Scroll untuk baca artikel
Berita

Kuliah Maestro di Fort Rotterdam, Mahasiswa PGPAUD Unismuh Dalami Seni Lukis dan Identitas Budaya

×

Kuliah Maestro di Fort Rotterdam, Mahasiswa PGPAUD Unismuh Dalami Seni Lukis dan Identitas Budaya

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR— Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar kuliah maestro bersama pelukis terkenal Makassar, Zaenal Beta, di kawasan Benteng Fort Rotterdam, Jumat, 15 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk mengenal seni lukis, kebudayaan lokal, dan pentingnya memperkenalkan identitas budaya kepada anak sejak usia dini.

Zaenal Beta menegaskan bahwa karya seni lukis baginya bukan sekadar ekspresi visual, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan kebudayaan.

“Melalui karya-karya saya, saya ingin menyampaikan bahwa budaya kita perlu diangkat. Siapa lagi yang akan mengangkat budaya daerah masing-masing kalau bukan kita sendiri,” ungkapnya.

Menurut Zaenal, kemajuan teknologi tidak boleh membuat generasi muda melupakan akar budayanya. Justru, teknologi harus menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada generasi berikutnya.

Ia juga menyebut Benteng Fort Rotterdam sebagai ruang yang sangat berpengaruh dalam proses kreatif dan pembelajaran seni. Bagi Zaenal, Fort Rotterdam tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menjadi tempat penting untuk membina generasi agar lebih mengenal sejarah dan identitas kebudayaan Makassar.

“Di Rotterdam ini ada sejarah, ada nilai sosial, dan di sinilah generasi harus dibina untuk mengenal sejarah serta kehadiran budaya yang hidup di sekitarnya,” jelasnya.

Zaenal Beta juga menekankan pentingnya memperkenalkan seni lukis kepada anak usia dini. Menurutnya, anak-anak perlu dikenalkan pada dasar-dasar seni agar tidak kehilangan identitas kebudayaan sendiri.

Ia menjelaskan, pembelajaran seni untuk anak dapat dimulai dari hal sederhana, seperti membuat garis, coretan, lalu mengajak anak menemukan bentuk atau objek dari garis tersebut.

“Kita buat satu garis untuk mendapatkan satu bentuk. Misalnya anak mencoret, setelah itu kita suruh cari objek apa yang ada dalam garisan itu,” tuturnya.

Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah, Makmun, M.Pd., menyampaikan bahwa kuliah maestro ini menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa PGPAUD Unismuh Makassar. Menurutnya, calon guru PAUD harus memiliki kepekaan seni dan budaya agar mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi anak.

“Kegiatan ini memberi pengalaman langsung kepada mahasiswa bahwa seni lukis dapat menjadi media pendidikan karakter, kreativitas, dan pengenalan budaya sejak usia dini. Mahasiswa PGPAUD perlu memahami bahwa anak belajar bukan hanya melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman, warna, bentuk, garis, dan lingkungan budaya di sekitarnya,” ujar Makmun.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkaya wawasan mahasiswa dalam merancang pembelajaran berbasis seni dan budaya lokal.

Melalui kuliah maestro ini, mahasiswa PGPAUD Unismuh Makassar tidak hanya belajar tentang teknik seni lukis, tetapi juga memahami bahwa seni merupakan jalan untuk menjaga identitas, mengenalkan sejarah, dan menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply