Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Muhammadiyah Sulsel Perkuat Ketahanan Keluarga di Gowa Lewat Edukasi dan Layanan Kesehatan

×

Muhammadiyah Sulsel Perkuat Ketahanan Keluarga di Gowa Lewat Edukasi dan Layanan Kesehatan

Share this article

KHITTAH.CO, GOWA — Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan (PWM Sulsel) memperluas kegiatan dakwah sosial dengan memberikan edukasi pengasuhan anak, pengelolaan keuangan, pencegahan narkoba, dan pelayanan kesehatan kepada keluarga pemulung, bertempat di Masjid Aura Taeng, Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Ahad, 8 November 2026.

Mengusung tema “Membangun Keluarga Sakinah, Menguatkan Pengasuhan, Menumbuhkan Harapan dan Kepedulian Sosial”, kegiatan tersebut menyasar keluarga penerima manfaat, khususnya masyarakat dari Kampung Pemulung di wilayah Taeng.

Majelis Tabligh PWM Sulsel menggandeng Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Bontaeng serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar dalam pelaksanaannya.

Ketua panitia, Dr. Hj. Wiwik Laela Mukromin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat orientasi dakwah Muhammadiyah agar tidak berhenti pada pembinaan keagamaan secara individual, tetapi juga menjangkau persoalan sosial masyarakat.

“Supaya kita sebagai hamba Allah sekaligus sebagai khalifah fil ard tidak hanya saleh secara pribadi, tetapi juga saleh secara sosial,” kata Wiwik

Menurut Wiwik, keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi membutuhkan pendampingan yang tidak hanya berupa bantuan material. Pengetahuan mengenai pengasuhan, kesehatan, dan pengelolaan keuangan juga diperlukan untuk membantu mereka menghadapi persoalan sehari-hari.

Karena itu, selain menghadirkan sejumlah narasumber, panitia menyiapkan bantuan paket sembako, makanan, dan hadiah bagi peserta. Kegiatan tersebut juga dilengkapi pemeriksaan kesehatan gratis bagi orang tua serta pemeriksaan gigi bagi anak-anak.

Pemeriksaan kesehatan yang disediakan meliputi tekanan darah, kolesterol, dan asam urat. Wiwik berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kerja sama Majelis Tabligh PWM Sulsel dengan unsur Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di tingkat lokal.

Pengasuhan Anak Dimulai dari Hubungan Emosional

Dalam sesi materi, dosen Unismuh Makassar sekaligus praktisi hipnoterapi, Dr. Meisil B. Wulur, menyoroti pentingnya hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Meisil memperkenalkan konsep tiga K, yakni koneksi, komunikasi, dan kekuatan cinta, sebagai unsur yang perlu diperhatikan dalam membangun keluarga yang harmonis.

“Anak harus kuat koneksi. Koneksi apa? Komunikasi,” ujar Meisil.

Menurut dia, pemenuhan kebutuhan materi tidak selalu menjamin anak memperoleh perhatian emosional yang memadai. Anak membutuhkan kehadiran orang tua melalui komunikasi, sentuhan, pelukan, dan kesediaan mendengarkan perasaan mereka.

Ia mengingatkan orang tua agar menghindari kebiasaan membentak dan menggunakan kata-kata negatif karena dapat memengaruhi pengalaman emosional anak.

Meisil juga menceritakan pengalamannya menangani persoalan psikologis seorang mahasiswa yang berkaitan dengan pengalaman masa kecil ketika merasa kehilangan kedekatan dengan orang tuanya.

Pengalaman tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa keberhasilan pengasuhan tidak cukup diukur dari prestasi akademik. Orang tua juga perlu memberikan rasa aman, pengakuan, dan kasih sayang.

Ia mendorong pasangan suami istri membiasakan komunikasi yang terbuka, meluangkan waktu bersama anak, dan menjaga keharmonisan rumah tangga.

