Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Pesantren Darul Arqam Punnia Pinrang Raih Juara Utama Terbanyak di Kemah Santri Muhammadiyah Tingkat Nasional ke-2

×

Pesantren Darul Arqam Punnia Pinrang Raih Juara Utama Terbanyak di Kemah Santri Muhammadiyah Tingkat Nasional ke-2

Share this article

KHITTAH.CO, MALANG — Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang meraih 16 penghargaan dalam Kemah Santri Muhammadiyah Tingkat Nasional (KSMN) Ke-2 di Malang, Jawa Timur, 21–24 September 2026. Dari jumlah tersebut, 10 penghargaan merupakan Juara I, II, dan III, sekaligus menempatkan Punnia sebagai pesantren dengan perolehan juara utama terbanyak berdasarkan rekapitulasi Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah per 24 September 2026.

Dalam rekapitulasi tersebut, Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang mengoleksi 3 Juara I, 3 Juara II, dan 4 Juara III. Jumlah itu merupakan capaian tertinggi untuk kategori Juara I, II, dan III dalam rekapitulasi nasional KSMN Ke-2 Tahun 2026.

Delapan Santri Tembus Final Lomba Bahasa

Capaian Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang menonjol pada sejumlah cabang lomba bahasa, khususnya Pidato Bahasa Arab, Pidato Bahasa Inggris, dan Story Telling Bahasa Inggris.

Masing-masing cabang diikuti sekitar 60 peserta dari berbagai pesantren. Kompetisi berlangsung melalui babak penyisihan dan final. Dari sekitar 60 peserta pada setiap cabang, hanya enam peserta yang berhak melaju ke final untuk memperebutkan Juara I, II, III serta Juara Harapan I, II, dan III.

Punnia berhasil mengirimkan delapan santri ke babak final dari tiga cabang lomba tersebut.

Pada Pidato Bahasa Arab, empat santri berhasil lolos ke final, terdiri atas dua santri tingkat MTs dan dua santri tingkat SMA/MA. Sementara pada Pidato Bahasa Inggris, dua santri tingkat MTs menembus final. Dua santri tingkat MTs lainnya juga lolos pada cabang Story Telling Bahasa Inggris.

Hasilnya, pada Pidato Bahasa Arab tingkat SMA/MA/SMK, Zaky Ruslan meraih Juara II dan Sayyidatul Mardhiyah meraih Juara III. Pada tingkat SMP/MTs, Salsabila Alya Zahrah meraih Juara III, sedangkan Alif meraih Juara Harapan I.

Pada Pidato Bahasa Inggris tingkat SMP/MTs, Nur Syahirah meraih Juara I dan Ahmad Nur Wahid meraih Juara Harapan I. Sementara pada Story Telling Bahasa Inggris, Khaerina Film Jannah meraih Juara III dan Anugrah Ramadhan meraih Juara Harapan III.

Direktur Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia, A. Syamiluddin, S.Pd., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian santri Darul Arqam Muhammadiyah Punnia pada Kemah Santri Nasional ke-2 di Malang. Berdasarkan rekapitulasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Punnia memperoleh jumlah Juara I, II, dan III terbanyak. Ini merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan santri.”

Ia mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja bersama antara santri, guru, pembina, pendamping, dan keluarga besar pesantren.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras santri, guru, pembina, pendamping, dan seluruh keluarga besar pesantren. Khusus pada cabang bahasa, keberhasilan delapan santri menembus babak final dari sekitar 60 peserta di setiap cabang menunjukkan bahwa pembinaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris di pesantren terus berkembang.”

16 Penghargaan dari Berbagai Cabang

Selain cabang bahasa, santri Punnia meraih penghargaan pada sejumlah bidang lain, antara lain Dirosah Islamiyah, MTQ, Akhlak, Fikih, Qur’an, dan Hadis.

Secara keseluruhan, terdapat 16 penghargaan yang dibawa pulang kontingen Punnia. Dari jumlah tersebut, 10 penghargaan masuk dalam kategori Juara I, II, dan III sebagaimana tercantum dalam rekapitulasi Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Rekapitulasi tersebut secara khusus menghitung Juara I, II, dan III dari 26 cabang atau jenjang lomba. Adapun Juara Harapan I, II, dan III tidak masuk dalam penghitungan tersebut.

Koordinator Pendamping, Muhamad Saad, mengatakan perjuangan para santri berlangsung sejak babak penyisihan hingga final.

“Alhamdulillah, kami melihat sendiri perjuangan anak-anak sejak babak penyisihan sampai final. Mereka harus bersaing dengan kurang lebih 60 peserta pada masing-masing cabang. Dari jumlah tersebut hanya enam peserta yang dipilih untuk masuk final. Alhamdulillah, Punnia berhasil mengirimkan delapan santri ke babak final dari tiga cabang lomba bahasa.”

Menurut dia, pengalaman berkompetisi di tingkat nasional juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan santri.

“Yang paling penting bukan hanya medali yang dibawa pulang, tetapi pengalaman yang mereka dapatkan. Mereka belajar bagaimana tampil di hadapan juri, mengatasi rasa gugup, bersaing secara sehat, dan memberikan penampilan terbaik. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi perkembangan mereka.”

Prestasi Jadi Evaluasi Pembinaan

A. Syamiluddin berharap capaian tersebut tidak membuat para santri berhenti berproses. Menurut dia, prestasi perlu menjadi pemicu untuk meningkatkan kemampuan dan keberanian mengikuti kompetisi berikutnya.

“Kami berharap anak-anak tidak berhenti pada prestasi yang diraih hari ini. Juara bukan akhir, tetapi menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, memperbaiki diri, dan berani tampil dalam kompetisi-kompetisi berikutnya.”

Muhamad Saad juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina dan guru yang mendampingi santri selama persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

“Terima kasih kepada para pembina, guru, dan seluruh pihak yang telah mendampingi anak-anak. Hasil ini adalah kerja bersama. Semoga menjadi motivasi untuk pembinaan yang lebih baik ke depan.”

Capaian dalam KSMN Ke-2 menjadi catatan penting bagi Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang untuk memperkuat pembinaan santri, khususnya dalam Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Dirosah Islamiyah, dakwah, serta pengembangan potensi dan bakat santri.

Bagi Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang, rangkaian kompetisi di Malang tidak hanya menghasilkan penghargaan, tetapi juga pengalaman bagi santri untuk berkompetisi di tingkat nasional.

 

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply