KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan menyiapkan tenaga pengelola data organisasi melalui Training of Trainer (ToT) SatuMu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memperkuat tata kelola data persyarikatan dari tingkat wilayah hingga ranting.
ToT SatuMu dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.
Peserta kegiatan berasal dari unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan, Majelis Pustaka dan Informasi PDM, LPCR/LPCRM PDM, serta agen dan verifikator SatuMu PDM se-Sulawesi Selatan. Sebagian peserta mengikuti kegiatan secara luring, sementara unsur tertentu mengikuti secara daring.
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sulsel, Dr Hadisaputra, mengatakan SatuMu atau Satu Data Muhammadiyah tidak semata-mata dipahami sebagai aplikasi. Menurut dia, SatuMu merupakan instrumen penting untuk membangun basis data organisasi yang lebih rapi, valid, dan dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.
”Tantangan organisasi besar seperti Muhammadiyah bukan hanya memperluas amal usaha atau kegiatan, melainkan juga memastikan data organisasi tertata dengan baik. SatuMu menjadi jalan untuk memperkuat tata kelola itu,” kata Hadi, Jumat, 12 Juni 2026.
SatuMu merupakan platform digital Persyarikatan Muhammadiyah yang mengintegrasikan sejumlah layanan organisasi. Di dalamnya terdapat pengelolaan data keanggotaan, iuran, layanan administrasi, hingga Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) .
Melalui DOM, struktur organisasi Muhammadiyah dari pusat, wilayah, daerah, cabang, hingga ranting dapat dipetakan dalam satu sistem. Karena itu, peran agen dan verifikator di daerah menjadi penting untuk memastikan data yang masuk benar, lengkap, dan sesuai dengan struktur organisasi.
Hadi menambahkan, penguatan SatuMu di Sulawesi Selatan tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan organisasi untuk bekerja lebih efisien. Selama ini, sebagian data organisasi masih tersebar di banyak tempat dan belum sepenuhnya terintegrasi.
”Jika data tidak tertib, kebijakan juga bisa kurang tepat. Karena itu, pelatihan ini diarahkan agar pengelola di daerah, cabang, dan ranting memiliki kemampuan teknis sekaligus kesadaran menjaga kedaulatan data Persyarikatan,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, peserta akan mendapatkan materi dari MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Tim LabsMu Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Materi yang disiapkan meliputi pengantar SatuMu, pengoperasian sistem informasi manajemen SatuMu, praktik manajemen data DOM, KYC pembukaan rekening, serta praktik layanan E-KTAM.
Peserta luring diminta membawa surat tugas sebagai agen atau verifikator, laptop, serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sampai selesai. Ketentuan ini diperlukan karena pelatihan tidak hanya berupa paparan, tetapi juga praktik pengoperasian sistem.
Berdasarkan Term of Reference kegiatan, ToT SatuMu memiliki sejumlah tujuan. Di antaranya mendorong perubahan tata sistem dari manual ke digital terpadu, memberi edukasi praktis kepada pengelola data, memastikan satu data Muhammadiyah yang akurat, serta menjadikan data sebagai dasar pengambilan kebijakan yang cepat dan tepat.
Bagi Muhammadiyah, digitalisasi data menjadi bagian dari kebutuhan organisasi modern. Dengan jumlah struktur, anggota, dan amal usaha yang besar, sistem data yang terpadu diperlukan agar pelayanan organisasi berjalan lebih transparan dan akuntabel.
Hadisaputra berharap ToT SatuMu di Sulawesi Selatan menghasilkan pengelola data yang tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga memiliki komitmen menjaga keamanan dan ketepatan data.
”Kita ingin digitalisasi ini berjalan sampai ke akar organisasi. Cabang dan ranting perlu menjadi bagian dari ekosistem data yang sama sehingga Muhammadiyah dapat bergerak dengan informasi yang lebih akurat,” katanya.
Pelaksanaan ToT SatuMu ini sekaligus menandai konsolidasi awal penguatan satu data Muhammadiyah di Sulawesi Selatan. Setelah pelatihan, agen dan verifikator diharapkan dapat mendampingi proses pendataan dan verifikasi di daerah masing-masing.




















