Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

134 Makalah dari 12 Negara Ramaikan ICoSDEG 2026, Naskah Terpilih Menuju Prosiding WoS

×

134 Makalah dari 12 Negara Ramaikan ICoSDEG 2026, Naskah Terpilih Menuju Prosiding WoS

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar 2nd International Conference on Sustainable and Democratic Governance atau ICoSDEG 2026 pada 23–24 Juli 2026. Konferensi ini mempertemukan pemakalah dari 11 negara serta didukung delapan lembaga mitra sebagai co-host.

Sehari menjelang konferensi, Rabu, 22 Juli 2026, Dekan FISIP Unismuh Dr A Luhur Prianto mengatakan, ICoSDEG dirancang sebagai ruang perjumpaan akademik lintas negara untuk membahas perubahan tata kelola di tengah perkembangan teknologi digital.

“Konferensi ini menjadi platform penting untuk pertukaran informasi dan hasil penelitian dari berbagai negara, institusi pendidikan, serta bidang kajian. Kita memiliki tujuan bersama untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan tata kelola demokratis sebagai pilar masa depan,” kata Luhur.

ICoSDEG 2026 mengusung tema “Intersecting Law, Society and Digital Ecosystems”. Tema tersebut menempatkan perkembangan kecerdasan buatan, pengelolaan data, transformasi pelayanan publik, dan dominasi platform digital dalam pertautannya dengan hukum, masyarakat, serta keberlanjutan demokrasi.

Menurut Luhur, kemajuan teknologi tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan teknis. Digitalisasi juga berkaitan dengan perlindungan hak warga, pemerataan akses, transparansi, akuntabilitas lembaga publik, dan keadilan sosial.

“Teknologi seharusnya memperkuat demokrasi dan pelayanan publik. Karena itu, transformasi digital perlu tetap diletakkan dalam kerangka hukum, kepentingan masyarakat, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Pemakalah dari 12 negara

Pemakalah ICoSDEG 2026 berasal dari Indonesia, Filipina, India, Irak, Malaysia, Spanyol, Australia, Vietnam, Pakistan, Nigeria, Korea Selatan, dan Makedonia Utara.

Kehadiran pemakalah dari Pakistan, Nigeria, dan Korea Selatan, misalnya, terlihat dalam penelitian mengenai kepercayaan publik terhadap kepolisian di wilayah konflik Khyber Pakhtunkhwa, komunikasi risiko banjir di Negara Bagian Nasarawa, serta tata kelola iklim berbasis kelembagaan gender.

Akademisi Australia dan Spanyol juga berpartisipasi melalui kajian tentang kejahatan berbasis kecerdasan buatan dan tantangan transformasi digital pada sektor publik.

Konferensi ini didukung delapan lembaga co-host, yakni College of Political Science and Public Administration, Polytechnic University of the Philippines; Politeknik STIA LAN Bandung; FISIP Universitas Sam Ratulangi; Program Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman; Government Law College Ramanathapuram; VIT School of Law India; College of Administration and Finance, University of Raparin, Irak; serta Institute for Research and European Studies, Makedonia Utara.

Baca juga: Unismuh Makassar dan Universiti Malaysia Kelantan Perluas Kerja Sama Internasional

Dengan demikian, kerja sama penyelenggaraan ICoSDEG melibatkan sembilan institusi, termasuk FISIP Unismuh sebagai tuan rumah, yang tersebar di lima negara.

Luhur mengatakan, keterlibatan berbagai lembaga tersebut diarahkan untuk membangun kerja sama yang lebih berkelanjutan. Konferensi diharapkan tidak berhenti pada presentasi makalah, tetapi berkembang menjadi penelitian bersama, pertukaran akademik, dan publikasi kolaboratif.

Sebanyak 134 Makalah Bakal Dipresentasikan

Menjelang penyelenggaraan, panitia telah menerbitkan Abstract Book and Presentation Session Panel. Buku setebal 187 halaman itu memuat 134 abstrak penelitian, di luar abstrak khusus pembicara utama.

Kajian yang dihimpun mencakup kebijakan berbasis bukti, akuntabilitas keputusan berbasis AI, kedaulatan data, disinformasi, pelayanan publik digital, perdagangan karbon, ketahanan pangan, perlindungan kelompok rentan, hingga tata kelola lingkungan.

Daftar abstrak dimulai dengan penelitian mengenai penguatan kebijakan berbasis bukti. Bagian akhirnya memuat kajian tata kelola digital dalam penerbitan kartu akses keamanan di Bandar Udara APT Pranoto, Samarinda.

Presentasi artikel dibagi dalam 15 panel, terdiri atas tiga panel luring dan 12 panel daring. Panel luring membicarakan tata kelola digital, AI, keberlanjutan demokrasi, inovasi pelayanan publik, dan transformasi pemerintahan.

Adapun panel daring mengangkat pemerintahan inklusif, pembangunan berkelanjutan, kebijakan publik, tata kelola politik, inovasi pemerintahan, transformasi pemerintahan lokal, smart governance, dan tata kelola organisasi.

Publikasi internasional

Selain menjadi ruang presentasi dan diskusi, ICoSDEG 2026 menyediakan jalur publikasi bagi karya peserta. Luhur menjelaskan, naskah terpilih yang memenuhi standar akademik akan diproses untuk diterbitkan melalui SHS Web of Conferences, yang disiapkan sebagai prosiding terindeks Web of Science.

Peluang publikasi juga disiapkan melalui sejumlah jurnal mitra, antara lain Discover Global Society terbitan Springer Nature, Journal of Liberty and International Affairs, Otoritas: Jurnal Ilmu Pemerintahan, serta Journal of Contemporary Governance and Public Policy. Setiap naskah tetap harus melewati proses seleksi dan penelaahan sesuai kebijakan masing-masing penerbit.

Pada hari kedua, Jumat, 24 Juli 2026, peserta akan mengikuti lokakarya Scholarly Publishing Workshop: Strategies for Publishing in Reputable Journals di Gedung Iqra Unismuh.

Lokakarya menghadirkan Prof Goran Ilik, Pemimpin Redaksi Journal of Liberty and International Affairs, serta Christine B Tenorio, editor Otoritas: Jurnal Ilmu Pemerintahan.

Hari pertama konferensi berlangsung di Gammara Hotel Makassar, Kamis (23/7/2026). Rektor Unismuh Dr Ir H Abd Rakhim Nanda dijadwalkan membuka kegiatan.

ICoSDEG 2026 merupakan penyelenggaraan kedua setelah konferensi perdana pada 2024. Jika forum sebelumnya menjadi pintu pembentukan jejaring internasional, penyelenggaraan tahun ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi kelembagaan, memperluas negara asal pemakalah, serta menghubungkan pembahasan akademik dengan publikasi internasional.

“Pengetahuan tidak boleh berhenti di ruang konferensi. Pertemuan ini harus membuka jalan bagi riset bersama dan melahirkan solusi yang dapat diterapkan untuk masyarakat,” kata Luhur.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner ITKESMU SIDRAP

Leave a Reply