KHITTAH.CO, MAKASSAR – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar AKSI 28 Jilid 1 bertema “Menari Dalam Suram” di Panggung Orasi Universitas Muhammadiyah Makassar, Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan gagasan, menyampaikan kritik sosial, serta memperkuat budaya literasi melalui diskusi, sastra, seni, dan pertunjukan teater.
Mengusung tema yang sarat makna, AKSI 28 Jilid 1 merefleksikan semangat generasi muda yang tetap berkarya dan berpikir kritis di tengah berbagai tantangan sosial, budaya, dan kebangsaan. Melalui pendekatan seni dan dialog, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan lapak buku yang menyediakan beragam bacaan bertema sosial, politik, dan kebudayaan sebagai upaya mendorong minat literasi mahasiswa. Setelah itu, peserta mengikuti diskusi buku yang membahas pentingnya budaya membaca sebagai fondasi dalam membangun tradisi intelektual di lingkungan kampus.
Suasana kemudian berlanjut dengan penampilan bertajuk “Suara Terpinggirkan”, yang menyuguhkan pembacaan karya sastra dan ekspresi artistik mengenai realitas yang dihadapi kelompok-kelompok marginal. Berbagai penampilan musik dan seni turut memeriahkan acara sekaligus menjadi media penyampaian pesan-pesan sosial secara kreatif.
Puncak kegiatan ditandai dengan pertunjukan Monolog Budaya dan Negara, sebuah pementasan teater yang mengangkat kritik terhadap berbagai persoalan kebangsaan, mulai dari isu budaya, lingkungan, hingga dinamika kehidupan sosial masyarakat. Pertunjukan tersebut mendapat apresiasi dari peserta karena dikemas secara puitis, simbolik, dan mengajak penonton melakukan refleksi.
Ketua BEM FISIP Unismuh Makassar, Abdurrahman Fathir Al Mubaraq, mengatakan bahwa AKSI 28 merupakan wujud kegelisahan mahasiswa terhadap kondisi bangsa sekaligus upaya menghadirkan ruang intelektual yang mampu melahirkan gagasan perubahan.
“AKSI 28 adalah pengejawantahan dari keresahan kami di BEM FISIP Unismuh Makassar terhadap keadaan negara hari ini. Kami percaya dari ruang-ruang diskusi akan selalu lahir pemikir-pemikir besar, dan dari gerakan-gerakan kecil akan lahir perubahan yang besar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Humas BEM FISIP Unismuh Makassar, Ayu Andira, menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi ruang yang mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan nilai-nilai keadilan sosial.
“Agenda ini menjadi sumbu yang memantik semangat mahasiswa, khususnya kaum perempuan, agar terus menyuarakan keresahan bersama. Perempuan bukan berada di belakang, tetapi berdiri berdampingan dalam garis perjuangan untuk menghadirkan perubahan,” katanya.
Melalui AKSI 28 Jilid 1, BEM FISIP Unismuh Makassar menegaskan komitmennya menghadirkan ruang akademik yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan keilmuan, tetapi juga mendorong mahasiswa menggunakan seni dan budaya sebagai media komunikasi sosial yang edukatif, kritis, dan membangun.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat literasi, kepedulian sosial, serta keberanian menyampaikan gagasan di kalangan mahasiswa sehingga kampus tetap menjadi ruang lahirnya generasi yang kritis, kreatif, dan berintegritas.






















