Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Dekan FAI Unismuh Tekankan Etika dan Disiplin Peserta PKL

×

Dekan FAI Unismuh Tekankan Etika dan Disiplin Peserta PKL

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar membekali 173 mahasiswa sebelum mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun Akademik 2025/2026. Pembekalan digelar di Balai Sidang Lantai 2, Ruang Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unismuh, Sabtu, 25 Juli 2026.

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Hukum Keluarga atau Ahwal Syakhshiyah, serta Komunikasi dan Penyiaran Islam. Mereka dipersiapkan untuk menerapkan ilmu, menjaga etika profesi, dan membawa nilai-nilai Islam serta Kemuhammadiyahan selama menjalani PKL di berbagai instansi.

Dekan FAI Unismuh, Dr Amirah Mawardi, S.Ag., M.Si., mengatakan, PKL merupakan mata kuliah berbobot empat satuan kredit semester yang menjadi salah satu tahap penting sebelum mahasiswa menyusun skripsi. Melalui PKL, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh di ruang kuliah dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.

“Praktik Kerja Lapangan adalah salah satu program yang mempersyaratkan kemampuan aplikatif dan terpadu dari seluruh pengalaman belajar selama kuliah,” kata Amirah saat menyampaikan materi “Hakikat Muhammadiyah dan Etika Pergaulan”.

Menurut Amirah, keberhasilan PKL tidak cukup diukur dari lamanya mahasiswa berada di tempat praktik. Hal yang lebih penting ialah kemampuan mahasiswa membaca kebutuhan lembaga, menyusun solusi, dan menunjukkan kompetensi sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Karena itu, ia meminta mahasiswa melakukan observasi sebelum menyusun program kerja. Program yang dijalankan harus berangkat dari kebutuhan instansi, bukan semata-mata dibuat untuk memenuhi kewajiban akademik.
Amirah juga mendorong mahasiswa meninggalkan karya yang dapat digunakan setelah masa PKL berakhir. Kontribusi itu dapat berbentuk pembenahan administrasi, pengembangan media informasi, inovasi pelayanan, atau karya lain yang sesuai dengan kebutuhan lembaga.

Selain kompetensi akademik, pembekalan menempatkan disiplin sebagai fondasi profesionalisme. Amirah mengingatkan bahwa kebiasaan datang tepat waktu merupakan indikator awal kesiapan mahasiswa memasuki budaya kerja.

“Kalau nanti di PKL terbiasa datang terlambat, pasti nanti di tempat magangnya juga begitu,” ujarnya. Ia meminta mahasiswa memperbaiki kebiasaan kurang disiplin karena sikap tersebut turut menjadi perhatian dan penilaian lembaga mitra.

Amirah menegaskan, mahasiswa tidak hanya datang sebagai peserta magang, tetapi juga membawa nama Unismuh. Perilaku seorang mahasiswa, menurut dia, dapat memengaruhi citra program studi, fakultas, bahkan universitas secara keseluruhan.

Atas dasar itu, mahasiswa diminta menjaga penampilan, kesantunan berkomunikasi, tanggung jawab, serta kemampuan mengendalikan emosi. Mereka juga perlu menghormati peraturan dan budaya kerja yang berlaku di setiap instansi.

Nilai keislaman, lanjut Amirah, tidak cukup ditunjukkan melalui simbol dan atribut. Identitas tersebut harus tampak dalam kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, kemampuan bekerja sama, serta kesediaan memberi manfaat kepada lingkungan.

“Kalian diutus ke tempat lokasi menjadi rahmat. Jangan menjadi laknat. Kalau menjadi laknat, disuruh pulang,” kata Amirah.

Ia menjelaskan, keberadaan mahasiswa harus membantu, bukan menambah persoalan bagi lembaga penerima. Mahasiswa juga perlu menjaga hubungan baik agar kerja sama antara FAI Unismuh dan instansi mitra dapat terus berlanjut.

Dalam materinya, Amirah turut mengingatkan kembali hakikat Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, gerakan dakwah, dan gerakan tajdid. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi landasan mahasiswa dalam bekerja, bergaul, serta menghadirkan pembaruan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Amirah juga mengajak para peserta meluruskan niat sebelum berangkat ke lokasi PKL. Menurut dia, kegiatan akademik tersebut perlu ditempatkan sebagai bagian dari ibadah sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
“Apa-apa yang harus Anda niatkan ketika berpraktik, niat beribadah, niat ikhlas karena Allah,” pesannya.

Rangkaian pembekalan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 Wita. Selain materi dari dekan, mahasiswa menerima materi manajemen pelayanan publik, prosedur beracara dan pendampingan perkara di pengadilan agama, serta teknik penulisan berita bagi reporter mahasiswa atau citizen reporter.

Materi manajemen pelayanan publik disampaikan Muhammad Asyrofi, S.Pd.I., sedangkan prosedur beracara dan pendampingan perkara dibawakan Syamsu Alam, S.H., M.H. Kepala Hubungan Masyarakat Unismuh, Dr Hadisaputra, S.Pd., M.Si., membawakan materi teknik penulisan berita untuk mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Dalam sesi penutup, panitia menyampaikan panduan pelaksanaan PKL kepada peserta. Panduan itu menjadi acuan mahasiswa dalam menjalankan kegiatan, menyusun program kerja, berkoordinasi dengan pendamping, serta menyiapkan laporan setelah praktik berakhir.

Sebanyak 173 mahasiswa selanjutnya akan ditempatkan di sejumlah instansi sesuai bidang keilmuan masing-masing selama sekitar satu bulan. FAI Unismuh berharap mereka tidak hanya menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga tumbuh menjadi calon profesional yang adaptif, berintegritas, dan berkarakter Islami.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UNISMUH MAKASSAR

Leave a Reply