KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar tes tulis dan wawancara gelombang pertama bagi calon mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, Sabtu, 6 Juni 2026, di Aula FKIK, Balai Sidang Lantai 2, Kampus Unismuh Makassar.
Kegiatan seleksi ini diikuti calon mahasiswa yang diutus sejumlah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dari berbagai daerah. Berdasarkan data panitia, total pendaftar mencapai 74 orang. Dari jumlah itu, 57 orang hadir mengikuti tes, terdiri atas 33 putra dan 24 putri, sementara 17 orang lainnya tidak mengikuti tes.
Direktur PUTM Unismuh Makassar, Dr. KH. Abbas Baco Miro, Lc., MA., mengatakan seleksi mahasiswa baru ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan kader ulama tarjih Muhammadiyah yang memiliki dasar keilmuan agama, kemampuan bahasa, serta komitmen dakwah.
“PUTM hadir untuk melahirkan kader ulama yang tidak hanya memiliki hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memahami manhaj tarjih, menguasai ilmu-ilmu keislaman, dan siap mengabdi di persyarikatan,” ujar Abbas Baco Miro.
Seleksi calon mahasiswa baru PUTM meliputi tes tertulis dan wawancara. Materi tes tertulis mencakup Bahasa Arab, Tafsir, Ulumul Hadis, Kemuhammadiyahan, Manhaj Tarjih, dan Bahasa Inggris. Adapun wawancara diarahkan untuk penguatan komitmen serta identifikasi awal kompetensi calon mahasiswa baru.
Berdasarkan rundown kegiatan, registrasi peserta dimulai pukul 07.00 WITA, dilanjutkan rangkaian tes tulis hingga siang hari, wawancara kelompok pada pukul 13.00–16.00 WITA, evaluasi, lalu penutupan.
Abbas menambahkan, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan perhatian PDM terhadap kaderisasi ulama masih sangat besar. Ia berharap calon mahasiswa yang lulus seleksi nantinya mampu menjadi kader yang memperkuat dakwah Muhammadiyah di daerah masing-masing.
“Para peserta ini adalah amanah dari daerah. Karena itu, proses seleksi dilakukan secara serius agar PUTM benar-benar menerima calon mahasiswa yang memiliki potensi, kesungguhan, dan kesiapan mengikuti pembinaan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Direktur PUTM Unismuh Makassar, Dr. Ahmad Nasir, menjelaskan bahwa peserta seleksi berasal dari berbagai PDM, antara lain Sinjai, Gowa, Bone, Pangkep, Wajo, Enrekang, Maros, Bantaeng, Kota Makassar, Bulukumba, Luwu Utara, Parepare, Palopo, Kolaka, Jeneponto, Takalar, Lombok Tengah, Barru, serta Sulawesi Tenggara dan NTT.
“Data ini menunjukkan PUTM semakin dipercaya sebagai tempat pengaderan ulama muda Muhammadiyah. Pendaftar tidak hanya berasal dari Sulawesi Selatan, tetapi juga dari luar daerah,” kata Ahmad Nasir.
Dari sisi hafalan Al-Qur’an, calon mahasiswa baru PUTM tahun ini juga menunjukkan capaian yang beragam. Tercatat 13 pendaftar memiliki hafalan 30 juz, terdiri atas 9 putra dan 4 putri. Selain itu, 5 orang memiliki hafalan 20–25 juz, 14 orang memiliki hafalan 10–20 juz, dan 15 orang memiliki hafalan 5–10 juz.
Ahmad Nasir mengatakan kemampuan hafalan menjadi salah satu modal penting, tetapi PUTM tetap menilai aspek lain seperti kemampuan akademik, pemahaman keislaman, bahasa, kepribadian, dan komitmen mengikuti proses pendidikan.
“Hafalan Al-Qur’an menjadi kekuatan awal, tetapi di PUTM mereka akan ditempa lagi dengan ilmu tafsir, hadis, tarjih, bahasa Arab, dan wawasan keulamaan. Tujuannya agar lahir kader yang matang secara ilmu dan akhlak,” ujarnya.
Melalui seleksi ini, PUTM Unismuh Makassar berharap dapat menjaring calon mahasiswa terbaik untuk mengikuti pendidikan kader ulama tarjih pada tahun akademik 2026/2027.




















