Scroll untuk baca artikel
Berita

Rektor ITBM dan Ketua PDM Polman Dorong Kader IMM Berintegritas dalam Pembukaan DAD Akbar IV

×

Rektor ITBM dan Ketua PDM Polman Dorong Kader IMM Berintegritas dalam Pembukaan DAD Akbar IV

Share this article

KHITTAH.CO, POLEWALI MANDAR — Darul Arqam Dasar (DAD) Akbar IV yang diselenggarakan oleh tiga Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar resmi dibuka pada Kamis, 2 Juli 2026. Dalam pembukaan tersebut, Rektor ITBM Polewali Mandar, Dr. Nursahdi Saleh, menegaskan bahwa DAD merupakan ruang pembentukan kader intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga beriman, berakhlak, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Kegiatan pembukaan berlangsung khidmat di Aula ITBM Polewali Mandar dan dihadiri oleh pimpinan universitas beserta sivitas akademika, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Polewali Mandar, Pimpinan Cabang IMM Polewali Mandar, serta pengurus organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.

Pelaksanaan DAD Akbar IV akan berlangsung pada 2–7 Juli 2026 di Masjid Nurul Yaqin, Ranting Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, dengan diikuti puluhan mahasiswa sebagai peserta kaderisasi dasar IMM.

Dalam sambutannya, Dr. Nursahdi Saleh menyampaikan apresiasi kepada IMM ITBM Polewali Mandar yang secara konsisten menyelenggarakan proses kaderisasi.

“Atas nama pimpinan universitas, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IMM Komisariat ITBM Polewali Mandar yang konsisten menyelenggarakan Darul Arqam Dasar. Darul Arqam bukan sekadar pengkaderan. Ini adalah rumah pertama kaderisasi. Di sinilah mahasiswa ditempa dalam tiga hal, yaitu iman, ilmu, dan amal saleh yang juga menjadi ruh Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, pilihan mahasiswa untuk mengikuti proses kaderisasi merupakan langkah penting di tengah tantangan era digital dan budaya instan yang berkembang saat ini.

“Saya bangga melihat semangat mahasiswa. Di tengah arus digital dan budaya instan, adik-adik memilih jalan panjang, yaitu belajar Islam, belajar organisasi, dan belajar menjadi pemimpin. Itu pilihan yang tidak semua mahasiswa berani ambil,” katanya.

Rektor juga berpesan agar peserta DAD mampu menjadi intelektual yang beriman dengan menggabungkan kecerdasan akademik dan kekuatan moral. Ia menekankan pentingnya menjadi kader Muhammadiyah yang kritis, terbuka terhadap ilmu pengetahuan, serta mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan peserta untuk menjadi pemimpin yang dekat dengan rakyat, menjaga ukhuwah, serta membangun militansi yang diwujudkan melalui konsistensi dalam beribadah, belajar, dan berorganisasi.

“Militan bukan berarti kasar, tetapi konsisten. Konsisten dalam salat, membaca, dan berorganisasi meski di tengah berbagai kesibukan akademik,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PDM Polewali Mandar, Abd. Azis Ghozal, turut menyampaikan apresiasi kepada tiga Komisariat IMM ITBM Polewali Mandar yang telah berikhtiar menyelenggarakan DAD Akbar IV.

“Darul Arqam Dasar adalah gerbang awal pengkaderan IMM. Dari sinilah benih ideologi, spirit tajdid, dan karakter kader Muhammadiyah ditempa,” ujarnya.

Ia menilai tema yang diusung pada DAD kali ini, yakni mengusahakan kader yang berintegritas dan berkemajuan, sangat relevan dengan kebutuhan IMM saat ini.

Menurutnya, integritas merupakan keselarasan antara pikiran, ucapan, dan tindakan yang dilandasi nilai kejujuran, konsistensi, serta moralitas. Kader IMM, kata dia, tidak cukup hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga harus kokoh secara moral.

“Di tengah tantangan hoaks, pragmatisme, dan krisis keteladanan, integritas menjadi benteng utama kader IMM,” katanya.

Selain integritas, Abd. Azis Ghozal menegaskan pentingnya karakter berkemajuan yang menjadi ciri khas gerakan Muhammadiyah. Berkemajuan, menurutnya, berarti berani berpikir kritis, terbuka terhadap ilmu pengetahuan, dan mampu menghadirkan solusi atas persoalan umat.

“Kader IMM bukan hanya mengkritik, tetapi juga memberikan solusi. Bukan hanya aktif berdiskusi di forum, tetapi juga hadir menyelesaikan persoalan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid menjadikan Islam sebagai fondasi utama dalam seluruh gerakannya untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Pembukaan DAD Akbar IV ini menjadi momentum penting dalam memperkuat proses kaderisasi IMM di lingkungan ITBM Polewali Mandar, sekaligus menyiapkan generasi muda Muhammadiyah yang berintegritas, berkemajuan, dan siap mengabdi kepada umat, bangsa, dan persyarikatan.

 

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UIAD

Leave a Reply