Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

ITSBM Selayar Tarik Mahasiswa Magang dari Klinik Nuhrintama Gowa, Bekali Pengalaman Kerja di Layanan Kesehatan

×

ITSBM Selayar Tarik Mahasiswa Magang dari Klinik Nuhrintama Gowa, Bekali Pengalaman Kerja di Layanan Kesehatan

Share this article

KHITTAH.CO, GOWA — Institut Sains dan Bisnis (ITSBM) Selayar resmi menarik tujuh mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan dari program Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang di Klinik Nuhrintama, Kabupaten Gowa, Selasa, 29 Juli 2026. Program yang berlangsung selama satu bulan, sejak 29 Juni hingga 29 Juli 2026, tersebut menjadi bagian dari upaya kampus membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja langsung di fasilitas pelayanan kesehatan primer sebelum memasuki dunia profesional.

Ketujuh mahasiswa berasal dari konsentrasi Kesehatan Lingkungan dan Manajemen Keperawatan. Selama menjalani magang, mereka ditempatkan pada dua unit strategis, yakni Unit Mutu dan Unit Pelayanan Operasional, sehingga memperoleh pengalaman menyeluruh mengenai tata kelola klinik.

Di Unit Mutu, mahasiswa terlibat dalam berbagai program peningkatan kualitas layanan, meliputi Program Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Program Pencegahan Kecurangan dan Peningkatan Kepatuhan Pelayanan (PKPKP).

Sementara itu, di Unit Pelayanan Operasional, mahasiswa mempelajari sekaligus membantu proses administrasi dan manajemen, pendidikan dan pelatihan (diklat), kepegawaian, keuangan dan pelaporan, hingga pelayanan loket serta rekam medis.

Selama pelaksanaan magang, mahasiswa didampingi dosen pembimbing, dr. Astari Pratiwi Nuhrintama, M.Kes (MARS), yang juga merupakan pimpinan Klinik Nuhrintama. Adapun pembimbing lapangan adalah Nurul Mukhlis, S.KM dan Harleily Mayuni Baharsyah, S.Keb.

Dalam sambutannya pada prosesi penarikan mahasiswa, dr. Astari menegaskan bahwa pengalaman belajar di fasilitas kesehatan tingkat pertama memberikan bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami praktik pelayanan kesehatan secara komprehensif.

“Magang ini bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk memahami tata kelola pelayanan kesehatan primer, mulai dari sisi mutu, keselamatan pasien, hingga aspek administrasi dan keuangan. Kami berharap bekal ini menjadi modal berharga ketika mereka memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penempatan mahasiswa pada dua unit berbeda dilakukan secara sengaja agar peserta magang tidak hanya memahami aspek teknis pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu melihat proses manajerial yang menjadi fondasi penyelenggaraan layanan kesehatan yang berkualitas.

Lebih lanjut, dr. Astari menyampaikan bahwa Klinik Nuhrintama berkomitmen memperkuat perannya sebagai mitra dunia pendidikan melalui pengembangan klinik sebagai learning center atau pusat pembelajaran bagi calon tenaga kesehatan.

Menurutnya, kolaborasi dengan ITSBM Selayar merupakan langkah strategis untuk menghadirkan ruang praktik yang mampu menghubungkan teori di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata di lapangan.

“Kami ingin Klinik Nuhrintama tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran yang berkontribusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan yang siap kerja dan kompeten,” katanya.

Program magang ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kesiapan menghadapi dunia kerja. Pengalaman selama satu bulan di Klinik Nuhrintama juga diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memahami tata kelola pelayanan kesehatan primer sekaligus memiliki kemampuan adaptif terhadap kebutuhan layanan kesehatan di Sulawesi Selatan, khususnya Kepulauan Selayar.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply