KHITTAH.CO, MELBOURNE — Pertemuan para lansia muslimah Indonesia di Melbourne, Australia, pada Ahad, 30 Agustus 2026, berlangsung dengan cara yang berbeda. Mereka tidak hanya bertemu dan berbincang, tetapi juga menuangkan kreativitas melalui lukisan pada cangkir keramik.
Kegiatan bertajuk Senior Community Program: Ceramic Mug Painting itu digelar Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Australia di IMCV Westall Mosque, Clayton South, Victoria.
Di meja-meja kegiatan, para peserta mengikuti proses melukis cangkir keramik yang dipandu Stephanie dari Beryl Ceramic. Aktivitas tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk berkarya sekaligus membangun percakapan dan interaksi di antara sesama anggota komunitas.
Stephanie menunjukkan antusiasme selama mendampingi peserta. Kegiatan bersama komunitas senior muslimah Indonesia tersebut menjadi pengalaman pertamanya memandu kegiatan serupa.
Kegiatan tidak berhenti pada aktivitas kreatif. Di tempat yang sama, PCIA Australia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan sederhana atau free mini health check-up bagi peserta.
Ketua Majelis Hubungan Luar Organisasi dan Advokasi PCIA Australia, Khilda Wildana Nur, mengatakan, program bagi komunitas senior tersebut mendapat dukungan melalui grant dari Pemerintah Negara Bagian Victoria (Victoria State Government).
Menurut Khilda, program tersebut telah digagas sejak kepengurusan PCIA Australia periode sebelumnya. Dukungan pemerintah setempat kemudian membuka ruang bagi PCIA Australia untuk mengembangkan kegiatan yang menyentuh kebutuhan sosial dan kesehatan masyarakat Indonesia di Victoria.
Sementara itu, Dian Yustikarini, inisiator sekaligus penanggung jawab kegiatan pada periode sebelumnya, mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Victoria terhadap kelompok lansia. Menurut dia, lansia merupakan bagian penting dari komunitas Indonesia di Australia yang perlu terus mendapatkan ruang untuk berinteraksi dan tetap aktif.
Ketua PCIA Australia, Rina Febrina Sari, mengatakan, kegiatan bagi kelompok senior tidak semata-mata dimaksudkan sebagai ruang pertemuan.
“Kami ingin kegiatan untuk para senior tidak hanya menjadi tempat berkumpul. Ada ruang untuk berkreativitas, menjaga kesehatan, dan yang tidak kalah penting adalah tetap merasa menjadi bagian dari komunitas,” kata Rina.
Menurut Rina, hidup jauh dari Tanah Air membuat keberadaan komunitas memiliki arti tersendiri, terutama bagi kelompok senior.
“Kebersamaan seperti ini yang ingin terus kami bangun. Para senior dapat bertemu, berbagi cerita, melakukan aktivitas yang menyenangkan, sekaligus mendapatkan perhatian terhadap kesehatan mereka,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Majelis
Senior Community Program tidak dikerjakan oleh satu bidang di PCIA Australia. Program tersebut merupakan kegiatan lintas majelis yang melibatkan Majelis Pendidikan, Kaderisasi dan Kajian; Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial; serta Majelis Hubungan Luar Organisasi dan Advokasi.
“Program ini merupakan kerja bersama lintas majelis. Setiap majelis berkontribusi sesuai bidangnya sehingga kegiatan untuk komunitas senior bisa lebih beragam dan menyentuh beberapa kebutuhan sekaligus,” kata Khilda.
Rina menambahkan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya PCIA Australia membangun program yang lebih utuh bagi masyarakat Indonesia di Australia.
“Semangatnya adalah bekerja bersama agar kebutuhan komunitas dapat dilihat dari berbagai sisi, tidak hanya kesehatan atau kegiatan sosial semata,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Australia, Yudhistira Nugraha. Kehadiran PCIM menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan komunitas yang digerakkan ‘Aisyiyah di Australia.
Bagi PCIA Australia, perhatian kepada lansia bukan sekadar menyediakan kegiatan untuk mengisi waktu. Di tengah kehidupan diaspora, ruang perjumpaan juga menjadi cara mempertahankan hubungan sosial, membangun rasa memiliki, serta menjaga keterhubungan dengan komunitas.
Melalui kegiatan melukis keramik, pemeriksaan kesehatan, dan pertemuan komunitas, PCIA Australia berupaya menghadirkan ruang agar para lansia tetap aktif, sehat, dan terhubung dengan sesama warga Indonesia di Australia.






















