Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

SMA Muhammadiyah 7 Makassar Gelar FORTASI 2026, Tanamkan Karakter Islami dan Budaya Peduli Lingkungan

×

SMA Muhammadiyah 7 Makassar Gelar FORTASI 2026, Tanamkan Karakter Islami dan Budaya Peduli Lingkungan

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — SMA Muhammadiyah 7 Makassar menggelar Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) yang dirangkaikan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini mengusung tema “Bersama Kita Wujudkan Insan yang Cerdas dan Berkarakter” dengan memadukan penguatan karakter Islami, kedisiplinan, serta edukasi kepedulian terhadap lingkungan sebagai bekal awal bagi siswa memasuki kehidupan sekolah.

Pembukaan FORTASI/MPLS dilaksanakan melalui upacara bendera di halaman sekolah, Senin. Kepala SMA Muhammadiyah 7 Makassar, Sabri, S.Pd., bertindak sebagai pembina upacara sekaligus secara resmi membuka rangkaian kegiatan.

Seluruh petugas upacara merupakan siswa SMA Muhammadiyah 7 Makassar. Suasana pembukaan semakin semarak ketika pembawa acara memandu kegiatan menggunakan tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris, di bawah pendampingan guru mata pelajaran bahasa.

Sejumlah penampilan siswa turut memeriahkan pembukaan, di antaranya atraksi Pencak Silat Tapak Suci dan demonstrasi Kepanduan Hizbul Wathan (HW). Penampilan tersebut menjadi representasi pengembangan bakat sekaligus penguatan karakter khas sekolah Muhammadiyah.

Dalam amanatnya, Sabri menegaskan bahwa FORTASI bukan sekadar kegiatan mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga menjadi proses awal pembentukan karakter, kedisiplinan, dan penanaman nilai-nilai keislaman.

“FORTASI bukan sekadar pengenalan fisik sekolah, melainkan momentum awal pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penanaman nilai-nilai keislaman bagi calon pelajar Muhammadiyah,” ujarnya.

Usai upacara, peserta mengikuti sesi perkenalan dengan guru dan siswa, dilanjutkan pelaksanaan Salat Dhuha berjamaah. Selanjutnya, siswa memperoleh materi mengenai visi dan misi sekolah yang disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah, tata tertib sekolah oleh tim kesiswaan, serta Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) yang dipaparkan oleh Novi. Materi tersebut bertujuan memperkenalkan budaya sekolah sekaligus membentuk karakter pelajar Muhammadiyah yang berakhlak mulia.

Pada hari kedua, panitia menghadirkan Lurah Rappokalling sebagai narasumber eksternal untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Kehadiran pemerintah setempat menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat kesadaran lingkungan sejak masa orientasi siswa.

Dalam pemaparannya, Lurah Rappokalling menjelaskan pentingnya mengenali jenis-jenis sampah, meliputi sampah organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi dasar bagi siswa dalam menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Ia juga mengajak siswa menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari, memanfaatkan barang bekas menjadi tempat sampah, membiasakan memilah sampah sesuai jenisnya, hingga mendukung program Sedekah Sampah Jumat sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis.

Selain itu, Lurah Rappokalling mendorong agar setiap ruang kelas dilengkapi fasilitas tempat sampah yang memadai sehingga budaya hidup bersih dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Melalui rangkaian FORTASI/MPLS ini, SMA Muhammadiyah 7 Makassar berharap peserta didik baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang unggul secara akademik, berkarakter Islami, disiplin, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply