Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Ketua PW Muhammadiyah Sulsel Sosialisasikan KHGT di Rujab Gubernur

×

Ketua PW Muhammadiyah Sulsel Sosialisasikan KHGT di Rujab Gubernur

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Kultum di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan menjadi momentum bagi Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel, Prof. Ambo Asse, untuk mengajak umat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus menyosialisasikan penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dalam penentuan awal bulan Hijriah.

Ceramah menjelang buka puasa itu disampaikan Prof. Ambo Asse di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Makassar, Ahad, 8 Maret 2026.

Hadir Gubernur Sulawesi Selatan, Sudirman Sulaiman, Wakil Ketua Umum MUI Sulsel, Prof. Mustari Bosra, Bendahara PWNU Sulsel, dr. Fadli Ananda.

Di hadapan jamaah, ia menekankan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup bagi manusia, terutama bagi mereka yang sungguh-sungguh ingin menapaki jalan takwa.

“Al-Qur’an itu hudan linnas, petunjuk bagi manusia. Tetapi petunjuk itu akan benar-benar dirasakan oleh orang yang ingin bertakwa kepada Allah,” kata Ambo Asse.

Ia menjelaskan, ketakwaan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga dengan memperkuat tauhid dan menjauhkan diri dari segala bentuk kemusyrikan. Dalam kehidupan sehari-hari, menurutnya, masih ada praktik-praktik yang berpotensi menjerumuskan seseorang pada keyakinan yang menyimpang dari ajaran Islam.

“Kalau seseorang meyakini ada kekuatan pada benda tertentu yang menentukan nasibnya, itu sudah masuk pada perbuatan yang mendekati kesyirikan,” ujarnya.

Prof. Ambo Asse juga mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat keimanan, memperbanyak ibadah, serta menjaga istiqamah dalam menjalankan ajaran agama. Ia mengingatkan bahwa orang yang telah mengikrarkan syahadat pada dasarnya telah berada di jalan lurus, tetapi tetap harus menjaga perilaku agar tidak menyimpang dari tuntunan Islam.

Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, ia menyebut bahwa Ramadan adalah bulan yang penuh peluang ampunan bagi orang-orang yang berpuasa dengan iman dan keikhlasan.

“Siapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan iman dan penuh harapan kepada Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni,” katanya.

Sosialisasi KHGT

Dalam kultum tersebut, Ambo Asse juga memaparkan perkembangan penting dalam manhaj Muhammadiyah terkait penentuan awal bulan Hijriah. Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah kini mengadopsi Kalender Hijriah Global Tunggal sebagai ikhtiar menyatukan penanggalan Islam secara lebih luas.

Menurut dia, Muhammadiyah tidak lagi semata menggunakan kriteria wujudul hilal, melainkan beralih pada kriteria imkanur rukyat dengan standar tertentu serta menggunakan matlak global sebagai acuan internasional.

“Sekarang Muhammadiyah menggunakan kriteria imkanur rukyat, yakni posisi hilal minimal lima derajat di atas ufuk dengan elongasi delapan derajat, serta menggunakan matlak global,” kata Ambo Asse.

Ia menjelaskan, perubahan tersebut merupakan tindak lanjut dari forum internasional negara-negara Islam yang berlangsung di Turki pada 2016. Dalam forum itu, sekitar 150 negara terlibat membahas kemungkinan penerapan kalender Hijriah global untuk menyatukan waktu ibadah umat Islam di berbagai belahan dunia.

Dari jumlah tersebut, sekitar 80 negara disebut menyatakan dukungan terhadap gagasan penyatuan kalender Hijriah secara global.

“Tujuannya adalah agar umat Islam di seluruh dunia dapat memiliki keseragaman waktu ibadah, termasuk dalam penentuan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha,” ujarnya.

Muhammadiyah, lanjutnya, mulai menerapkan kalender Hijriah global itu pada 1447 Hijriah, setelah melalui serangkaian kajian, diskusi, dan penelitian yang mendalam oleh Majelis Tarjih dan Tajdid.

Di akhir ceramah, Ambo Asse mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat komunikasi sosial, dan merawat kedamaian sebagai bagian dari tanggung jawab bersama membangun Sulawesi Selatan.

“Marilah kita memelihara negeri ini, memelihara Sulawesi Selatan dengan memperkuat persatuan dan menjaga komunikasi yang baik di antara sesama,” ujarnya.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply