KHITTAH.CO, MAKASSAR — Alumni Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Melsa Jumliana, S.E., M.Ak., mendapat kepercayaan mengemban amanah sebagai Wakil Rektor II Universitas Almarisah Madani Makassar.
Melsa diangkat sebagai Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan, dan Sarana Prasarana periode 2026-2028. Pengangkatannya tertuang dalam Surat Keputusan Rektor Universitas Almarisah Madani yang ditetapkan di Makassar pada 1 Juni 2026.
Yang menarik, amanah itu diterima Melsa ketika usianya masih 29 tahun. Perempuan kelahiran Watampone tersebut, merupakan alumni Akuntansi FEB Unismuh Makassar angkatan 2014.
Melsa mengatakan kepercayaan menjadi bagian dari pimpinan universitas merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Bagi saya, jabatan ini bukan sekadar posisi, tetapi amanah. Tanggung jawabnya tentu besar karena berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, serta sarana dan prasarana universitas,” kata Melsa.
Dari Akuntansi Unismuh
Perjalanan akademik Melsa dimulai di Unismuh Makassar. Setelah menamatkan pendidikan di SMA Negeri 1 Watampone, ia melanjutkan studi di Program Studi Akuntansi FEB Unismuh Makassar pada 2014.
Empat tahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 2018.
Semasa mahasiswa, Melsa menekuni bidang akuntansi dan keuangan. Skripsinya membahas pengaruh rasio keuangan terhadap financial distress pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Pengalaman selama menjalani pendidikan di Unismuh, menurut Melsa, menjadi salah satu fondasi dalam perjalanan akademik dan profesionalnya.
“Unismuh menjadi tempat saya belajar bukan hanya tentang ilmu akuntansi, tetapi juga tentang disiplin, tanggung jawab, dan bagaimana terus mengembangkan diri. Banyak pengalaman selama menjadi mahasiswa yang kemudian menjadi bekal dalam perjalanan saya sebagai dosen,” ujarnya.
Setahun setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Melsa melanjutkan studi pada Program Magister Akuntansi Universitas Hasanuddin (Unhas) pada 2019.
Pada jenjang magister, penelitiannya bergerak pada isu perilaku korporasi dan tata kelola perusahaan. Tesisnya mengkaji hubungan narsisme CEO dan intellectual capital terhadap kinerja keuangan dengan corporate social responsibility sebagai variabel intervening.
Meniti Karier Akademik
Setelah menempuh pendidikan magister, Melsa mengembangkan karier sebagai dosen Program Studi Akuntansi Universitas Almarisah Madani.
Dalam aktivitas akademiknya, ia menekuni sejumlah bidang, antara lain akuntansi keuangan, akuntansi pasar modal, akuntansi lingkungan, corporate social responsibility, hingga perilaku manajemen perusahaan.
Sejumlah penelitian dan publikasinya juga mengangkat tema financial distress, harga saham, narsisme CEO, board diversity, transfer pricing, hingga isu lingkungan dalam praktik akuntansi.
Pada 2024, Melsa tercatat menjadi ketua penelitian dosen pemula yang membahas peran board diversity dalam pengungkapan corporate social responsibility pada perusahaan publik di Indonesia.
Kepercayaan menjadi Wakil Rektor II membuat ruang pengabdiannya kini lebih luas. Ia tidak hanya berhadapan dengan kegiatan pengajaran dan penelitian, tetapi juga tata kelola kelembagaan universitas.
“Usia bagi saya bukan ukuran utama dalam menjalankan amanah. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar, bekerja bersama tim, dan memastikan setiap tanggung jawab yang diberikan dapat memberi manfaat bagi kemajuan universitas,” kata Melsa.
Ia menilai pengelolaan sumber daya universitas membutuhkan kerja kolaboratif karena menyangkut banyak unsur di dalam perguruan tinggi.
“Saya tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi seluruh unsur universitas agar pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, serta sarana dan prasarana dapat mendukung peningkatan mutu akademik dan pelayanan kepada mahasiswa,” ujarnya.
Perjalanan Melsa dari mahasiswa Akuntansi FEB Unismuh angkatan 2014 hingga masuk jajaran pimpinan perguruan tinggi ditempuh dalam waktu sekitar 12 tahun.
Bagi almamaternya, perjalanan itu juga menjadi catatan tersendiri. Pada usia yang belum genap 30 tahun, salah seorang alumni FEB Unismuh Makassar telah mendapat kepercayaan menduduki posisi Wakil Rektor II Universitas Almarisah Madani.






















