Scroll untuk baca artikel
Berita

Darul Arqam IV Unismuh Makassar Diikuti 114 Pimpinan dan Ketua Prodi

×

Darul Arqam IV Unismuh Makassar Diikuti 114 Pimpinan dan Ketua Prodi

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar Darul Arqam Angkatan IV di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar, Kamis 21 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti 114 peserta yang terdiri atas pimpinan universitas, pimpinan fakultas, ketua lembaga, ketua program studi, hingga gugus kendali mutu fakultas.

Darul Arqam dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 Mei 2026, dengan melibatkan instruktur dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

Ketua Panitia, Dr. Akbar Ramli mengatakan awalnya panitia mengundang 152 peserta. Namun, hingga menjelang pembukaan, sebanyak 114 orang telah mengonfirmasi kehadiran.

“Peserta terdiri dari pimpinan universitas sampai pimpinan fakultas dan lembaga yang belum sempat mengikuti gelombang pertama dan kedua, ditambah pimpinan program studi dan GKM fakultas se-Unismuh Makassar,” ujarnya dalam laporan panitia.

Ia menjelaskan seluruh aktivitas perkaderan dipusatkan di kawasan Balai Sidang Muktamar dan akan dikelola oleh tim instruktur sesuai panduan perkaderan Muhammadiyah.

Akbar juga menekankan komitmen panitia untuk menghadirkan kegiatan perkaderan yang ramah lingkungan melalui gerakan pemilahan sampah selama kegiatan berlangsung.

“Semoga perkaderan kita ini berakhir tanpa ada sampah yang mesti diangkut keluar, tetapi semuanya bisa bernilai di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar,” katanya.

Penguatan Budaya Islami dan Silaturahim

Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr Mawardi Pewangi, dalam sambutannya menyebut Darul Arqam angkatan keempat menjadi angkatan yang istimewa karena diikuti pimpinan lintas level, mulai dari rektor hingga sekretaris program studi.

Ia menegaskan Darul Arqam menjadi bagian penting dalam penguatan budaya Islami di lingkungan kampus. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya ruang penguatan ideologi, tetapi juga wadah mempererat silaturahim antar-pimpinan dan sivitas akademika.

“Darul Arqam ini pada hakikatnya adalah silaturahim, saling mengingatkan, saling memotivasi, dan saling memajukan antara satu dengan yang lain,” ujarnya.

Mawardi mengungkapkan Unismuh juga merencanakan pelatihan instruktur nasional setelah pelaksanaan Darul Arqam tahap IV. Selain itu, kampus akan menggelar Baitul Arqam khusus bagi tenaga layanan atau client service sebagai bagian dari pembinaan nilai-nilai keislaman dan budaya kerja Islami.

Sementara itu, Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Makassar, Dr Muhammad Saiful Saleh menekankan pentingnya pembentukan kompetensi akhlak, ibadah, dan kepemimpinan melalui Darul Arqam.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat atmosfer kampus Islami di lingkungan Unismuh Makassar.

“Setelah ikut Darul Arqam, saya impikan atmosfer kampus ini betul-betul Islami,” katanya.

Muhammadiyah Dorong Intelektual Organik

Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, menegaskan Darul Arqam menjadi instrumen penting dalam memperkuat ideologi, paham keislaman, dan kemuhammadiyahan di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.

Menurut dia, Muhammadiyah tidak menginginkan dosen dan intelektual hanya menjadi akademisi yang sibuk dengan publikasi, tetapi kehilangan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

“Muhammadiyah tidak ingin kader-kadernya menjadi intelektual tradisional yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Muhammadiyah ingin melahirkan intelektual organik yang hadir memberi solusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri agar hasil riset dosen tidak berhenti sebagai laporan akademik semata, tetapi mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Selain itu, Bachtiar menilai penguatan ideologi dan nilai spiritual harus berjalan seiring dengan kemajuan institusi pendidikan Muhammadiyah.

“Kemajuan itu jangan sampai kropos. Kemajuan itu harus diisi dengan jiwa, spirit, dan ideologi,” katanya.

Pengkaderan Jadi Agenda Strategis Muhammadiyah

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. Ambo Asse, menyebut pengkaderan menjadi agenda strategis Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi kuat dan berkualitas.

Menurutnya, penguatan kader tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan di perguruan tinggi Muhammadiyah.

“Universitas ini diharapkan melahirkan kader-kader yang kuat. Karena itu para pembina, mulai pimpinan sampai dosen dan karyawan, harus lebih kuat kompetensinya,” katanya.

Ia menjelaskan kompetensi yang dimaksud mencakup kompetensi keilmuan, kompetensi keislaman dan kemuhammadiyahan, hingga kompetensi sosial yang adaptif di tengah masyarakat.

Ambo Asse juga menegaskan bahwa seluruh unsur di perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki tanggung jawab dalam proses kaderisasi.

“Kita semua mengkader. Jangan mengatakan tugas itu hanya milik pimpinan tertentu. Semua harus mengambil bagian melahirkan generasi yang kuat,” ujarnya.

Pada akhir kegiatan pembukaan, dilakukan penyerahan simbolis peserta Darul Arqam dari Wakil Rektor III kepada Master of Training, Dr Imam Sumarlan SIP MPA, dilanjutkan penyematan kartu identitas peserta sebagai tanda dimulainya Darul Arqam Angkatan IV Universitas Muhammadiyah Makassar.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply