KHITTAH.CO, MAKASSAR – MTs Muhammadiyah Punnia mengajak santri kelas VIII mengikuti pembelajaran langsung tentang ibadah haji dan umrah melalui kegiatan study tour ke Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sabtu–Ahad, 7–8 November 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran Fikih agar santri tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mengenal lingkungan dan fasilitas penyelenggaraan ibadah haji.
Melalui kunjungan tersebut, santri memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai fasilitas di Asrama Haji Sudiang sekaligus menghubungkan materi yang telah dipelajari di kelas dengan gambaran pelaksanaan ibadah haji dan umrah.
Rombongan didampingi tiga guru, yakni Munira, S.Pd., M.Pd., Nisfu Sabban, S.Pd., dan Anjas Saputra, S.Pd. Para pendamping bertugas membimbing santri serta memberikan penjelasan mengenai materi Fikih yang berkaitan dengan tahapan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Kepala MTs Muhammadiyah Punnia, Mukhsin, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya madrasah menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif dan bermakna. Menurutnya, pengalaman langsung dapat membantu santri memahami materi secara lebih konkret.
“Pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Santri juga perlu mendapatkan pengalaman secara langsung agar materi yang dipelajari lebih mudah dipahami dan memberikan kesan yang bermakna,” ujar Mukhsin.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menambah pengetahuan santri, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan kecintaan terhadap pelaksanaan ibadah, khususnya haji dan umrah.
“Kami berharap pengalaman ini dapat menambah wawasan santri sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah haji dan umrah. Mudah-mudahan, kunjungan ini juga menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan kelak memiliki kesempatan menunaikan ibadah ke Tanah Suci,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Rombongan sekaligus Guru Pengampu Fikih, Munira, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa study tour tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman santri terhadap materi haji dan umrah yang telah dipelajari di kelas.
“Melalui kunjungan ke Asrama Haji Sudiang, santri dapat melihat secara langsung fasilitas dan lingkungan yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji. Dengan begitu, mereka memiliki gambaran yang lebih jelas tentang materi yang selama ini dipelajari,” jelas Munira.
Ia menambahkan, pembelajaran di luar kelas diharapkan dapat membuat santri memahami materi Fikih secara lebih mendalam, sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada penguasaan teori.
“Kami ingin santri mendapatkan pengalaman belajar yang berkesan. Harapannya, apa yang mereka lihat dan pelajari selama kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman tentang haji dan umrah serta menjadi bekal dalam kehidupan mereka,” katanya.
Selain memperkuat pemahaman keagamaan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, kebersamaan, dan tanggung jawab santri selama mengikuti rangkaian kunjungan.
Melalui kegiatan ini, MTs Muhammadiyah Punnia berupaya mengembangkan pembelajaran Fikih yang lebih kontekstual dengan menghubungkan pengetahuan di ruang kelas dan pengalaman di lapangan. Dengan pendekatan tersebut, santri diharapkan mampu memahami materi keagamaan secara lebih utuh sekaligus menumbuhkan motivasi untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.






















