Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Wakil Ketua PWM Sulsel Pantja Nur Wahidin Terpilih Pimpin Fokal IMM

×

Wakil Ketua PWM Sulsel Pantja Nur Wahidin Terpilih Pimpin Fokal IMM

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Dr. Pantja Nur Wahidin, S.Pd., M.Pd., terpilih sebagai Ketua Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Sulsel periode 2026–2031. Ia mendapat mandat tersebut melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) Fokal IMM Sulsel di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Sulsel, Makassar, Sabtu, 7 November 2026.

Terpilihnya Pantja menambah tanggung jawab organisasinya. Selain menjadi salah satu pimpinan PWM Sulsel periode 2022–2027, pria berusia 55 tahun itu juga menjabat Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Makassar periode 2025–2030.

Dalam kepengurusan Fokal IMM Sulsel, Pantja didampingi Fajlurrahman Jurdi, S.H., M.H., sebagai sekretaris dan Dr. Nirwana, S.Pd., M.Pd., sebagai bendahara. Ketiganya mendapat mandat memperkuat konsolidasi alumni sekaligus mendorong keterlibatan Fokal IMM dalam berbagai persoalan kemasyarakatan dan kebijakan publik.

Musyawarah wilayah tersebut diikuti perwakilan pimpinan daerah Fokal IMM dan unsur pimpinan kampus di Sulawesi Selatan. Forum menyepakati mekanisme pemilihan melalui sistem formatur proporsional yang mengutamakan musyawarah dan mufakat dengan tetap berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Tim formatur selanjutnya bertugas melengkapi struktur kepengurusan Fokal IMM Sulsel untuk lima tahun mendatang, termasuk menyusun komposisi Dewan Pakar yang akan memberikan pertimbangan terhadap arah kebijakan organisasi.

Berpengalaman di Muhammadiyah, Pendidikan, dan Birokrasi

Pantja bukan sosok baru dalam kepemimpinan organisasi di Sulawesi Selatan. Selain aktif di Muhammadiyah, ia memiliki pengalaman panjang sebagai pendidik, pengurus organisasi profesi guru, dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.

Lahir di Ujung Pandang, 21 Januari 1971, Pantja mengawali karier sebagai guru di SMA Negeri 14 Makassar pada 2004–2016. Setelah itu, ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.

Pada 2016, Pantja menjabat Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar. Setahun kemudian, ia mendapat tugas sebagai Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Makassar hingga 2022.

Kariernya kemudian berlanjut ke Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar. Dalam pemberitaan Juli 2025, ia tercatat menjabat Kepala Bidang Perencanaan Tenaga Kerja dan Peningkatan Produktivitas.

Di bidang organisasi profesi, Pantja terpilih sebagai Ketua PGRI Kota Makassar melalui konferensi pada 4–5 Juli 2025. Ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Sulawesi Selatan.

Pantja merupakan alumnus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Negeri Limbung, Gowa, pada 1990, ia menempuh pendidikan S1 Pendidikan Matematika di Unismuh Makassar dan lulus pada 1997.

Pendidikan magisternya diselesaikan di Universitas Negeri Surabaya pada 2006. Ia kemudian meraih gelar doktor dalam bidang Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta pada 2015.

Pengalaman di bidang pendidikan, birokrasi, dan organisasi tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Pantja ketika menerima amanah memimpin Fokal IMM Sulsel.

Dorong Fokal IMM Jadi Pusat Pemikiran

Selain memilih kepengurusan baru, Muswil Fokal IMM Sulsel merumuskan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat kontribusi alumni IMM selama lima tahun mendatang.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian ialah pengembangan Fokal IMM sebagai pusat pemikiran atau think tank yang dapat memberikan masukan terhadap persoalan pembangunan dan kebijakan publik.

Organisasi alumni ini didorong tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga mampu menghimpun gagasan para anggotanya yang berkecimpung dalam bidang pendidikan, pemerintahan, hukum, politik, dan berbagai sektor lainnya.

Kontribusi tersebut antara lain diarahkan melalui penyusunan policy brief atau rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemangku kepentingan.

Di lingkungan internal Muhammadiyah, Fokal IMM Sulsel juga diharapkan memperkuat kaderisasi melalui pendampingan, mentoring, dan pengembangan kapasitas kader IMM.

Program pendampingan direncanakan pula menjangkau alumni yang menduduki jabatan publik, termasuk mereka yang berkiprah di pemerintahan dan politik.

Pantja Ingatkan Pentingnya Kebersamaan

Ketua Fokal IMM Sulsel terpilih, Pantja Nur Wahidin, menegaskan bahwa kebersamaan harus menjadi landasan dalam menjalankan organisasi. Ia mengingatkan agar kepentingan pribadi tidak menggeser tujuan kolektif para alumni.

“Esensi utama organisasi ini adalah menjaga nilai kebersamaan. Jangan sampai Fokal IMM ditumpangi kepentingan personal. Organisasi harus menjadi ruang bersama untuk membangun kontribusi dan kemajuan,” tegas Pantja.

Menurut dia, kekuatan Fokal IMM terletak pada kemampuannya merawat hubungan antaralumni sekaligus mengarahkan potensi mereka untuk kepentingan yang lebih luas.

Karena itu, Pantja meminta jajaran Fokal IMM di tingkat daerah segera membenahi struktur kepengurusan masing-masing. Konsolidasi dinilai menjadi langkah awal agar program organisasi dapat berjalan lebih terarah dan berkesinambungan.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, Fokal IMM Sulsel menempatkan penguatan jejaring alumni, pendampingan kader, dan kontribusi terhadap kebijakan publik sebagai agenda utama hingga 2031.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UNISMUH MAKASSAR

Leave a Reply