Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Mahasiswa PoltekMu Pelajari Cara Kerja dan Perawatan Electrocardiograph di RS Unhas

×

Mahasiswa PoltekMu Pelajari Cara Kerja dan Perawatan Electrocardiograph di RS Unhas

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Rekayasa Elektromedis (D4 REM) Politeknik Muhammadiyah (PoltekMu) Makassar mendapatkan pengalaman praktik langsung mengenai electrocardiograph (ECG) selama menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) 1 di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas). Pengalaman tersebut memperkuat pemahaman mahasiswa tentang prinsip kerja, pengoperasian, pemeliharaan, hingga troubleshooting alat kesehatan yang digunakan untuk merekam aktivitas listrik jantung.

Pengalaman selama PKL itu kemudian dipresentasikan dalam Seminar Hasil PKL 1 yang digelar di Aula Elektromedis PoltekMu Makassar, Senin, 31 Agustus 2026.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan kembali pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama berada di lingkungan rumah sakit. Materi yang dipresentasikan berfokus pada ECG, termasuk cara kerja, pengoperasian, pemeliharaan, serta penanganan ketika alat mengalami gangguan.

ECG merupakan alat medis yang digunakan untuk merekam aktivitas listrik jantung melalui elektroda yang ditempelkan pada tubuh pasien. Sinyal listrik yang ditangkap elektroda kemudian diproses menjadi gelombang elektrokardiogram yang ditampilkan pada monitor atau dicetak menggunakan printer thermal.

Hasil rekaman ECG dapat memberikan informasi mengenai irama dan frekuensi aktivitas listrik jantung sehingga membantu tenaga medis dalam melakukan penilaian terhadap kondisi jantung pasien.

Belajar dari Kondisi Nyata di Rumah Sakit

Selama menjalani PKL, mahasiswa tidak hanya mempelajari fungsi ECG, tetapi juga memahami bagaimana alat tersebut digunakan dalam kondisi nyata di rumah sakit.

Mahasiswa mempelajari prinsip kerja ECG yang mengukur perbedaan potensial listrik pada tubuh. Aktivitas listrik jantung yang memiliki besaran sangat kecil ditangkap melalui elektroda, kemudian diproses menjadi sinyal dan ditampilkan dalam bentuk gelombang elektrokardiogram.

Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di ruang kuliah dengan praktik penggunaan alat kesehatan di lapangan.

Sekretaris Program Studi D4 REM PoltekMu Makassar, Ahmad Hamzah, S.Kom., MT., mengatakan pengalaman praktik di rumah sakit penting untuk membantu mahasiswa memahami penggunaan alat kesehatan secara lebih konkret.

“Mereka belajar tidak hanya dari teori, tetapi juga dari kondisi nyata di lapangan, termasuk bagaimana alat digunakan, dipelihara, dan ditangani ketika mengalami gangguan,” kata Ahmad.

Menurut dia, penguasaan alat kesehatan membutuhkan perpaduan antara pemahaman teori, keterampilan praktik, dan ketelitian.

“Penguasaan alat kesehatan membutuhkan pemahaman teori, keterampilan praktik, dan ketelitian. Karena itu, pengalaman di rumah sakit menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Belajar Pengoperasian hingga Troubleshooting

Dalam praktiknya, mahasiswa juga belajar melakukan pemeriksaan terhadap kondisi ECG sebelum digunakan. Komponen seperti elektroda, kabel pasien, dan perangkat pendukung perlu diperiksa untuk memastikan proses perekaman dapat berlangsung dengan baik.

Mahasiswa juga diperkenalkan pada proses troubleshooting ketika ditemukan gangguan pada alat. Proses tersebut dilakukan dengan mengenali gejala gangguan, menelusuri kemungkinan sumber masalah, dan memahami langkah penanganannya sesuai prosedur.

Ketelitian menjadi bagian penting dalam penggunaan ECG. Pengoperasian yang tepat dan kondisi alat yang baik diperlukan agar proses perekaman aktivitas listrik jantung dapat berlangsung secara optimal.

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang berbeda dibandingkan hanya mempelajari ECG melalui teori di kelas.

Mahasiswa D4 REM PoltekMu Makassar, Yoanda Atrin, mengatakan PKL di RS Unhas membuat pemahamannya mengenai ECG menjadi lebih konkret.

“Di kampus kami mempelajari prinsip kerja ECG secara teori. Saat PKL di RS Unhas, kami dapat melihat langsung bagaimana alat digunakan, dirawat, dan ditangani ketika ada kendala,” ungkap Yoanda.

Seminar Hasil PKL 1 kemudian menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membagikan kembali pengalaman tersebut kepada lingkungan kampus. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran elektromedis tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teori, tetapi juga membutuhkan keterampilan mengoperasikan, memelihara, dan menangani gangguan alat kesehatan.

Bagi mahasiswa D4 REM PoltekMu Makassar, pengalaman PKL di RS Unhas menjadi bagian dari proses mempersiapkan kompetensi sebelum terjun ke dunia kerja, khususnya dalam menghadapi penggunaan dan pemeliharaan peralatan elektromedis di fasilitas pelayanan kesehatan.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply