Scroll untuk baca artikel
Berita

Dosen Unismuh Perkuat Pembelajaran Mendalam di SMP Muhammadiyah 14 Makassar

×

Dosen Unismuh Perkuat Pembelajaran Mendalam di SMP Muhammadiyah 14 Makassar

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Makassar mendorong penguatan pembelajaran mendalam melalui pengembangan modul ajar interaktif di SMP Muhammadiyah 14 Makassar, Kamis (18/6).

Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Pembelajaran Mendalam melalui Modul Ajar Interaktif di SMP Muhammadiyah 14 Makassar” itu merupakan bagian dari Pendanaan dan Pelaksanaan Hibah Riset Nasional Muhammadiyah atau RisetMu Batch IX Tahun 2025 Nomor 0259.371/I.3/D/2025 pada skema Pengabdian kepada Masyarakat.

Program tersebut diketuai Dr Dewi Hikmah Marisda SPd MPd dengan menghadirkan Prof Dr Nurlina SSi MPd sebagai narasumber. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari workshop pengembangan modul ajar interaktif, pendampingan implementasi di kelas, hingga penguatan pemanfaatan modul ajar interaktif untuk mendukung pembelajaran mendalam.

Pada tahap workshop, guru-guru SMP Muhammadiyah 14 Makassar mendapat pelatihan penyusunan modul ajar interaktif dengan memanfaatkan sejumlah platform digital, seperti Canva, Wordwall, Quizizz, dan Flipbook. Setelah itu, tim PkM mendampingi guru ketika menerapkan produk hasil pelatihan dalam proses pembelajaran di kelas.

Ketua Tim PkM, Dr Dewi Hikmah Marisda, menjelaskan, modul ajar interaktif dapat menjadi salah satu strategi untuk menghadirkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Menurut Dewi, Canva membantu guru menyajikan materi secara lebih menarik dan sistematis. Sementara itu, Wordwall dan Quizizz dapat digunakan untuk memperkuat gamifikasi pembelajaran. Adapun Flipbook memungkinkan penyajian bahan ajar digital yang memuat unsur multimedia sehingga keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran dapat meningkat.

“Teknologi bukan pengganti guru, melainkan sarana untuk memperkuat peran guru sebagai fasilitator pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan mendorong peserta didik belajar secara lebih mendalam,” ujar Dewi.

Sementara itu, Prof Nurlina menguraikan konsep pembelajaran mendalam dan pembelajaran kontekstual. Ia menegaskan, sejumlah praktik pembelajaran yang selama ini telah dikenal guru, seperti penggunaan modul ajar, pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran kontekstual, dan STEAM, tetap relevan untuk diadaptasi dalam pembelajaran mendalam.

Nurlina juga menyoroti pentingnya guru memahami keterkaitan antara Taksonomi Bloom, Taksonomi SOLO, dan pengalaman belajar dalam pembelajaran mendalam. Pengalaman belajar tersebut mencakup tahapan memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan.

Menurut dia, pembelajaran semestinya tidak berhenti pada kemampuan mengingat konsep. Pembelajaran perlu diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, refleksi diri, serta penerapan pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata.

Kepala SMP Muhammadiyah 14 Makassar menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kegiatan itu memberi manfaat nyata bagi guru karena tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga disertai pendampingan sampai tahap implementasi di kelas.

“Kami sangat mengapresiasi program PkM ini karena memberikan pengalaman baru bagi guru-guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Pendampingan yang dilakukan tim pengabdi membuat guru lebih percaya diri dalam menerapkan hasil pelatihan di kelas,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi dengan Unismuh Makassar dapat terus berlanjut untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran di SMP Muhammadiyah 14 Makassar.

Dewi berharap program tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat kompetensi guru merancang pembelajaran yang mendalam, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Selain itu, praktik baik tersebut diharapkan dapat direplikasi untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah Muhammadiyah secara lebih luas.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply