Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Eco Bhinneka Muhammadiyah Dorong Kebijakan Sampah Wisata di Gowa, DPRD Sulsel Siap Kawal

×

Eco Bhinneka Muhammadiyah Dorong Kebijakan Sampah Wisata di Gowa, DPRD Sulsel Siap Kawal

Share this article

KHITTAH.CO, GOWA — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Kamaruddin mendukung langkah Eco Bhinneka Muhammadiyah dalam mendorong perbaikan tata kelola sampah di kawasan wisata Kabupaten Gowa. Ia juga mendorong tindak lanjut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) serta berkomitmen mengawal rekomendasi kebijakan lingkungan yang dihasilkan dari kajian Eco Bhinneka Muhammadiyah.

Dukungan tersebut disampaikan Kamaruddin saat menghadiri kegiatan Pelatihan Ecobrick dan Penanaman Pohon di Desa Manimbahoi, Kabupaten Gowa, Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Eco Bhinneka Muhammadiyah mengadvokasi persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di kawasan destinasi wisata.

Kamaruddin mengapresiasi konsistensi Eco Bhinneka Muhammadiyah yang kembali hadir di Desa Manimbahoi. Menurut dia, gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan lingkungan, tetapi diarahkan untuk menghasilkan perubahan yang lebih berkelanjutan melalui rekomendasi kebijakan.

“Ini merupakan penerjemahan dari semangat Muhammadiyah dalam menebar kebermanfaatan. Saya memerhatikan Eco Bhinneka Muhammadiyah sudah pernah hadir di Desa Manimbahoi pada tahun 2025, dan ternyata datangnya punya cita-cita ingin membawa perubahan, salah satunya dengan melahirkan rekomendasi kebijakan,” kata Kamaruddin.

Sebagai putra daerah Desa Manimbahoi, Kamaruddin mengaku berterima kasih atas perhatian Eco Bhinneka Muhammadiyah terhadap persoalan lingkungan di kawasan wisata setempat. Ia menilai pendekatan berbasis riset yang dilakukan organisasi tersebut penting untuk memastikan usulan kebijakan memiliki dasar yang kuat.

“Saya mengapresiasi adanya hasil riset dan rekomendasi kebijakan dari Eco Bhinneka Muhammadiyah untuk Pemerintah Kabupaten Gowa. Saya mendukung dan akan mengawal agar usulan itu dapat diindahkan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Kamaruddin juga menyoroti penerapan regulasi lingkungan di Kabupaten Gowa. Menurut dia, pemerintah daerah sebenarnya telah memiliki peraturan daerah yang mengatur dan mendukung kelestarian lingkungan. Namun, implementasi regulasi tersebut dinilai masih perlu diperkuat.

“Sebenarnya Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa sudah memiliki peraturan daerah yang memihak pada lingkungan hidup, tapi selama ini kurang diterapkan dan kurang mendapat perhatian,” katanya.

Karena itu, ia mendorong adanya RDP untuk membahas persoalan tersebut secara lebih serius. Kamaruddin berharap Eco Bhinneka Muhammadiyah bersama Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gowa dapat mengambil peran dalam mendorong forum tersebut.

“Maka selanjutnya perlu ada Rapat Dengar Pendapat (RDP), dan Eco Bhinneka Muhammadiyah bersama Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gowa diharapkan bisa menjadi pelopornya,” ujar Kamaruddin.

Pelatihan ecobrick dalam kegiatan tersebut dipandu instruktur dari Global Ecobrick Alliance (GEA). Sekitar 40 peserta mengikuti kegiatan, yang berasal dari perwakilan PC Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Gowa, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), tokoh pemuda setempat, serta pengelola destinasi wisata Lembah Loe dan Pendakian Gunung Bulubaria.

Selain pelatihan ecobrick, kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan kawasan wisata.

Dukungan dari legislatif tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperkuat tindak lanjut hasil riset dan rekomendasi kebijakan Eco Bhinneka Muhammadiyah. Pengelolaan sampah di kawasan wisata diharapkan tidak hanya mengandalkan kegiatan bersih-bersih, tetapi ditopang kebijakan yang jelas, penerapan regulasi, serta keterlibatan masyarakat dan pengelola destinasi secara berkelanjutan.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UIAD

Leave a Reply