KHITTAH.CO, Makassar — Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. A. Qadir Gassing, HT., M.S., berpesan kepada para wisudawan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar agar menjadi sarjana yang siddiq atau pribadi unggul yang menjunjung kejujuran, ketenangan batin, kesabaran, rasa syukur, orientasi pada yang halal, dan sikap istiqamah. Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda ke-88 Diploma, Sarjana, Profesi Dokter, Magister, dan Doktor di Gedung Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar, Sabtu, 20 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Qadir Gassing mengingatkan bahwa kejujuran merupakan fondasi utama yang harus dimiliki seorang sarjana. Menurutnya, kebohongan akan melahirkan kebohongan berikutnya dan terus berkembang layaknya deret ukur.
“Sebagai sarjana jangan lagi membiasakan berbohong. Apalagi jika kelak menjadi pejabat, tidak boleh berbohong. Sekali seseorang berbohong, ia akan berbohong lagi untuk menutupi kebohongan sebelumnya,” ujarnya.
Mantan Rektor UIN Alauddin Makassar itu menjelaskan bahwa sarjana siddiq memiliki enam karakter utama. Karakter pertama adalah kejujuran (honest), kemudian ketenangan pikiran (peace of mind), kesabaran (patience), rasa syukur (thankful), orientasi pada hal-hal yang halal (halal oriented), serta istiqamah dalam menjaga keimanan dan kebenaran.
Menurut Qadir Gassing, ketenangan pikiran dapat diperoleh melalui amalan-amalan spiritual sebagaimana nasihat Ali bin Abi Thalib, yakni melaksanakan salat malam, membaca Al Quran, berpuasa, berteman dengan orang-orang baik, dan memperbanyak zikir.
Ia juga menekankan pentingnya kesabaran dalam kehidupan. Kesabaran, kata dia, dapat dilihat dari kemampuan seseorang menjalankan perintah agama, menjauhi larangan agama, serta menghadapi berbagai ujian dan cobaan.
Selain itu, Qadir Gassing mengingatkan bahwa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan “Alhamdulillah”, tetapi juga dengan keyakinan dalam hati bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT serta diwujudkan dalam bentuk memberi kepada sesama.
“Kepada para wisudawan, bacalah buku The Philosophy of Giving. Bukti syukur yang sesungguhnya adalah memberi,” katanya.
Ia turut mengingatkan para lulusan agar senantiasa menjaga orientasi hidup pada hal-hal yang halal dan menjauhi perkara yang meragukan. Menurutnya, seorang sarjana harus mampu menjaga integritas dan tidak tergoda oleh hal-hal yang diperoleh tanpa usaha yang benar.
Pada akhir sambutannya, Qadir Gassing mengajak seluruh alumni Unismuh Makassar untuk terus istiqamah dalam dua hal, yakni menjaga keimanan dan mempertahankan kebenaran di tengah kehidupan bermasyarakat.
Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda ke-88 Unismuh Makassar ini diikuti oleh 1.411 wisudawan dan wisudawati dari jenjang diploma, sarjana, profesi dokter, magister, dan doktor. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Milad ke-63 Universitas Muhammadiyah Makassar.
Hadir Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Republik Indonesia Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Mahfud Sholihin, M.Acc., Ph.D., Ak., CA., CPA. perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan Dr. dr. H. M. Ishaq Iskandar, M.Kes., M.M., M.H., Koordinator Kopertais Wilayah VIII Prof. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., perwakilan LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Ir. Syahruddin, M.M.
Kontributor/Editor: Asywid




















