KHITTAH.CO, MAKASSAR – Upaya akselerasi dan modernisasi pendidikan di Sulawesi Selatan kembali menorehkan sejarah. Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan berkolaborasi dengan Pearson by CNL Education, Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (APSPBI), dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Workshop dan Kemitraan Strategis Pendidikan pada Sabtu (24/10/2026) di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan, Makassar. Kegiatan yang diikuti 200 peserta ini berfokus pada peningkatan kompetensi pendidik melalui pembelajaran bahasa Inggris berstandar global dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Workshop bertema “Transformasi Pembelajaran Bahasa Inggris Berstandar Global: Implementasi Pearson English Journey dan Global Scale of English (GSE)” tersebut berlangsung pukul 08.00–16.30 WITA di Aula BBGTK Sulsel, Jalan Adiyaksa Nomor 2, Makassar.
Peserta berasal dari berbagai satuan pendidikan, terdiri atas 83 perwakilan sekolah Muhammadiyah, 69 perwakilan sekolah negeri, termasuk 18 sekolah dengan program bilingual, serta 39 perwakilan sekolah swasta lainnya.
Dari sisi profesi, kegiatan ini diikuti 130 guru bahasa Inggris, 46 kepala sekolah atau wakil kepala sekolah, 10 pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Kelompok Kerja Guru (KKG), serta empat akademisi yang mewakili APSPBI Regional Sulawesi-Gorontalo.
Muhammadiyah Dorong Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Teknologi
Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM Sulawesi Selatan, Prof. Erwin Akib, Ph.D., mengatakan penguatan pembelajaran bahasa Inggris merupakan bagian dari upaya mewujudkan pendidikan berkemajuan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan global.
“Di era disrupsi teknologi saat ini, institusi pendidikan dituntut untuk bergerak lebih lincah dan adaptif. Kita tidak lagi bisa sekadar mengandalkan metode konvensional,” kata Prof Erwin.
Menurut dia, penerapan Global Scale of English (GSE) dan pemanfaatan perangkat pembelajaran berbasis AI dapat membantu sekolah memetakan kemampuan bahasa Inggris sekaligus mengembangkan kompetensi guru secara lebih terukur.
Ia berharap kegiatan tersebut membuka peluang bagi sekolah-sekolah di Sulawesi Selatan untuk menjajaki kemitraan pendidikan internasional, termasuk pengembangan program International Class Program (ICP).
“Inisiatif ini bukan sekadar pelatihan, melainkan pintu bagi sekolah-sekolah di Sulawesi Selatan untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jejaring pendidikan global,” ujarnya.
Guru Praktik Langsung Menggunakan Perangkat AI
Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Nunung Anugrawati, mengatakan persiapan teknis kegiatan telah rampung menjelang pelaksanaan. Sebanyak 130 guru bahasa Inggris juga telah mengikuti tes awal (placement test) secara daring pada 8–19 Oktober 2026.
Hasil tes tersebut akan digunakan sebagai data awal untuk memetakan kemampuan bahasa Inggris peserta. Dalam sesi kelas paralel, peserta akan berlatih menggunakan perangkat pembelajaran digital dari ekosistem Pearson, termasuk Smart Lesson Generator dan Speaking Tutor.
“Para peserta, khususnya guru bahasa Inggris, telah menyelesaikan tes awal secara daring. Hasil tes ini akan kita paparkan sebagai baseline atau garis dasar kemampuan,” kata Nunung.
Ia juga meminta peserta membawa laptop masing-masing agar dapat mengikuti sesi praktik secara langsung.
Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Jason Polim, Regional Director English Language Learning Pearson untuk Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Singapura; Verseveranda L. Kaunang, ELT Specialist sekaligus GSE Assessor; serta Vita Kusumastuti, Education Consultant dan Pearson Master Trainer.
Wakil Ketua PWM Sulawesi Selatan Bidang Pendidikan, Dr. Pantja Nurwahidin, M.Pd., dan Kepala BBGTK Sulawesi Selatan, Dr. Arman Agung, M.Pd., dijadwalkan memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan.
Selain mengikuti pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat partisipasi, kesempatan melakukan simulasi platform pembelajaran digital, serta laporan pemetaan kemampuan bahasa Inggris individual berbasis GSE.
Kegiatan ini juga dijadwalkan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Majelis Dikdasmen PNF PWM Sulawesi Selatan, APSPBI, dan BBGTK Sulawesi Selatan. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi landasan penguatan kemitraan dalam pengembangan pembelajaran bahasa Inggris di kawasan Indonesia Timur.






