Mengelola Keuangan dari Penghasilan Terbatas

Persoalan ekonomi keluarga menjadi perhatian narasumber lainnya, Dr. Siti Suwadah Rimang.

Siti menjelaskan bahwa tekanan ekonomi dapat memengaruhi hubungan dalam rumah tangga, terutama ketika pengeluaran lebih besar daripada pendapatan dan keluarga tidak memiliki perencanaan keuangan.

Ia mengajak peserta membangun kebiasaan menabung, mengendalikan konsumsi, menghindari utang yang tidak produktif, dan memanfaatkan barang yang masih layak pakai.

“Uang yang kita dapatkan sisihkan paling tidak lima ribu per hari,” kata Siti.

Menurut dia, kebiasaan menyimpan sebagian penghasilan dapat dimulai dari jumlah kecil sesuai kemampuan masing-masing keluarga.

Siti menggunakan kisah Nabi Yusuf tentang tujuh tahun masa panen dan tujuh tahun masa sulit sebagai gambaran pentingnya menyiapkan cadangan untuk menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Dalam kesempatan itu, Siti juga memberikan penghargaan kepada masyarakat yang bekerja di sektor pengelolaan sampah.

Ia menyebut para pemulung sebagai pahlawan lingkungan karena pekerjaan mereka berkontribusi terhadap kebersihan dan kesehatan masyarakat.

Pencegahan Narkoba dan Pelayanan Kesehatan

Sementara itu, dr. Irwan Ashari, M.Med.Ed., AIFO-K., FIHFaa, memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan dan kehidupan keluarga.

“Narkoba itu racun yang dibungkus gula-gula,” ujar Irwan.

Ia menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat mengganggu fungsi otak, memicu perubahan perilaku, merusak hubungan sosial, menghambat pendidikan, dan menimbulkan persoalan ekonomi dalam keluarga.

Irwan meminta orang tua memperhatikan lingkungan pergaulan anak dan membangun komunikasi terbuka sebagai langkah pencegahan.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa anggota keluarga yang telah mengalami ketergantungan narkoba membutuhkan pertolongan medis, rehabilitasi, dan dukungan keluarga, bukan pengucilan.

Aspek kesehatan juga diperkuat oleh tim FKIK Unismuh Makassar melalui praktik mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.

Peserta mendapat penjelasan mengenai cara membersihkan telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, ujung kuku, dan ibu jari, kemudian mengeringkannya dengan tisu atau kain bersih.

Edukasi tersebut relevan bagi masyarakat yang sehari-hari beraktivitas mengumpulkan dan memilah sampah karena kebersihan tangan berperan penting dalam mengurangi risiko penularan penyakit.

Menghadapi Tantangan Pengasuhan di Era Digital

Dalam sesi dialog, peserta menyampaikan pertanyaan mengenai pengambilan keputusan ketika suami dan istri memiliki pendapat berbeda, serta kesulitan mendidik anak di tengah penggunaan gawai dan media sosial.

Narasumber menekankan pentingnya mempertimbangkan kemaslahatan dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Ayah dan ibu juga perlu menyepakati pola pengasuhan agar memiliki arah pendidikan yang sejalan.

Rektor Unismuh Makassar sekaligus Ketua PRM Taeng, Dr. Ir. Abdul Rahim Nanda, ST., MT., IPU, yang membuka kegiatan tersebut, mengapresiasi pemilihan wilayah Taeng sebagai lokasi pelatihan.

Ia menilai keterlibatan masyarakat setempat menjadi kesempatan memperkuat hubungan Muhammadiyah dengan lingkungan sosial di sekitarnya.

Setelah penyampaian materi dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian paket sembako dan makanan, pemeriksaan kesehatan bagi orang tua, serta pemeriksaan gigi bagi anak-anak. Melalui kegiatan ini, Majelis Tabligh PWM Sulsel berupaya menggabungkan pendidikan keluarga, pelayanan kesehatan, dan kepedulian sosial untuk mendukung ketahanan keluarga di tingkat masyarakat.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UIAD

Leave a Reply