prof. Dr. Herwina Bahar, MA.

Dalam Workshop Kurikulum PAUD ‘Aisyiyah dan Kurikulum Muhammadiyah ini juga dirangkaikan penyerahan penghargaan guru berprestasi ‘Aisyiyah tingkatan (TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA) tahun 2026 dan launching pusat PAUD Percontohan PW Aisyiyah Sulsel kerjasama Taman Kanak-kanak Aisyiyah 2 Perumnas, Program Study Pendidikan Guru PAUD Unismuh Makassar dan PKBM Aisyiyah 01 Ar-raudah Makassar.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply