
KHITTAH.CO, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mempercepat konsolidasi data capaian Indikator Kinerja Utama atau IKU 2026. Seluruh program studi diminta segera melengkapi data dan bukti fisik capaian, terutama terkait kelulusan tepat waktu, tracer study, prestasi mahasiswa, publikasi bereputasi, serta akreditasi unggul.
Rapat koordinasi pengisian IKU 2026 itu digelar di Aula Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unismuh Makassar, Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan diikuti pimpinan universitas, fakultas, program studi, lembaga, badan, dan pusat di lingkungan Unismuh Makassar.
Agenda tersebut menjadi bagian dari pemenuhan kontrak kinerja antara Rektor Unismuh Makassar dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kontrak kinerja itu ditandatangani pada 5 Januari 2026 dan menjadi dasar arah kinerja universitas tahun ini.
Rektor Unismuh Makassar Dr Abd Rakhim Nanda mengatakan, pemenuhan IKU tidak bisa hanya dibebankan kepada pimpinan universitas. Data utama justru berada di program studi dan unit kerja. Karena itu, seluruh unsur kampus diminta bergerak bersama.
”Arah kinerja tahun 2026 telah ditetapkan kementerian berdasarkan IKU. Ada indikator wajib dan ada indikator pilihan. Semua yang telah disepakati harus dipenuhi,” kata Rakhim dalam arahannya.
Salah satu indikator utama yang menjadi perhatian ialah angka efisiensi edukasi perguruan tinggi. Indikator ini diukur dari kelulusan tepat waktu mahasiswa pada jenjang D-3, S-1, S-2, dan S-3. Untuk tahun 2026, Unismuh Makassar menargetkan rata-rata kelulusan tepat waktu sebesar 50,5 persen.
Menurut Rakhim, batas waktu pelaporan capaian IKU semakin dekat. Universitas diberi waktu hingga 10 Juni 2026 untuk melengkapi data. Namun, data dari program studi diharapkan sudah rampung lebih awal agar Badan Perencanaan memiliki waktu untuk memeriksa, menyusun tautan bukti, dan mengunggah dokumen.
Prodi Diminta Bergerak Cepat
Wakil Rektor IV Unismuh Makassar Dr Burhanuddin menegaskan, kampus sudah memasuki triwulan kedua pelaporan IKU. Sejumlah capaian mulai terlihat, tetapi sebagian program studi masih harus mengejar ketertinggalan.
”Ini tanggung jawab bersama. Kalau sebelumnya kelulusan tepat waktu lebih banyak dilihat dalam konteks akreditasi, tahun ini capaian itu masuk IKU dan ditandatangani langsung oleh rektor,” ujar Burhanuddin.
Dari data yang dipaparkan dalam rapat, sejumlah program studi telah mencatat capaian kelulusan tepat waktu yang relatif baik. Pada jenjang S-1, Program Studi Hukum Keluarga dan Agribisnis masing-masing mencapai 55 persen. Program Studi Manajemen mencatat 254 mahasiswa lulus tepat waktu dari 462 mahasiswa angkatan sasaran. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar mencatat 176 mahasiswa lulus tepat waktu dari 334 mahasiswa. Meski demikian, sejumlah program studi lain masih berada di bawah target.
Untuk program studi bidang kesehatan, kelulusan tepat waktu tidak harus menunggu ujian kompetensi. Mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh beban studi atau nol SKS dapat dilaporkan sebagai bagian dari capaian kelulusan tepat waktu, sepanjang didukung dokumen akademik yang sah.
Tracer Study Lampaui Target
Selain kelulusan tepat waktu, Unismuh Makassar juga mengejar capaian lulusan yang bekerja, melanjutkan studi, atau berwirausaha dalam satu tahun setelah lulus. Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, capaian tracer study telah mencapai 80 persen, melampaui target 60 persen.
Meski demikian, data tersebut tetap harus dilengkapi dengan bukti pendukung. Program studi diminta menyiapkan data lulusan, status pekerjaan, wirausaha, atau kelanjutan studi, disertai dokumen yang dapat diverifikasi.
Kampus juga menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa yang berkegiatan di luar program studi. Kegiatan yang dapat dilaporkan meliputi magang atau praktik kerja, pertukaran pelajar, penelitian, riset, program mahasiswa berdampak, dan prestasi mahasiswa. Setiap data harus memuat identitas mahasiswa, mitra kegiatan, periode, tingkat kegiatan, serta tautan bukti.
Untuk kegiatan magang, praktik kerja lapangan, PPL, KKP, dan kegiatan sejenis, program studi diminta menyesuaikan pelaporan berdasarkan triwulan. Data triwulan pertama mencakup Januari-Maret 2026, sedangkan triwulan kedua mencakup April-Juni 2026.
Publikasi Bereputasi dan SDGs
Pada bidang inovasi dan riset, Unismuh Makassar menargetkan 200 publikasi internasional bereputasi pada 2026. Hingga rapat berlangsung, capaian sementara baru 70 publikasi. Namun, pimpinan universitas optimistis target tersebut dapat tercapai karena pada tahun sebelumnya capaian publikasi melampaui target.
Untuk publikasi kategori top tier, target ditetapkan 60 persen, dengan capaian sementara sekitar 10 persen. Adapun publikasi kuartil satu atau Q1 telah melampaui target, yakni 32,80 persen dari target 25 persen.
Universitas juga mendorong peningkatan penelitian kolaboratif internasional serta luaran kerja sama dengan industri, startup, lembaga pemerintah, dan mitra lain. Luaran itu dapat berupa artikel ilmiah, buku, book chapter, pedoman, monograf, atau karya rujukan kolaboratif. Setiap luaran diminta mencantumkan bentuk keterlibatan mitra, status publikasi, DOI atau ISBN, serta bukti pendukung.
Di sisi lain, Unismuh Makassar terus memperkuat kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals. Keterlibatan kampus dalam SDGs juga berkaitan dengan pemeringkatan internasional, termasuk Times Higher Education Impact Rankings.
Capaian Akreditasi Prodi dan IKU
Capaian akreditasi program studi menjadi fokus lain dalam rapat tersebut. Unismuh Makassar menargetkan 50 persen program studi berstatus unggul pada akhir 2026. Target itu dinilai menantang karena sebagian program studi masih berstatus baik sekali dan harus segera menyiapkan reakreditasi.
Tahun lalu, sebenarnya capaian Akreditasi prodi telah lebih dari 50 persen, namun sepanjang tahun 2026, Unismuh menambah belasan prodi. Jumlah prodi di Unismuh kini mencapai 73 prodi.
Burhanuddin mengatakan, capaian IKU dan akreditasi kini semakin berkaitan. Ke depan, indikator IKU diperkirakan akan menjadi bagian penting dalam penilaian akreditasi program studi.
”Tahun ini ada dua target yang harus dicapai, yaitu akreditasi dan ketercapaian IKU. Keduanya harus berjalan bersama,” katanya.
Pimpinan universitas meminta seluruh program studi segera menandatangani, mengesahkan, dan mengunggah dokumen pendukung sesuai format yang telah disiapkan. Dokumen tersebut antara lain berita acara yudisium, daftar mahasiswa lulus tepat waktu, data tracer study, data kegiatan mahasiswa di luar program studi, sertifikat prestasi, laporan kegiatan, dokumen kerja sama, serta bukti publikasi.
Rapat koordinasi itu ditutup dengan penegasan bahwa pemenuhan IKU bukan sekadar urusan administratif. Capaian tersebut akan menjadi ukuran kinerja institusi di tingkat nasional sekaligus dasar penguatan mutu akademik Unismuh Makassar.




















