Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

AKSARA 3 INVENTIF: Ajang Debat Pelajar, MAN 1 Makassar Raih Juara Umum

×

AKSARA 3 INVENTIF: Ajang Debat Pelajar, MAN 1 Makassar Raih Juara Umum

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar AKSARA 3 INVENTIF, sebuah ajang kompetisi dan pengembangan potensi generasi muda Islam dengan tema “Rise of Islamic Youth: Merangkai Inovasi, Menggapai Prestasi.”

Salah satu cabang yang menyita perhatian adalah Lomba Debat, yang dilaksanakan pada 10 Februari 2026 di Lantai 4 Menara Iqro, Unismuh Makassar. Kompetisi ini diikuti oleh dua sekolah, yakni MAN 1 Makassar dan SMA Negeri 11 Pangkep, dengan menghadirkan adu gagasan yang mengedepankan nalar kritis, argumentasi logis, serta etika berdebat.

Lomba debat berlangsung dalam lima ronde. Tiga ronde awal merupakan babak penyisihan, dilanjutkan ronde keempat sebagai perebutan juara ketiga, dan ronde kelima sebagai grand final. Seluruh rangkaian lomba dinilai langsung oleh dewan juri berdasarkan indikator substansi argumen, ketepatan data, teknik penyampaian, dan kerja sama tim.

Hasil akhir menunjukkan dominasi MAN 1 Makassar. Juara pertama diraih oleh Tim 1 MAN 1 Makassar, disusul Tim 2 MAN 1 Makassar sebagai juara kedua, sementara juara ketiga diraih oleh Tim 1 SMA Negeri 11 Pangkep. Dengan capaian tersebut, MAN 1 Makassar kembali dinobatkan sebagai juara umum, setelah sebelumnya juga meraih gelar serupa pada AKSARA 2.

Selain penilaian tim, panitia dan dewan juri juga memberikan apresiasi individu melalui kategori Best Speaker, yang diraih oleh M. B. Al Ghifari, atas kemampuan retorika, penguasaan isu, dan ketajaman analisis selama debat berlangsung.

Ketua HMP PAI Unismuh Makassar, Nur Sidrah Sariadi, menyampaikan bahwa AKSARA 3 INVENTIF tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran intelektual bagi pelajar.

“Kami ingin AKSARA menjadi wadah pembentukan karakter intelektual generasi muda Islam. Debat bukan sekadar menang atau kalah, tetapi bagaimana peserta belajar berpikir kritis, menghargai perbedaan, dan menyampaikan gagasan secara santun,” ujar Nur Sidrah.

Ia menambahkan, semangat Rise of Islamic Youth tercermin dari antusiasme peserta dan kualitas argumentasi yang ditampilkan selama lomba berlangsung.

Sementara itu, tim dewan juri menegaskan bahwa hasil akhir perlombaan merupakan keputusan mutlak berdasarkan akumulasi penilaian objektif. Dalam penutupannya, juri berpesan agar perdebatan akademik dijadikan sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan.

“Jadikan perdebatan ini sebagai ajang untuk belajar, belajar, dan belajar,” pesan tim juri kepada seluruh peserta.

Melalui AKSARA 3 INVENTIF, HMP PAI Unismuh Makassar berharap dapat terus berkontribusi dalam melahirkan generasi muda Islam yang inovatif, berprestasi, dan siap berkompetisi secara sehat di ruang akademik maupun non-akademik.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply