KHITTAH.CO, MAROS — Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan resmi mengukuhkan Pengurus Kelompok Usaha Mualaf Berkah HidayahMu Binaan Mualaf Learning Center Muhammadiyah (MLC-M) periode 2026–2029 pada Sabtu, 5 September 2026. Prosesi pengukuhan ini berlangsung di Kedai Kopi Nyeruput To Riolo, Jalan Royal Sentraland BTP, Blok RD No. 1 Moncong Loe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan pembinaan, pemberdayaan, serta kemandirian ekonomi komunitas mualaf di bawah naungan MLC-M PWM Sulawesi Selatan. Pengukuhan tersebut disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 16/KEP/II.25/D/2026 yang diiringi penandatanganan berita acara dan pembekalan rohani.
Prosesi pengukuhan dipimpin oleh Dr. Zakaria Al Anshori, S.Sos.I., M.Sos.I. yang hadir mewakili Ketua LDK PWM Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Nurhidayat M. Said, M.Ag. Dalam acara tersebut, Zakaria secara resmi melantik susunan pengurus harian Kelompok Usaha Mualaf Berkah HidayahMu yang diketuai oleh Elsa dengan didampingi Darmawaty sebagai Wakil Ketua.
“Atas nama Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sulsel, sore ini bertepatan pada tanggal 5 September 2026, kita kukuhkan bersama Pengurus Kelompok Usaha Mualaf,” kata Zakaria Al Anshori saat memimpin pengukuhan.
Ketua MLC-M Sulawesi Selatan, Tauhid, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari hasil keputusan rapat pengurus LDK PWM Sulawesi Selatan pada 1 Agustus 2026. Susunan pengurus yang baru dilantik membawahi tiga bidang kerja utama, yaitu Bidang Produksi, Bidang Pengadaan Bahan Baku dan Logistik, serta Bidang Pemasaran.
Sebagai langkah awal gerakan ekonomi, Kelompok Usaha Mualaf Berkah HidayahMu mengandalkan produk olahan bawang goreng berlabel BAWANGMU sebagai unit usaha utamanya.
Selain mematangkan unit usaha BAWANGMU, pengurus juga mendapat tawaran peluang bisnis baru dari Ketua Yayasan Fadlun Izas, Achmad Nur Harun Ar Rasyid, guna memperluas skala usaha para mualaf di masa depan. Harun menawarkan skema pelatihan dan permodalan bisnis pembersihan penyejuk udara (AC) sebagai inspirasi usaha produktif yang berprospek cerah.
“UMKM sangat bagus kalau kita bina, termasuk usaha cuci AC itu bisnis paling bagus tanpa modal besar. Kita modali, kasih kursus peralatan, modal tangga Rp5 juta, dan bisa buka cabang di setiap kecamatan,” tutur Harun Arrasid saat memberikan arahan.
Harun mengusulkan agar usaha pembersihan AC tersebut menerapkan konsep sosial, yakni menggratiskan jasa untuk masjid serta memberikan potongan harga 50 persen bagi jamaah. Menurutnya, skema ini tidak hanya mendatangkan keuntungan ekonomi, tetapi juga membawa nilai keberkahan dan memperluas jejaring kemitraan komunitas mualaf di tengah masyarakat.
Agar momentum pelantikan tidak sekadar menjadi acara seremonial semata, kegiatan ini diperdalam dengan penyampaian tausiyah oleh Zakaria Al Anshori. Dalam ceramahnya, Zakaria mengingatkan seluruh pengurus dan anggota komunitas mualaf untuk senantiasa merawat keteguhan iman dan takwa melalui amalan harian.
“Allah tidak menilai kedermawanan seseorang dari berapa banyak akumulasi harta yang disedekahkan, tetapi Allah menilai kesediaan hati seseorang untuk berbagi ikhlas karena Allah,” tegas Zakaria dalam tausiyahnya.
Zakaria memaparkan tiga langkah strategis untuk memperkuat kualitas keimanan mualaf, yaitu gemar bersedekah dalam kondisi apa pun, mampu mengendalikan diri saat emosi, serta ikhlas memaafkan kesalahan orang lain. Ia menambahkan bahwa konsistensi menjalankan ibadah salat malam dan zikir harian menjadi pilar utama agar setiap ikhtiar bisnis mendapatkan rida Allah.
Dukungan terhadap komunitas mualaf juga mengalir dari Yayasan Fadlun Izas melalui penyediaan berbagai program pemberdayaan sosial secara berkelanjutan. Harun Arrasid mengemukakan bahwa pihak yayasan memfasilitasi tempat pengajian rutin bulanan, beasiswa pendidikan tinggi beserta uang saku Rp1,2 juta per bulan untuk anak-anak mualaf, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Koordinator Pembina Kerohanian Yayasan Fadlun Izas, Ustadz Pipo Noer Ansharullah Salego, Lc.
Pengukuhan Kelompok Usaha Mualaf Berkah HidayahMu ini diharapkan menjadi pijakan kokoh bagi terciptanya jaringan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mualaf yang mandiri dan berdaya saing di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.






















